The Craziest Comeback In The Premier League 🥹
Wolverhampton 3️⃣ -2️⃣ Manchester City ⚽️
What a performance from wolves. Five Goals. Huge drama And a massive Victory against the Champions. 😱
With this stunning turnaround, Wolves completed a historic Premier League double over Manchester City for the 2019/20 season, having already beaten them 2-0 at the Etihad Stadium earlier that October. The result left Manchester City 14 points behind league leaders Liverpool, effectively ending their realistic hopes of retaining the title that season.
"134 Tahun Liverpool : YNWA Bukan hanya Chant, tapi ini adalah Keluarga yang Bikin Kamu Tak Pernah Sendiri! 🔥💓"
134 Tahun lalu, di kota Pelabuhan yang penuh asap pabrik, lahir sebuah keluarga. Bukan klub bola biasa. Ini Liverpool FC. 3 Juni 1892. John Houlding bikin tim setelah ribut soal sewa Anfield. Dari klub bernama Everton lalu lahirlah The Reds.🔴
🧵 Sebuah Utas @LFC
Doc Oc Is Not A Clown. He’s The Villain EPL Managers Are Scared Of.
Sebelum ngomongin LFC, mungkin kita perlu ngomongin dulu gimana otak orang ini kerja. Karena yang mau datang ke Anfield adl head coach yang bukan cuma dengan track record bagus yet dateng dengan sistem yang dibangun selama belasan tahun, dari kota Bilbao di Basque sampe ke pantai selatan Inggris.
Where It All Comes From
Iraola main 15 tahun di Athletic Club. Di sana dia main 2 musim di bawah Bielsa. Cukup lama buat menyerap sesuatu yang mengubah cara dia memandang football. Tapi, tentunya dia bukan fotokopi Bielsa.
Bielsa dengan man marking-nya. Semua pemain punya responsibility 1v1 di semua lini. Iraola ambil intensitasnya, tapi membuang kekakuannya. Dia belajar dari Valverde soal defense compactness. Dia belajar leadership dari Patrick Vieira soal di New York. Then dia masak semua itu jadi sesuatu yg dia punya sendiri.
Andoni sendiri pernah bilang ke Sky Sports soal Bielsa: “I was very lucky to play for him for two seasons as a player. I think he has another vision of football. They were two very good seasons for us, and, for me, it was a different knowledge. I use a lot of exercises from Marcelo that I learned from him. But the structure is different.”
Kalimat terakhir yang penting. Dia ga meniru Bielsa, yet dia mengadaptasi.
The Philosophy
Iraola percaya kalo bertahan paling aman adalah dengan menyerang. Dia pernah bilang langsung: “We feel more comfortable playing aggressively even if we are winning. Because personally, I don’t feel safe even if we are the 11 players behind the ball but we are just in our box shuffling, I don’t feel safe. I feel a lot safer when we are in the opposition half even if we have a space behind.”
Kalo tim-nya dia selalu compact, on-the-ball dan ada di opposition half, probabilitas lawan bisa transisi cepet ke tim kita jauh lebih kecil. Ruang yang mereka butuhin buat counter sudah ketutup duluan.
1 kolega lama dia pernah mendeskripsikan cara main timnya sebagai rock and roll. Chaotic, tapi ada struktur ketat di baliknya.
How He Drills The Press
Start awal musim B'mouth jelek. Fans mulai ribut. Manajemen gelisah. Padahal masalahnya sebenarnya cukup simpel. Sistem dia itu butuh semua pemain ngerti bukan cuma perannya sendiri, tapi juga peran temen-temen di sekitarnya. Kapan harus maju, harus cover, harus trigger press, harus nahan posisi.
On-the-field, Pressing-nya Andoni itu kayak pasang jebakan. Awalnya, pemain Bournemouth ga langsung ngejer bola. Mereka sengaja nutup jalur passing dan ngarahin lawan ke area tertentu.
Nah begitu lawan masuk ke area yang mereka mau, baru players-nya B'mouth langsung nyeruduk bareng.
Yang susah itu timing-nya. Karena semua pemain kudu gerak di momen yang sama. Kalo ada 1 pemain telat sedikit aja, ruang langsung kebuka dan lawan bisa lolos dari press.
Makanya di training, pola kayak gini diulang terus sampai jadi kebiasaan. Sampe pemain ga perlu mikir lagi, ngeliat trigger tertentu langsung badan mereka otomatis bereaksi.
Even dari goal kick lawan aja mereka udah tau kudu ngapain. Kalo lawan main bola panjang, B'mouth udah siap rebut 2nd ball karena posisi pemain tengahnya memang didesign buat itu. Kalo lawan main pendek dari belakang, mereka langsung nge-press dan coba jebak di area lawan sendiri.
Hasilnya musim lalu Bournemouth top di Premier League untuk PPDA, high recoveries, dan high turnovers leading to shots.
How He Attacks
Shape 4-2-3-1 saat build-up. Begitu bola mulai bergerak, full-back naik, shape pelan-pelan jadi 4-2-4 or even 3-2-5. Tujuannya: pancing lawan buat maju, bikin mereka keluar dari shape, terus hajar ruang kosong yang kebuka di belakang mereka/lawan.
Build-up mereka biasanya punya dua cara. Kalau ada ruang, mereka langsung main cepet dan vertikal. Bola langsung dikirim ke attackers atau ke midfielder #8 yang posisinya lebih maju, terus mereka rebut 2nd ball dan lanjut attack.
(cont...)
🚨 André Onana returns to Manchester United and current plan is to join pre-season under Michael Carrick.
Understand Trabzonspor are still keen on keeping Onana and would like to discuss another loan deal, valid until June 2027. 🇹🇷
Talks will follow with #MUFC and Onana’s camp.
Exclusive: Big boost for Liverpool as gifted young winger Josh Abe commits his future to the club.
The England youth international has signed scholarship terms and agreed a pre-contract for a pro deal when he turns 17 next year. Will be part of USA tour.
https://t.co/XT0HlhEQJl
Lo tau Ciccio Manassero?
Menurut gue, dia salah satu football person paling underrated di Indonesia saat ini.
Gue pertama notice dia di industri bola itu waktu dia jadi host NET Soccer tahun 2016an kalau gak salah. Waktu itu pengetahuan bolanya belum banyak keliatan, karena emang gak banyak kesempatan buat nunjukinnya juga. Belakangan dia mulai sering muncul lagi di podcast-podcast bola kaya Sepik Bola di Vindes, Podcast Bola di Kemal Palevi, sampai beberapa hari lalu gue abis nontonin dia di Late Night Show-nya Hanif Thamrin.
This guy is truly underrated. Siapapun pemain yang dibawa ke pembahasan, dia bisa breakdown kelebihan, kekurangan, posisi terbaiknya, history pemain ini di klub itu, dll. Pengetahuan Serie A nya memang jadi yg paling menonjol, karena dia emang Interisti, tapi Premier League sama La Liga juga dia kuasai dengan baik gue liat-liat.
Nih orang emang beneran ngikutin bola dan nontonin bola. Mesti dikasi panggung lebih sih di industri ini.