#INTINYADEH kami lagi cari member buat project abal-abal 2DRP khusus W-OC ini. egk ad kriteria spesifik buat membernya, yang penting mw kumpul plot mingguan buat keaktifan π€
no twins ingyah. yg mw joinz boleh mention kmi yh maniezz,, (plz lgi mager nganuin yg estetik estetik)
@0usaKing Beruntunglah ia kerana buah hatinya tidak memiliki kesulitan dalam tidur. Mungkin terbiasa dengan kebiasan yang dilakukan sang Ayah.
βMat tiduy papa.. Swip weyy.β
Lampu padam menjadi akhir cerita si kecil hari ini.
-Finn..
Di sambutnya kue itu dengan gigitan gigitan kecil, mengunyahnya dengan penuh khidmat.
Tidak begitu paham apa yang dirimu ucapkan, mengangguk disana biar cepat.
βMmmwwm~ Mmwwwm~ cuka tukis yoyd nyah.β
Jemarinya gembul banget, pengen digigit! Ia urungkan niat dan menyodorkan kukis lembut tadi tepat di depan mulut si anak.
"Ayo makan, biar om bisa jual."
Ia buka satu bungkus dengan susah payahβmengandalkan satu tangan dan mulutnya saja. Ia sodorkan kukis dengan membuat gestur seperti pesawat.
"Aaaa~ aammm!"
Pipi anak itu dihapnya.
@artcoeratist [] Waduh sequel nih, nanti kalau udah besaran ga apa-apa kok aunty. Lloyd ini karakter grow up π jadiii masa kecilnya nda akan lamaa huhuQ
Untung saja sogokan itu lebih menarik, jadi βhapβ pada pipi gembilnya tidak terlalu di pedulikan.
Jemari mungilnya masih meraih-raih kue yang masih di main-mainkan olehmu.
βMahu mahu mahuu tukisss!β
Ia buka satu bungkus dengan susah payahβmengandalkan satu tangan dan mulutnya saja. Ia sodorkan kukis dengan membuat gestur seperti pesawat.
"Aaaa~ aammm!"
Pipi anak itu dihapnya.
!2DFESS | Tabik, telah hadir ia, yang dikirim oleh sang pemegang pena `tuk memperluas lingkup pertemanan. Sila jatuhkan keyword atau IC beserta skala kedekatan untuk mengukir cerita bersama; atau hijaukan tombol `tuk bertemu di lain kesempatan. Terima kasih.
W-OC.
Walau cemberut ia tetap mengambil sogokan itu, beruntunglah paman kamu masih bisa menyogoknya!
Coba gedean dikit, itu gigitan tidak akan di lepaskan semudah ini!
βMahuu kuweeee mahuu! Buka-buka!β
"ADOH!" Ia jauhkan wajahnya dari jangkauan anak kecil di gendongannya lalu memegang hidungnya dengan satu tangan, sementara tangan satunya lagi masih menahan bobot si bocah.
"Ini, jangan gigit lagi ya." Disodorkannya dua bungkus kukis lembut setelah selesai menggosok hidung.