Just realized. Iโll never be good enough. I was never a meaningful part of any achievements. Yet, I was always a burden, a bother, another problem should be fixed. Never a shoulder to lean on, never a home.
@UbahBareng Out of Felixius Seda context, menurutku ini sebuah klarifikasi dan permintaan maaf yang bener-bener keren: clear, introspektif, dan rendah hati. Sampe mikir ini yang minta maaf kalimatnya Pak Anies sendiri yang bikin? Ga mungkin kan???
Tp gpp hari ini ada happy nya sedikit karna akhirnya mulai bisa kontrol perasaan, ekspektasi, dan diri sendiri. A good start to appreaciate diri sendiri. Sisanya, yaAllah atur ajadeh