Dulu waktu masih kecil nggak ngerti kenapa perbedaan pandangan politik bisa bikin orang berkelahi sampe memutus tali silaturahmi kek ‘why 🥺’
SEKARAAAAANGGGGGG… GUE AKAN BERKELAHI SAMA LOE LOE SEMUA YANG TOLOL DAN AKAN GUE PUTUSIN TALI SILATURAHMI KITAAAAAAA
#GenshinImpact#Odette
"She dances and dances... The gazes and hearts of all follow her every graceful motion, only to fall as the curtain draws closed ♪~
"But Odette, oh Odette, Odette of Snezhnograd, Odette of the Korolevskiy Troupe, Odette who belongs not to herself ♪~
"Does your heart yearn to be the center of attention, or to dance alone on the snowy plains? ♪~"
— A song drifting from Vodyanitsa's room
◆ Name: Odette
◆ Title: Swirling Snow
◆ Prima Ballerina of the Korolevskiy Troupe
◆ Stellar Linchpin: Cryo
◆ Constellation: Cygnus Olor
#GenshinImpact#Odette
Odette: Swirling Snow
Balerina Utama Rombongan Teater Korolevskiy
Di Snezhnaya, bangsa yang diselimuti salju dan es, mengunjungi teater bukanlah perkara mudah. Pada hari-hari ketika hawa dingin begitu menusuk, kebanyakan orang lebih memilih menghangatkan diri di dekat perapian daripada menerjang salju demi menonton sebuah pertunjukan.
Tapi pertunjukan balet Odette adalah pengecualian.
Setiap kali namanya terpampang di poster pertunjukan, antrean panjang segera mengular dari loket tiket. Namun mereka bukan datang demi senyumnya yang manis, karena dia nyaris tak pernah tersenyum pada penonton. Bukan pula karena sikapnya yang hangat, karena dia tidak pernah berlama-lama di atas panggung begitu tirai ditutup. Yang mereka nantikan hanyalah tariannya. Saat Odette berjinjit di atas ujung sepatunya, bahkan angin Snezhnaya yang menderu seolah ikut terdiam. Setiap langkahnya begitu presisi hingga seluruh teater menahan napas. Dan bagi mereka yang mengaguminya, sikap dinginnya justru adalah pesonanya.
Sang gadis yang memikat begitu banyak hati dari atas panggung ini juga adalah anggota Fatui.
Hari-harinya terbagi antara teater dan Fatui. Latihan menari dimulai sejak pagi buta, sementara pelatihan Fatui baru usai larut malam. Waktu yang tersisa diisi dengan latihan pribadinya atau misi-misi mendadak. Di ruang latihan, dia meregangkan tubuh hingga batasnya sebelum mulai menari. Di lapangan latihan, dia menjatuhkan lawan-lawannya sebelum bergegas menuju tugas berikutnya. Hari demi hari, dia terus berputar bagai penari dalam kotak musik, tanpa henti, seolah tak mengenal lelah maupun istirahat.
Seorang sahabat pernah bertanya, "Kamu tidak capek bolak-balik antara pertunjukan balet dan Fatui?"
Odette memiringkan kepala dan merenungkannya sejenak, lalu menjawab dengan datar, "Aku sudah terbiasa".