Sekarang denger cerita rasisme orang sana ke orang sea. Mirisnya, kita sering 'mendewakan' mereka, tapi di sana kita kadang dipandang sebelah mata.
โPadahal kalau dipikir-pikir, industri hiburan mereka nggak bakal segede ini tanpa support (dan duit) dari fans militan di seabling
Jujur, capek nggak sih liat standar cakep, standar sukses, sampai standar gaya hidup harus selalu 'Kiblatnya Korea'?
Padahal kita tinggal di Asia Tenggara yang punya vibes, kulit, dan kultur yang nggak kalah keren. Tapi kenapa ya kita sering ngerasa 'kelas dua' dibanding mereka?