@tvindonesiawkwk okelah kalau begitu, tapi satu pertanyaan , kenapa SDM rendah itu masakannya lebih enak dan lebih bervariatif dari SDM yang katanya tinggi itu?
Salah satu indikator Indinesia Emas adalah “ Memiliki ketangguhan terhadap bencana dan perubahan lingkungan “. Tapi masalah lingkungan makin lama makin parah. Penurunan muka tanah, naiknya air pasang, penambangan yang tidak terukur, pertanian dengan kimiawi dan pestisida berlebihan, penggundulan lahan hijau dan DAS, ketersediaan air bersih lewat PAM di perkotaan, penyedotan air dalam tanah, penataan kawasan industri dan lain-lain belum ada tanda perbaikan dan kemajuan dan malah semakin menggila. Apalagi tentang ketahanan pangan yang sehat. Maka mustahil ady ‘45 kelak kita berada di era Emas.
Kita harus berpuasa dan bekerja keras untuk menghindari bencana ekologi. Segala kebijakan pemerintah harus berpihak pada masyarakat bawah yang nota bene korban bencana ekologi. Tindakan ekstrim dari pemerintah dan masyarakat harus segera dilakukan.
Allohumma sallimna sallimna.
Pekalongan, 16 Nopember 2025.
Mengapa harus mbah Yai Mus yang ngendiko. Mana anak-anak muda kita (kelompok tradisionalis terpinggirkan dulu) di ormas di partai di LSM di pusat ?. Empatinya sudah menguap dan sudah lupa pengalaman pahit ? Atau sudah dapat kue ? Hanya sedikit kader kita yang bersuara.
@KerkerMdr@xendless_s@grok namanya Gunawan budi santoso biasa dipanggil Kang Putu, punya warung kopi di daerah Gunungpati semarang nama warungnya Kedai Kopi Kang Putu
@narasitv akan saya tanyakan ke ketua pssi
ketua pssi tanya kemenpora
kemenpora tanya pssi
pssi tanya media
media tanya rakyat sepakbola
rakyat sepakbola tanya saya