"MASTERCLASS SCALONI"
MENGORBANKAN PAREDES, PEMAIN TERBAIK ARGENTINA, DEMI MENGUBAH ARAH PERTANDINGAN.
Babak pertama menjadi panggung Leandro Paredes.
Ia berkali-kali menghentikan serangan Inggris lewat tekel dan intersep, ia juga menjadi poros utama progresi bola Argentina. Hampir setiap serangan Argentina dimulai dari kakinya.
Karena itu, saat Inggris unggul 1-0 pada menit ke-55 lewat gol Anthony Gordon hasil assist Morgan Rogers, banyak yang mengira Scaloni akan mempertahankan Paredes untuk menjaga kontrol permainan dan membuat perubahan di pos yang lain.
Yang terjadi justru sebaliknya.
Menit 63,
Scaloni membuat keputusan paling berani di laga ini.
Leandro Paredes keluar, Nicolás González masuk.
Pemain terbaik Argentina dikorbankan. Keputusan itu langsung dipertanyakan karena Argentina kehilangan gelandang yang paling tenang saat membangun serangan.
Namun Scaloni tidak sedang mencari keseimbangan. Ia sedang mengejar FINAL.
Dengan masuknya Nico, Argentina memiliki ancaman yang jauh lebih besar dari sisi kiri dengan agresivitasnya. Tujuannya jelas: memaksa Inggris bertahan semakin dalam.
Efeknya langsung terlihat.
Beberapa menit kemudian, Messi melepaskan umpan silang yang disambut sundulan Nico González. Jordan Pickford masih mampu menepisnya, tetapi untuk pertama kalinya Inggris benar-benar tertekan.
Menit 71,
Thomas Tuchel merespons. Anthony Gordon keluar, Ezri Konsa masuk. Pergantian yang menunjukkan Inggris mulai berpikir mempertahankan keunggulan.
Pada momen yang sama,
Scaloni juga melakukan perubahan. Nahuel Molina yang terisolasi ditarik keluar, Gonzalo Montiel masuk untuk berkolaborasi dengan Messi dengan crossing dan overlapnya.
Menit 72,
Scaloni kembali membuat perubahan besar.
Giuliano Simeone keluar, mesin pressing dan progresi bola Rodrigo De Paul masuk.
Lisandro Martínez yang telah mengantongi kartu kuning juga diganti Otamendi yang siap berduel dan bikin progresi bolah lebih berani.
Messi kini menetap di posisi RWF bersiap spam crossing mematikan, sementara Nico González mendapat kebebasan menjadi pelari dari sisi kiri sekaligus penyerang "lubang".
Macca setidaknya punya dua momen peluang besar berkat pergantian ini.
Enzo mendapatkan ruang tembak yang ideal karena seluruh pemain Inggris dipukul mundur ke belakang.
Scaloni belum puas.
Menit 80, ia mengambil risiko yang lebih besar lagi.
Nicolás Tagliafico keluar, Lautaro Martínez masuk.
Argentina praktis bermain dengan tiga pemain depan.
Julián Álvarez melebar ke kiri, Nico González mengisi ruang yang sebelumnya ditempati Tagliafico, sementara Lautaro menjadi target utama di kotak penalti.
Dan Messi tetep stay di sisi kanan.
Melihat Argentina semakin menyerang, Tuchel justru mengambil keputusan yang berlawanan.
Menit 81, Reece James keluar, Dan Burn masuk.
Inggris memilih menambah bek dan mempertahankan keunggulan 1-0.
Kesalahan itu langsung dibayar mahal.
Menit 85, tekanan tanpa henti Argentina berbuah gol. Enzo Fernández menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat tendangan indah setelah mendaptkan assist halus dari Messi.
Inggris semakin tertekan. Argentina terus menyerang.
Lalu datang pukulan terakhir.
Menit 90+2, Lautaro Martínez mencetak gol kemenangan melalui crossing Messi. Penyerang yang baru masuk pada menit ke-80 menjadi penentu tiket Argentina ke final.
Scaloni mengorbankan pemain terbaiknya demi mengubah arah pertandingan. Tuchel justru mengorbankan keberanian demi mempertahankan keunggulan.
Yang satu berani mengambil risiko untuk menang. Yang satu takut kehilangan keunggulan. Hasil akhirnya? Argentina ke final, Inggris pulang dengan penyesalan.
FT: Inggris 1-2 Argentina
Match gilaaaaa penuh dengan settingan FIFA, Inggris bisa mencuri 1 gol dan langsung bertahan disuruh FIFA
Lagi lagi mentalitas yang berbicara, Argentina menggempur Inggris tanpa henti, dikomandoi oleh Lionel Messi yang berkeliaran ke sana-ke mari cari ruang (gak ngendog di depan doang) dan benar saja dia yang jadi aktor 2 gol Argentina
Bener-bener pertandingan seru, Inggris sebenarnya punya kemampuan untuk menekan, tapi malah disuruh FIFA parkir bis setelah unggul
Stres, Lionel Messi selalu memberikan kontribusi goal untuk Argentina hingga ke final Piala Dunia 2026.
🇩🇿 Aljazair ⚽️⚽️⚽️
🇦🇹 Austria ⚽️⚽️
🇯🇴 Yordania ⚽️
🇨🇻 Tanjung Verde ⚽️
🇪🇬 Mesir ⚽️🅰️
🇨🇭 Swiss 🅰️
🏴 Inggris 🅰️🅰️
39 tahun, usia hanyalah umur. 🍷
Antiklimaks seorang Jude Bellingham. Setelah puja-puji berkat 6 gol dan 1 assist dari 6 match, Jude mengakhiri laga semifinal dengan adu mulut vs Messi dan memukul kepala Barco seusai laga.
Calm down. Be humble, Jude...