Setelah belajar psikologi, sekarang aku baru paham kenapa ada sebagian perempuan yang bisa sangat ramah, sabar, dan lembut kepada orang lain.
Tapi begitu pulang ke rumah, terutama saat berhadapan dengan ayah atau ibunya, dia jadi tegang, mudah tersinggung, cepat marah, atau merasa cemas tanpa tahu kenapa.
Bukan selalu karena dia anak yang durhaka atau tidak menghormati orang tuanya.
Muslim to muslim:
Jangan tertipu oleh sholat dan puasamu. Lihatlah bagaimana kamu memperlakukan orang lain, itulah cerminan sejati dari jiwamu.
- Imam Al- Ghazali
🗣️: kenapa Idul Adha terasa lebih sepi dari Idul Fitri?
Karena mengorbankan adalah luka yang diam, sedang memaafkan bisa dibalut senyuman.
Idul Fitri adalah pelukan setelah hujan tangis, Idul Adha adalah pelajaran diam-diam tentang kehilangan dan keikhlasan yang nggak semua orang mampu rayakan dengan ramai, karena nggak semua punya hati sebesar nabi Ibrahim Alaihissalam, dan nggak semua sanggup melepas seberani nabi Ismail Alaihissalam.
BARU PAHAM MAKNA IDUL ADHA
"setiap kita adalah Ibrahim, Ibrahim punya Ismail!!Ismail mu mungkin hartamu, Ismailmu mungkin jabatan mu, Ismailmu mungkin gelarmu, Ismailmu mungkin egomu, Ismailmu adalah sesuatu yang kau sayangi dan kau pertahankan di dunia ini.
Ibrahim tidak di perintah Allah untuk membunuh Ismail.Ibrahim hanya di minta Allah untuk membunuh rasa 'kepemilikan' terhadap Ismail karna hakikatnya semua adalah milik Allah.
Idul Adha adalah tentang percaya dan ikhlas, dua hal yang sungguh berat.banyak hal-hal yang dulu biasa sekarang terasa 'mewah' banyak yang kita rasa sudah jadi bagian hidup kita, namun ternyata harus kita lepas.
Masyaallah tabarakkallahu, kurban pertama dengan uang hasil kerja sendiri 🥹 semoga tahun depan ada rezeki lebih lagi biar bisa berkurban lagi #iduladha#kurban
diam-diam ternyata aku mulai
menyukai versiku yang sekarang,
yang kalau di jauhin aku gak lagi nanyain letak salahku dimana, gak diajak ngomong aku bakal diam. punya teman gak nanya kenapa mereka gak ajak aku, gak lagi bersedih kalau satu persatu orang akan lihatin sisi buruknya, gak lagi berharap di balas baik kalau baikin orang.
ternyata hidup sedikit di bodoamatan
itu gapapa banget!
18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu.
Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu".
Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan."
Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata?
Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri.
Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya.
Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa?
Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.
1. Nadiem Makarim bikin 4 juta lapangan kerja: penjara 18 tahun
2. Fufufafa janji buka 19juta lapangan kerja: dipelihara negara
Nadiem Makarim dikenal sbg pendiri Gojek, narasi mengenai 4 juta lapangan kerja merujuk pada dampak ekonomi yang diciptakan melalui ekosistem Gojek