Guys, Nadiem Makarim baru saja berbicara di depan media setelah mendengar tuntutan jaksa dan apa yang dia katakan menurut gue adalah salah satu momen paling menggetarkan yang pernah terjadi di depan kamera dalam sejarah hukum Indonesia belakangan ini.
Bukan karena dramanya.
Tapi karena pertanyaannya
yang tidak bisa dijawab dengan mudah.
Angka yang tidak masuk akal:
Jaksa menuntut Nadiem 18 tahun penjara
ditambah denda.
Kalau uang pengganti tidak dibayar
ditambah 9 tahun lagi.
Total efektif: 27 tahun.
Uang penggantinya? Rp809 miliar
ditambah Rp4,8 triliun.
Total sekitar Rp5,6 triliun.
Sementara total kekayaan Nadiem di akhir masa jabatan menteri menurut pengakuannya tidak sampai Rp500 miliar.
Dan Nadiem langsung mengajukan pertanyaan yang menurut gue tidak ada jawaban rasionalnya:
"Tuntutan saya lebih besar dari pembunuh.
Tuntutan saya lebih besar dari teroris.
lebih parah dari kasus ferdi sambo
lebih parah dari kasus pembunuhan
yang menghilangkan nyawa seseorang
Kenapa?"
Dari mana angka Rp4,8 triliun itu:
Ini yang paling mengejutkan.
Angka Rp4,8 triliun diambil dari SPT pajak Nadiem tahun 2022 di mana dia melaporkan nilai IPO Gojek sebagai kekayaan.
Bukan uang yang dia terima tunai.
Bukan transfer yang masuk ke rekeningnya.
Tapi nilai saham pada saat IPO yang sifatnya sementara dan tidak pernah dicairkan dalam jumlah itu.
"Itu bukan uang yang saya terima.
Itu cuma nilai IPO.
Dari situ dia ambil,
oke sekarang harus dibayar balik.
Apa logikanya?
Dan untuk Rp809 miliar menurut Nadiem itu adalah transfer antara dua perusahaan Gojek yang tidak ada hubungannya dengan dirinya,
tidak ada hubungannya dengan Google,
tidak ada hubungannya dengan pengadaan Chromebook.
Yang paling telak tidak ada aliran dana ke Nadiem:
Di sinilah argumen Nadiem paling kuat dan paling sulit dibantah.
PPATK tidak menemukan transfer ke Nadiem.
Tidak ada aliran dana dari vendor ke Nadiem.
Tidak ada aliran dari Google ke Nadiem.
Tidak ada dari PT Akap.
Tidak ada dari PTG.
Nol.
Dan Nadiem mengajukan satu analogi yang sederhana tapi sangat mengena: "
Di dalam sidang mobil yang dihadirkan itu biru, harganya 100.
Di dalam tuntutan tiba-tiba mobilnya merah dan harganya 50.
Sesuatu yang sudah dibuktikan dengan dokumentasi, dengan saksi di dalam tuntutan balik lagi ke dakwaan awal. Buat apa sidang?"
Yang paling menohok dari seluruh pernyataan Nadiem:
Dia tidak memilih untuk pergi.
Dia tidak menyesal masuk ke pemerintahan.
Bahkan setelah semua ini.
"Untuk mencari uang itu bisa seumur hidup.
Untuk membantu generasi penerus bangsa kita menjadi lebih baik itu hanya kesempatan sekali dalam hidup."
Dan kemudian dia bilang sesuatu yang membuat ruangan itu hening:
"Saya sakit hati.
Saya patah hati.
Tapi orang cuma patah hati kalau dia cinta.
Saya patah hati karena saya cinta negara ini."
Yang perlu dikawal masyarakat:
Malam setelah pernyataan ini Nadiem
menjalani operasi.
Dia bilang kondisinya akan semakin parah
kalau tidak segera ditangani.
Ini bukan drama.
Ini realitas dari seseorang
yang sedang menghadapi ancaman 27 tahun penjara sambil menjalani prosedur medis.
Dan pertanyaan yang harus terus diajukan adalah:
kalau memang tidak ada aliran dana yang bisa dibuktikan kalau PPATK pun tidak menemukan transfer ke terdakwa atas dasar apa tuntutan sebesar ini bisa dikeluarkan?
Sistem hukum yang baik tidak seharusnya membuat seorang mantan menteri yang membangun Gojek dan menyuarakan pendidikan digital harus bertanya kenapa tuntutannya lebih berat dari teroris.
Kalau faktanya sudah terang benderang di persidangan tapi tuntutannya mengabaikan fakta itu maka yang sedang kita saksikan bukan proses hukum. Itu adalah sesuatu yang jauh lebih berbahaya.
Dan Nadiem benar soal satu hal:
kalau orang tanpa nama besar dan tanpa suara mengalami hal yang sama tidak akan ada yang tahu. Tidak ada yang meliput.
Tidak ada yang peduli.
Berapa banyak Nadiem-Nadiem tanpa nama yang sudah terjebak dalam sistem yang sama?
just for nadiem
yang telah membuka lapangan pekerjaan
yang mungkin lebih berjasa daripada pemerintah itu sendrii,aparat dan penegak hukum itu sendiri
Secara permainan timnas Indonesia jauh lebih unggul malam ini, Bulgaria dikurung dan nyaris sepanjang pertandingan didominasi.
Hanya kurang beruntung kebobolan via penalti.
John Herdman baru beberapa bulan megang tim ini, cukup menjanjikan. 👍
no justice jika tidak viral. adik ini salah satu siswi SMA NEGERI 4 KENDARI mengalami perundungan sampai tergeletak di lantai, bantu up yuk guys:( bhkn blm ada titik terang krn pelakunya anak orkay smua :(( yap!