Ada anggota @DPR_RI yang mendadak jadi si paling vokal minta Dirut KAI mundur.
Tapi entah kenapa, suaranya hilang total kalau urusannya:
• Kepala BGN, padahal ribuan kasus keracunan MBG + insentif tetap cair meski SPPG tutup
• Dirut BNI, soal pengawasan KCP Aek Nabara yang amburadul
• Dirut Agrinas, urusan impor CBU pikap India
• Menteri PPPA, dengan ide absurd soal gerbong wanita
• Menteri Pariwisata, yang bingung sendiri ngurus sektornya
Standarnya ternyata fleksibel.
Keras ke satu pihak, sunyi ke yang lain.
Gue udah baca ini artikelnya. FYI bukan cuma soal bau. Warga Cibetus sampai harus nutup rumah hampir 24 jam, nggak bisa jemur baju karena lalat, dan banyak yang kena ISPA/batuk berkepanjangan. Udah berkali-kali ngadu ke pemda tapi minim respons. Pas protes malah ada intimidasi & penangkapan.
Ini jelas gak cuma sekadar isu produk 😭, tapi soal lingkungan & hak hidup warga.
😭😭😭
Ada orang naik motor di daerah 3T (terpencil), membandingkan bangunan dapur MBG (SPPG) dengan bangunan sekolah yang menerima MBG. lebih bagus bangunan SPPG daripada sekolahnya 🥲
Gk semua Anak Kecil Itu Lucu
Gk kebayang gimana perasaan pemilik wahana balon ini. Apalagi ini udah nyangkut sama pencarian nafkah orang lain.
Ini jelas salah anaknya, tapi orang tuanya juga gagal mendidik.
@GKuswaya kalian pekerja kreatif atau punya bisnis usaha apapun
kalau dapat order dari institusi basingse, segera TOLAK tanpa pikir 2x
mau orngnya baik, track record bagus, bisa dipercaya dan sejenisnya, TOLAK !!
kenapa ?
ya karena belum saja giliran kalian yang jadi kambing hitam
Same old trick:
"bocoran" dilempar dulu lewat buzzer.
Kalau rame, tinggal cuci tangan dan teriak hoaks.
Kalau pada diem, nanti tinggal disahkan.
Negara yang kerja dengan cara begini pantas disebut negara kampungan, nggak ada tata kelola blas 😒
Baru saja terjadi min dipantai legend daerah Yogyakarta.. Saya wisatawan lokal yang rumah juga kebetulan dikretek daerah dekat pantai, Lagi momong. duduk2 dipinggir pantai tiba2 diusir sama tukang sewa tikar ,.Katanya mau buat mindahin tikar. Padahal tempat kami duduk sebelumnya kosong tidak ada persewaan tikar. Sangat tidak nyaman min, Mau ngelak malas ribut, Akhirnya kami terpaksa pindah. Harusnya bukankah pantai itu tempat wisata yang siapa saja boleh duduk dimana saja dan tidak wajib duduk ditempat persewaan tikar? Mohon kepada pihak terkait untuk dibina masyakarat seperti ini yang sering kali buat wisatawan merasa tidak nyaman untuk berkunjung. Semoga bisa menjadi bahan evaluasi untuk @dispardiy dan pihak terkait.. Mungkin ada yang pernah mengalami hal demikian?
Akun mohon disamarkan ya min. Terimakasih banyak..🙏🏻🙏🏻
Rumput ini sangat sering ditemukan di lahan kita. Selain bikin capek, karena susah nyabutnya sebenarnya rumput ini memberikan sinyal lain.
Ada yang sadar ?
mereka ini kenapa si
nakes, buruh shift 3, damkar, satpam, hotelier, petugas SPBU, petugas bandara, pramu minimarket, banyak juga yang kerja malem dan ga seberisik ini 😅😅