Jadi.. selama 10 tahun terakhir, cara parenting yang katanya "lembut dan baik" itu TERNYATA gagal total.
Iya, gagal.
Penelitian di tahun 2025 di Amerika menunjukan:
keluarga yang pake aturan tegas—jam malam nggak bisa ditawar, batasan gadget jelas PUNYA HUBUNGAN SAMA ANAKNYA JAUH LEBIH BAIK.
Bakteri yang ada di mulut, ternyata bisa ditemukan di otak orang dengan Alzheimer!
Untuk yang belum tahu, Alzheimer adalah penyakit otak degeneratif progresif yang menjadi penyebab utama demensia (60-80% kasus), ditandai dengan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, bahasa, dan perubahan perilaku.
Nah di penelitian ini, para peneliti memeriksa otak pasien Alzheimer yang sudah meninggal dan menemukan bakteri Porphyromonas gingivalis yang biasa ditemukan di mulut dan menyebabkan radang gusi pada 90% (9 dari 10) pasien.
Diperkirakan bakteri ini dapat merusak protein yang terkait dengan memori, membentuk plak amiloid, dan menyebabkan kematian sel saraf, yang berkontribusi pada penurunan kognitif dan demensia.
𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗣𝗘𝗥𝗟𝗨 𝗗𝗜𝗣𝗘𝗥𝗛𝗔𝗧𝗜𝗞𝗔𝗡!
Masih perlu penelitian lebih lanjut apakah bakteri ini benar-benar penyebab utama Alzheimer atau hanya faktor pendukung semata.
Setelah baca penelitian ini gue semakin yakin bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut itu sangat krusial. Udah berhubungan dengan sakit jantung, sekarang berhubungan juga dengan alzheimer.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Dominy (2019). Porphyromonas gingivalis in Alzheimer’s disease brains: Evidence for disease causation and treatment with small-molecule inhibitors.
Jadi memang ada penelitian yang menunjukkan bahwa
𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗧𝘂𝗹𝗶𝘀 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗘𝗳𝗲𝗸𝘁𝗶𝗳 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗕𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗱𝗶𝗯𝗮𝗻𝗱𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗲𝘁𝗶𝗸 𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗽𝘁𝗼𝗽
Jujur deh, lo pernah nggak sih belajar lama, berusaha bikin catatan di laptop atau tablet, tapi tetep ngerasa nggak nyangkut di otak?
Sama, gue juga!
Sampai akhirnya gue nemu penelitian menarik ini! Penelitian yang gue baca ini ngerangkum 24 studi yang bandingin handwritten notes vs typed notes.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang 𝗻𝘂𝗹𝗶𝘀 𝗰𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗽𝗮𝗸𝗮𝗶 𝘁𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗮𝘁 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗿 𝗸𝘂𝗹𝗶𝗮𝗵/𝗽𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗽𝗲𝘁 𝗻𝗶𝗹𝗮𝗶 ��𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶 dibandingkan dengan yang nyatet dengan mengetik di laptop.
Alasannya adalah karena waktu kita nulis catatan kita dengan tangan, otak dipaksa meringkas, memahami, dan memproses ulang informasi, bukan cuma ngetik cepat tanpa mikir. Effort-nya lebih besar, tapi dampaknya juga lebih kuat.
Selain itu yang gak kalah menarik adalah penelitian ini bilang peluang untuk lulus mata kuliah bisa 58% lebih tinggi kalau kita nyatet pakai tangan.
Nah yang perlu diingat di sini adalah bukan berarti mencatat dengan laptop itu jelek. Laptop lebih unggul kalau butuh catatan super lengkap dan cepat, atau punya kondisi tertentu yang bikin kita mau gak mau harus mengetik.
Gua pribadi kalau belajar menggunakan kombinasi tulisan tangan dan mengetik di laptop.
Sumber:
Flanigan (2024). Typed Versus Handwritten Lecture Notes and College Student Achievement: A Meta-Analysis.
Kebetulan saya kerja di LBH, jadi sedikit meluruskan ya 😊 Dalam praktiknya, LBH gak semata-mata melayani orang miskin secara ekonomi. Banyak LBH bekerja berbasis kerentanan dan ketimpangan relasi kuasa such as KDRT, KS, atau pelanggaran HAM, terlepas dari kondisi ekonomi klien.