Ancaman perubahan iklim sudah nyata dan dirasakan oleh semua negara di dunia, antara lain menyebabkan terjadinya krisis pangan. Saya mengajak semua pihak untuk waspada dan menjaga lingkungan sekitar, antara lain dengan menggiatkan kembali penanaman pohon. Para pegiat lingkungan, ketua adat, kelompok perhutanan sosial, para penyuluh, mari giatkan kembali rehabilitasi hutan kita.
Kemarin, pada acara Festival LIKE (Lingkungan, Iklim, Kehutanan, Energi EBT) Road to COP28 UAE 2023 di Jakarta, saya menyampaikan bahwa Indonesia sudah membangun persemaian untuk menyediakan bibit-bibit pohon.
Di Denpasar, Bali kita memiliki persemaian yang bisa menghasilkan 6 juta bibit pohon mangrove per tahun. Di Mentawir, Kalimantan Timur kita punya persemaian berkapasitas 15 juta bibit pohon per tahun dan persemaian Rumpin di Bogor, Jawa Barat yang berkapasitas 6 juta bibit pohon per tahun. Ada bibit albasia (sengon), eukaliptus, durian, dll. Perusahaan tambang juga saya ingatkan untuk memiliki persemaian sehingga bisa langsung menanam pohon di area bekas tambangnya.
Sekali lagi, saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga lingkungan hidup di Indonesia agar tetap hijau.
Kawan SMP yang berkarir sebagai ojol pada suatu pembahasan tentang toko online berkata, "eh semiskin-miskinnya gw tukang ojek, gw bisa kasih kalian link toped atau syopi yg murah dan banyak diskon karena gw hapal dan sering buka. Sekaya-kayanya Fir'aun, dia belum pernah ngrasain belanja online."
Saya cuma balas, "jancoook!!!" sambil kasih emot; π€£π€£π€£π€£
Orang Jawa kalau dizolimi akan diam saja, tapi batinnya berkata : Ora papa. Tak terima, nanging Yen Sing Momong Jiwa Ragaku ora terima, tanggungen dewe. (Gak papa. Sy terima, tapi kalo Yang Memelihara jiwa & ragaku tidak terima, kalian tanggung sendiri akibatnya).