Detik detik kai cabut tempered glass nya yg salah beli 😭😭🤏
Berarti selama ini dia tetap pasang karna sayang kalau lgsg di buang 😭😭😭
Ngakak bgt wkwkwkw
Pas dia buka gw spontan bilang NAHHHHHHHHHHH
Waktu baru debut di usia 26 tahun, Kim Taeri bilang:
Satu satunya hal yang pasti dalam hidup adalah kita lahir dan suatu saat akan meninggal. Sisanya? Banyak dibentuk oleh pilihan kecil, orang orang yang kita temui, serta keberuntungan dan kebetulan yang datang di hidup kita. Jadi kalo hidup tidak berjalan sesuai keinginan, jangan terlalu nyalahin diri sendiri. Tetap jalani aja dulu. Siapa tau, dari semua hal yang tidak terduga itu, kita sedang membangun takdir kita sendiri
🥹🥹🥹🥹🫶🏻
Pertanyaan bagus, dan jujur jawaban detailnya susah ditebak. Karena kalau rupiah beneran tembus 20.000, dampaknya nyebar ke mana-mana. Harga barang impor naik, beban subsidi energi meledak, daya beli kelas menengah tambah turun, dll. Tapi yang lebih penting dari "apa yang akan terjadi" adalah fakta bahwa kita sudah mengarah ke sana, dan faktor penyebabnya bisa kita identifikasi dari sekarang.
Hari ini, 3 Juni 2026, rupiah ada di kisaran 17.900 per dolar, rekor terlemah sepanjang sejarah. Sejak awal tahun aja udah ambruk sekitar 6,8% dari posisi akhir 2025 di 16.670. Jarak dari sini ke 20.000 tinggal sekitar 12%. Kedengeran jauh? Tentu nggak, awal tahun rupiah masih di 16.670, sekarang udah 17.900. Sisa ke 20.000 tinggal 2.100 rupiah lagi.
Terus kenapa bisa separah ini? Gw lihat ada dua sisi yang jalan bareng dan saling dorong satu sama lain. Sisi pertama datang dari luar, dari global.
Kebetulan gw baru habis nonton video Leon Hartono yang rilis 29 Mei kemarin, dan dia ada ngebedah sisi ini. Inti argumennya simpel: jangan ukur kekayaan lu cuma pakai nominal rupiah, ukur pakai patokan global. Coba liat indeks dolar, yang ngukur seberapa kuat dolar dibanding mata uang-mata uang besar dunia. Sekarang angkanya di kisaran 99, padahal awal 2025 sempet di 109 dan malah anjlok ke 96 di Januari 2026. Artinya dolar lagi nggak segarang itu, tapi rupiah tetap cetak rekor. Itu sinyal bahaya.
Leon nunjukin kenapa modal asing kabur. Yield obligasi Amerika tinggi, sementara selisihnya sama obligasi kita cuma sekitar 2 persenan. Buat investor asing, ngapain nahan risiko negara berkembang kalau bedanya setipis itu? Mending balik ke Amerika. Dia juga bandingin sama mata uang yang justru kuat puluhan tahun kayak franc Swiss dan dolar Singapura. Rahasianya cuma tiga: inflasi rendah, neraca dagang surplus, dan institusi yang dipercaya.
Yang bikin gw merinding bagian akhir videonya. Leon bahas mata uang yang ambruk total kayak Lebanon dan Iran, dan akar masalahnya selalu sama: pemerintah cetak uang berlebihan sampe cadangan devisa abis, bank sentral kehilangan independensi, dan publik hilang kepercayaan. Gw nyimak sambil mikir, kok beberapa sinyal itu kerasa nggak asing ya buat kita...
Nah, sisi keduanya justru datang dari dalam negeri sendiri, dan ini yang pernah gw tulis di thesis April lalu, cuma datanya gw perbarui sampe hari ini. Fiskal kita udah ketarik kenceng. Defisit 2025 mentok di 2,92% PDB, dan asumsi APBN 2026 dibangun di atas minyak 70 dolar dan kurs 16.500. Dua-duanya udah meleset jauh, minyak nyentuh 90-100 dolar gara-gara perang di Timur Tengah. Tiap minyak naik 1 dolar, tekanan ke defisit nambah sekitar 6,8 triliun. Proyeksi pemerintah sendiri udah tunjukin defisit bisa mentok di 3,5% kalau harga minyak dan kurs terus kayak sekarang.
Dari sisi modal lebih ngeri lagi. Kepemilikan asing di surat utang negara tinggal sekitar 12,6%, terendah sejak 2006, padahal setahun lalu masih 14 persenan. Cadangan devisa yang dipake Bank Indonesia buat nahan rupiah turun dari 156,5 miliar dolar di Desember ke 146,2 miliar di April, dan BI ngaku udah bakar sekitar 10 miliar dolar buat intervensi. Inget ancaman MSCI mau nurunin Indonesia ke status frontier yang bikin pasar panik Januari kemarin? Itu untungnya batal, status kita ditahan di emerging bulan Mei. Tapi rupiah tetap jeblok juga. Artinya masalahnya lebih dalam dari sekadar satu indeks. Dan diam-diam, makin banyak utang pemerintah yang dibeli BI sendiri, sampe muncul pertanyaan soal independensi bank sentral. Inget tiga akar masalah versi Leon tadi?
Jadi balik ke pertanyaan awal. Yang paling nyesek bukan cuma angka 20.000-nya. Rupiah sekarang cetak rekor terlemah lawan dolar Singapura di 14.000 dan ringgit Malaysia di 4.500. Bukan cuma lawan dolar AS.
Pemerintah dah gerak sih, seperti kita tau ada aturan wajib parkir hasil ekspor mulai 1 Juni, Danantara digerakkan beli saham di bursa buat nahan IHSG, ada BI Rate di 5,25%. Tapi Moody's hari ini kasih Danantara outlook negatif, langsung ngikutin kondisi Indonesia. Artinya lembaga yang dipake buat nahan masalah kredibilitasnya sama persis kayak masalah yang mau ditahan. Pertanyaannya: cukup nggak semua itu, sebelum 20.000 berubah dari skenario jadi headline?
🚨 BREAKING: Al Jazeera confirms Israel bombed a Lebanese hospital for the THIRD time. The ICU is completely destroyed.
A mother desperately rushed to find her premature baby alive amidst the rubble. Washington is fully complicit in these war crimes!
And you ask why everyone hates ISRAEL? It’s only NETANYAHU who is responsible??? Just look at this. They’ve gathered to watch the mass destruction of villages filled with innocent kids!!
Lagi rame kasus grup wa mahasiswa UI mau berpendapat dari sisi medis khususnya psikologi, karena saya bukan polisi moral 😆
Kenapa banyak cowok bisa nyaman ngomongin perempuan secara objektifikasi di grup privat?
Karena ada yang namanya “disinhibisi online”.
Saat merasa aman, anonim, dan “cuma di grup”, otak kita jadi lebih berani ngeluarin sisi yang biasanya ditahan.
Ditambah lagi efek peer pressure.
Di otak, ini berkaitan dengan sistem reward:
• Dapet respon “haha”, “anjir”, “setuju”
• Dianggap lucu, dianggap bagian dari circle
• Dopamin naik.
Lama-lama, perilaku itu “dipelajari” sebagai sesuatu yang menyenangkan dan normal.
Masalahnya?
Kalau terus diulang, ini bisa mengarah ke desensitisasi.
Empati ke perempuan turun.
Perempuan gak lagi dilihat sebagai manusia utuh… tapi jadi objek.
Ini bukan hal sepele.
Dalam banyak studi psikologi, objektifikasi yang terus-menerus bisa jadi pintu awal ke:
• Pelecehan verbal
• Pelecehan seksual
• Bahkan kekerasan seksual
Jadi ini bukan cuma “becandaan cowok”.
Ini soal pola pikir yang dibentuk pelan-pelan… sampai batasnya jadi kabur.
Makanya penting banget buat sadar:
Kalau kalian cuma bisa bonding dengan cara merendahkan orang lain, itu bukan bonding.
Itu conditioning.
Dan kalau dibiarkan, dampaknya bukan cuma ke orang lain…
Tapi ke cara otak memandang manusia..
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia, menguraikan 20 poin rencana perdamaian Gaza yang dibuat oleh Board of Peace (BoP). Rencana tersebut merupakan dasar kesediaan Indonesia bergabung dalam BoP.
"Dalam menilai sesuatu, menganalisa dan memberikan judgement, kita harus benar-benar objektif. Hati-hati melihat dari semua sisi dan membaca secara detail apa yang sedang ingin kita analisa," ujar Ulta seperti dikutip pada Sabtu (7/3).
Ia menepis anggapan bahwa BoP tidak membela kepentingan Palestina. Dalam poin nomor 9 yang dibuat BoP, Gaza direncanakan akan berada di bawah pemerintahan transisi yang dipimpin Komite Palestina.
Kemudian di poin nomor 16, disebutkan bahwa Gaza tidak akan dikuasai oleh Israel. Bahkan Israel ditekan untuk meninggalkan Gaza.
"Ini memperlihatkan keberimbangan poin nomor 16. Ditekankan di sini bahwa Israel ditekan untuk tidak mengokupansi atau menganeksasi Gaza. Sudah dijelaskan di sini kalau Israel dan semua kepentingannya harus meninggalkan Gaza," ucap Ulta.
Lalu dalam poin 19 dan 20 yang dibuat BoP, Palestina nantinya didorong untuk menentukan nasib sendiri serta membangun negara secara mandiri.
"Lucu kalau dibilang enggak ada poin yang menyebutkan atau mengadvokasi kemerdekaan Palestina di BoP. Bahasanya mungkin berbeda, tapi ini adalah pathway. Nomor 19 dan 20, dibilang bahwa ketika program ini sudah berjalan, akan diberikan pathway kepada Palestinian Authority (PA) untuk self determination and statehood. Jadi diberikan jalan untuk menentukan nasib mereka sendiri dan membangun negara mereka sendiri. PA akan menjadi representasi aspirasi masyarakat Gaza," Ulta menerangkan.
#SINDONews #SINDONewscom #SINDNewsBeyondHeadlines #SINDONe7wsTV #iNewsMediaGroup #BeritaTerkini #KSP #TenagaAhliUtama #KantorStafPresiden #20Poin #BoardofPeace #Gaza #Israel #Palestina
MY FRIEND IS STILL PAYING FOR GMAIL STORAGE.
I told him to do this before.
He went from 14.9/15 GB to 6 GB in a single afternoon.
Hope this helps you ↓