Hanya ada seorang teman, yang akan mengangkatmu ketika kamu terjatuh.
Bahkan di lubang yang paling dalam.
Dia tidak pergi, dia tidak akan pernah pergi. Dia akan menuntunmu kembali. Hingga kamu berada di jalan yang benar.
Saat kamu menemukan orang itu, dia adalah sahabatmu.
Semua orang pandai berbicara, namun tidak pandai mendengarkan.
Semua orang pandai melihat, namun tidak pernah mengalami.
Semua orang pandai menilai, namun tidak pernah merasakan.
Beberapa peribahasa yang terlihat klise, sekarang mulai terasa memang benar nyata.
Seperti contoh :
"Ketika senang, teman mendekat. Ketika susah, tidak ada satupun teman datang"
Terlihat seperti bualan belaka, namun di kehidupan saya sekarang, semuanya terasa nyata.