"you handled that so well" no, i didn't. i went insane. i lost my spark. i suffered in silence. i didn't ask for help. i shattered alone and wore a smile that lied better than any mask could. i didn't handle it, i survived it because i had no other choice.
kalian tau silent burnout ga sii?
jadi kaya… dimana keadaan emosi dan mental kita lagi di posisi yang cape bgt tapi kamu diam aja (silent treatment), sampe kita gapernah ngeluh soal banyaknya rasa sakit. tapi hebatnya orang yang mengalami itu kehidupannya tetap berjalan normal seperti biasanya, tapi didalam hatinya hancur sehancur hancurnya bahkan kaya mati perlahan, dan itu ternyata adalah hal yang berbahaya jika seseorang tidak pernah bisa meluapkan emosinya, akibatnya kita jadi lebih gampang nangis karena terlalu banyak emosi yang ngga di luapin.
Bahkan ketika gue udah ngerasa gue tuh ga depresi. Jarang sedih. Gada masalah apapun dalam hidup. Gue tetep gabisa kaya gue yang dulu.
Pinternya. Rajinnya. Hopefulnya. It will never be the same.
Ngerasa secured, tapi juga drowning at the same time. Mau cuci muka aja masi susah.
kehilangan spark itu rasanya aneh,
lu masih jadi diri lu, tapi hidup lu udah nggak sebernyawa dulu
slowly losing your spark hits harder than being sad all at once.
belum lagi the feeling of being unable to recall kapan lu pernah normal tanpa sakit mental, memory loss, brain fog, executive dysfunction yang PARAH, all of those missed opportunities.
depression is not cool. it is extremely evil.
Depresi kronis bisa gerus identitas sampe dirimu g kenal dirimu lagi. Ada titik "aku sebelum kena depresi" & "aku setelah pernah depresi"
Hilang spark, perspektif ganda & kudu bangun ulang semua + isolasi beneran turunkan skill sosialisasi
Dikiranya keren punya gngguan kek gitu
Tiap ada berita orang bund1r komennya, "Guys, kalo ada apa2 jangan sendirian ya"
Tp giliran ada yg breakdown, tantrum, marah2 mau gila, banting2 barang, teriak jam dua pagi, semua orang pada kabur ga mau bantu nenangin dan malah jadi aib.
So many people fear mental illness.