Sadar ngga nduk, Kamu itu kuat, tapi terkadang kamu sering memilih lemah. Kamu cerdas, tapi terkadang kamu lebih tertarik menjadi bodoh hanya karena urusan perasaan.
Buat siapapun yang sedang merasa tidak berguna, aku percaya di luar sana ada yang bersyukur karena mengenalmu.
Tidak setiap makna terucap dan terlihat.
Wajar kamu ngajak nongkrong ditempat mahal, kamu berduit. Beda sama aku yg senengnya makan dipinggir jalan karna menyesuaikan isi dompet
Makanya aku nyari temen yang setara aja, gamau gedein gengsi cuma biar kamu anggep temen. Mau temenan ya monggo, engga ya ga masalah, simple.
Meskipun hanya berboncengan naik kendaraan motor dan makan dipinggir jalanpun tidak masalah. Ini bukan hanya soal uang.
Tapi ini soal kebahagiaan yang tak bisa dijelaskan. Antara aku dan kamu.
Sedang memasuki fase,
-Gampang mager
-Males chat
-Lebih seneng menyibukkan diri dengan noton film atau dengerin musik
-Lebih seneng menyendiri
-Gampang bosen dan ngantuk
pokoknya lagi seneng males malesan.
Pesan mama yg bikin nangis:
"Nanti kalo mama udah gak ada, mama gak perlu sering kamu ziarahin, kamu nangis-nangis di kuburan mama, mama gak perlu. Asal kamu rajin ibadah dan gak maksiat, karena bahagianya mama adalah ketika kita bisa sama-sama lagi di surga"
Allah :')
Tidak memposting foto berdua bukan berarti ada hati lain yang dijaga.
Karena sebagian ada yang memilih untuk menjalin hubungan dengan tidak menjadi konsumsi publik dan memilih bahagia tanpa harus ada yang mengetahuinya.