Home Sweet Home
"Adios, text me when you’re home," she said, waving a hand. She turned to walk towards his home, feeling the weight of his feet stepping. Quietly she turned the door knobs and uttered a greeting. She stalled for a moment.
As parent I will do the same ketika mereka cukup umur, daripada di ajarin minum ma strangers, akhirnya minum yg aneh2.
Terutama buat anak cewek agar bisa jaga diri.
Sebagai ayah kuajain caranya minum yg cukup biar nggak mabok, nolak minuman, jgn nyetir waktu mabok dan cara jaga diri.
Krn semua kebodohan pas minum itu bisa dikurangi jika ada yg mengajarkan.
Jangankan pacar, punya temen pinter dan thoughtful aja tu enak bgt tau. Pas small talk di tengah rapat soal berita Anak Krakatau meletus, bisa-bisanya dia langsung ngejelasin tipe letusannya gmn menurut pemahaman dia. Aku dengerinnya aja terpukau, she’s from geofisika UGM btw 🥰
Dia tidak pernah tau data Valid
Prab “ kebakaran paling besar Riau “
BNPB “ Kalimantan Barat pak Presiden “
Prab “ ohhh masih Kalbar ( sambil tatap Teddy)
“ selama ini kita tau, si penyaring laporan bagus bagus itu siapa “
Dalam psikologi Islam, ada konsep qalbun salim: hati yang nggak terlalu sibuk dengan iri, sombong, atau keinginan untuk dipuji.
Biasanya, hati seperti itu kelihatan dari cara seseorang bersikap. Nggak banyak gaya, nggak sibuk mencari perhatian, tapi entah kenapa orang merasa nyaman ketika ada di dekatnya.
Mungkin itu yang disebut sakinah. Ada ketenangan yang nggak selalu bisa dijelaskan, tapi bisa dirasakan.
Orang seperti ini juga nggak kelihatan berusaha keras supaya disukai. Dia melakukan sesuatu karena memang ingin berbuat baik. Bukan karena ingin dilihat. Di situ ada ikhlas.
Menariknya, orang yang sedikit bicara kadang justru lebih didengar. Bukan karena suaranya paling keras, tapi karena ketika bicara, ada sesuatu yang memang perlu disampaikan. Nabi Muhammad ﷺ juga memberi contoh bagaimana kata-kata yang sedikit bisa punya makna yang dalam.
Dan ada satu hal lagi: orang merasa aman untuk bercerita kepadanya.
Mungkin karena dia nggak buru-buru menghakimi. Nggak semua cerita harus dibalas dengan nasihat. Kadang cukup didengarkan dan dijaga rahasianya.
Soal rezeki atau pertolongan yang datang dari arah yang nggak disangka-sangka, kita tentu nggak bisa langsung menyimpulkan bahwa itu pasti karena seseorang “lebih saleh”.
Tapi sikap tawakal dan husnuzan kepada Allah memang bisa membuat seseorang menjalani hidup dengan lebih ringan. Dia tetap berusaha, tapi nggak merasa harus mengendalikan semuanya.
Barangkali, hati yang tenang memang nggak perlu terlalu banyak menjelaskan dirinya.
Orang lain biasanya bisa merasakannya.
Barusan dapet satu unpopular opini yang bikin nangis banget di aku :
Orang tua yang menjadikan anak pertama sebagai tempat curhat masalah rumah tangga itu bukan bentuk kedekatan, tapi bentuk pengabaian emosi. Mereka belum punya kapasitas buat nampung beban mental orang dewasa.
Sadar ga sih anak yang sering dijadikan 'partner' masalah orang tua cenderung jadi people pleaser parah. Mereka terlalu sibuk mikirin perasaan orang lain sampai lupa cara validasi perasaan sendiri??
gue lebih takut menikah sama orang yang punya pola pikir begini daripada sama orang broken home.
karena luka masa kecil masih bisa disadari, diproses, dipelajari, dan diputus. tapi orang yang merasa latar belakang keluarga sudah cukup untuk menentukan nilai manusia biasanya—
Istriku berasal dari keluarga cemara, attachment style-nya secure, dan dia ga mikir kayak gini :))
Sbgai org yg pernah ngalamin depressive mood dan pnya anxiety yg cukup mengganggu, ak ngerasain sendiri pnya pasangan yg supportive itu ngebantu kita pulih dan ngejalanin proses healing.
Tp bukan berarti pasangan bertanggung jawab buat nyembuhin kita. Proses itu tetep tanggung jawab kita sendiri. Pasangan bsa nemenin dan support, tp bukan ngambil alih.
Menurutku wajar klo seseorang menilai family background calon pasangannya. Hanya aja, family background harusnya jadi sesuatu yg diperiksa, bukan alasan buat automatic rejection.
Yg perlu ditanyain:
- Apakah dia sadar sama trauma dan pola yg dia bawa?
- Apakah dia bsa bikin boundary yg sehat sama keluarganya?
- Apakah dia mau berubah dan cari bantuan profesional klo memang dibutuhkan?
Pengalaman keluarga buruk emg bsa memengaruhi attachment, regulasi emosi, dan hubungan romantis pas dewasa. Tp itu risk factor, bukan vonis.
Org yg berasal dari keluarga cemara jg belum tentu ga pnya masalah. Kadang dari luar keliatan baik2 aja, ternyata ada pola atau pengalaman ga nyaman yg ga pernah dibicarain.
Jadi menurutku, bukan cuma soal dia lahir dari keluarga seperti apa. Tp gimana dia sadar, mengelola, dan bertanggung jawab atas pola yg dia bawa ke pernikahan.
Org yg pnya luka tetep layak dicintai dan dinikahi.
Memangnya kenapa kalau Yaman?
Anies Baswedan keturunan Yaman
Najwa Shihab keturunan Yaman.
SMN Al Attas itu keturunan Yaman
Pahlawan Indonesia yang keturunan Yaman itu banyak.
Dan kalau memang benar Fathimah marga Arabnya adalah Thalib.
Maka dia masih saudaraan dengan Munir Said Thalib.
Keturunan Yaman yang dibunuh karena memperjuangkan HAM.
Beneran dah cara cara rasis untuk membungkam perlawanan itu sudah keterlaluan.
this man on tiktok said “youcannot repair a relationship with a man who believes the problem is always your reaction, never his behavior” and that’s real shit.
Di umur segini, gue rasa kedewasaan emosional jauh lebih attractive ya daripada fisik.
Bisa komunikasi saat ada masalah, ga main silent treatment, ga defensif kalau dikasih tahu salah, dan tahu kapan harus minta maaf.
That’s a green flag.
Anak lu ngerasa biasa aja kalo dibeliin sesuatu bukan krn introvert kocakkkk itu krn lu selalu ngasih semua yg dia mau atau bahkan yg dia gak mau. Lupa yg vlog lu dulu isinya ngasih mainan segambreng, ya anaknya ngerasa ngapain gue excited toh bsk gue minta X juga dikasih kok.
Bayangin itu terjadi dr dia lahir sampe sekarang, anak lu ya jd spoiled kid. Emang dia liat anaknya gak kasian apa ya. Dari kecil diurus sm orang Inkompeten🙃
Di umur sekarang, hubungan tuh udah bukan cuma soal chemistry lagi. Tapi lebih ke: "bisa nggak kita tetep gentle pas lagi sama-sama capek?" "bisa nggak saling understand pas lagi sama-sama sibuk?" "dan bisakah kita tetep choose each other, pas hidup lagi nggak mudah?"
waktu kampanye bilangnya akan ngejar koruptor sampai ke antartika, sekarang bilangnya mau mengampuni koruptor asal mau taubat
setelah ngasih dirinya nilai 99 dan 100 untuk tuhan, sekarang jadi maha pengampun dan penerima taubat. mau remake kisah firaun apa gimana
NTT gempa, kalimantan dan sulses kebakaran, aceh bergejolak bukan jadi skala prioritas. masih sibuk dengan validasi, kopdes dan MBG yang efek dominonya bikin harga sembako jadi naik dan korupsi terang-terangan. rakyat tercekik bukan jadi soal baginya. hutang menjadi tanggungan rakyat, menaikkan pajak dan pengadaan pajak2 baru semaunya. terus menerus rakyat yang diperas. canggih
jajarannya juga cuma sibuk menyenangkan dan ngasih makan ego dia saja. apa itu kerja untuk rakyat? omong kosong
Allahu musta'an. kuat2 saudaraku 🥹