MK menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan uji UU Penyandang Disabilitas yang diajukan oleh Raissa Fatikha dan Deanda Dewindaru.
Para Pemohon menilai, tidak adanya pengakuan secara eksplisit penyakit kronis sebagai bagian dari ragam disabilitas telah merugikan hak konstitusional mereka. Kerugian tersebut dinilai nyata, terutama dalam mengakses layanan publik yang menjadi hak istimewa penyandang disabilitas.
Melalui permohonan ini, mereka meminta MK untuk memasukkan penyakit kronis sebagai salah satu ragam disabilitas dalam UU Penyandang Disabilitas.
#Courtizen dapat tonton siaran ulangnya pada tautan berikut: https://t.co/v0YE3xgCia
#MengawalKonstitusi
#salaMKonstitusi
#MKRI
Pada 2025 ini, Universitas Brawijaya menerima tak kurang dari 64 mahasiswa dengan disabilitas dari berbagai ragam. Mereka tersebar di 11 fakultas di UB dan berasal dari 11 provinsi di Indonesia.
Berikut rincian yang juga tergambar dalam infografis dalam postingan ini.
Jumlah berdasarkan asal provinsi:
31 orang dari Jawa Timur, 2 orang dari Jawa Tengah, 1 orang dari DI Yogyakarta, 11 orang dari Jawa Barat, 4 orang dari Banten, 6 orang dari DKI Jakarta, 3 orang dari Nusa Tenggara Barat, 2 orang dari Kalimantan Timur,
Sebagai bagian dari agenda awal membekali mahasiswa volunteer pada disability awareness, kegiatan ini memuat pengenalan isu disabilitas, penguatan paradigma, dan pengarahan praktis terkait pendampingan mahasiswa difabel dalam kegiatan akademik.
Meskipun UB menyelenggarakan Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas, sebagian mahasiswa difabel tidak masuk melalui jalur tersebut, namun juga dari Seleksi Nasional Berdasarkan Tes dan Seleksi Mandiri UB (masing-masing 10%).
Dari segi ragam disabilitas, mayoritas mereka adalah Tuli/HoH dan difabel daksa, yang masing-masing jumlahnya adalah 42% Tuli/HoH, 26% difabel daksa, dan 16% difabel netra. Sisanya merupakan difabel mental, psikososial, dan intelektual.
Kunjungan tersebut merupakan salah satu rangkaian workshop berjudul "Exploring GEDSI in Higher Education" untuk perwakilan universitas-universitas di Indonesia yang menerima Global Partnership Program.