@6age6y@Hidupsebagai62 Karena gak boleh memakai wewangian atau bersinggungan dengan benda yg berbau harum karena bs menempel saat masih masa ihram/bs membatalkan ihramnya
Guys, ada sesuatu yang terjadi hari ini yang menurut gue harus diperhatikan bukan karena mengejutkan, tapi karena sangat langka terjadi dari orang dalam pemerintahan Prabowo.
Luhut Binsar Pandjaitan pergi ke Singapura. Duduk di depan investor global. Dan bilang dua kata yang hampir tidak pernah keluar dari mulut pejabat Indonesia dalam setahun terakhir ini:
"Saya minta maaf."
Dan ini konteks yang membuat kalimat itu sangat berat:
Luhut tidak minta maaf soal hal kecil.
Dia minta maaf soal sesuatu yang sudah melukai kantong investor secara nyata volatilitas pasar, tekanan harga minyak, risiko terhadap APBN Indonesia.
"Saya minta maaf jika beberapa dari Anda mengalami dampak negatif karena situasi tersebut."
Dua kalimat itu diucapkan di Singapura, di depan pengelola aset global adalah pengakuan yang tidak pernah kita dengar dari podium mana pun di Jakarta.
Dan bandingkan dengan apa yang kita dengar selama ini dari Jakarta:
Prabowo: "Mau dolar berapa ribu kek orang desa tidak pakai dolar."
Purbaya: "Fundamental kita kuat."
Gubernur BI: mengganti definisi stabilitas supaya kondisi buruk bisa disebut stabil.
Misbakhun: memvalidasi narasi bahwa rupiah tidak pengaruhi rakyat kecil.
Sementara Luhut di Singapura mengakui secara terbuka bahwa ada masalah serius yang sedang terjadi.
Dan meminta maaf kepada orang-orang yang terdampak.
Dan ini yang paling penting dari seluruh pertemuan itu:
Luhut mengakui sudah mengingatkan Prabowo untuk mewaspadai tekanan ekonomi setelah Juli 2026.
"Tapi saya juga ingatkan kepada Presiden,
kita harus melihat dengan jelas setelah Juli.
Fiskal dan budget negara kita akan diperbaiki pada akhir atau awal tahun berikutnya."
Kalimat itu sangat penting.
Karena artinya:
di dalam istana pun sudah ada yang tahu bahwa kondisinya tidak baik-baik saja.
Sudah ada yang memperingatkan.
Sudah ada yang melihat datanya dengan jelas.
Tapi yang keluar ke publik selama ini bukan peringatan itu.
Yang keluar ke publik adalah narasi bahwa semua baik-baik saja.
Dan ini detail yang paling mengkhawatirkan:
Luhut mengakui bahwa kalau harga minyak dunia menembus 100 dolar per barel APBN akan menghadapi tekanan sangat besar karena asumsi dalam anggaran hanya 70 dolar per barel.
Defisit tambahan yang muncul dari selisih itu saja: sekitar Rp200 triliun.
Ini di atas defisit Q1 yang sudah Rp240 triliun. Ditutup dengan utang Rp258 triliun.
Dan sekarang ada potensi tekanan tambahan Rp200 triliun lagi dari harga minyak yang naik.
Dan itu baru dari satu variabel saja.
Dan ini yang perlu diapresiasi dengan jujur:
Gaya komunikasi Luhut di Singapura itu adalah gaya komunikasi yang seharusnya digunakan di dalam negeri juga.
Bukan membela diri.
Bukan menyalahkan faktor eksternal semata.
Bukan mengganti definisi supaya angka buruk terlihat baik.
Tapi mengakui bahwa ada masalah. Menjelaskan apa yang sedang disiapkan untuk mengatasinya. Dan meminta maaf kepada yang terdampak.
Itu bukan kelemahan.
Itu yang disebut komunikasi krisis yang benar.
Itu yang investor global butuhkan untuk memutuskan apakah mereka mau tetap menaruh uang di Indonesia atau tidak.
Karena investor tidak lari dari negara yang punya masalah. Investor lari dari negara yang tidak mau mengakui masalahnya.
Tapi ini yang paling mengganjal:
Kenapa harus di Singapura?
Kenapa harus di depan investor asing dulu baru ada pengakuan jujur tentang kondisi ekonomi Indonesia?
Kenapa rakyat Indonesia yang setiap hari merasakan langsung dampak dari semua tekanan ini tidak mendapat komunikasi yang sama jujurnya?
Iswati di Gresik yang harga kedelainya naik Rp2.000 per kilogram.
Rudi di Lombok yang kehilangan pekerjaan karena gerainya ditutup paksa.
Guru honorer yang gajinya tidak naik sementara harga semua barang naik.
Mereka tidak mendapat penjelasan yang jujur.
Mereka tidak mendapat permintaan maaf.
Mereka hanya mendapat narasi bahwa ekonomi kita kuat dan fundamental kita baik.
Dan ini yang paling perlu direnungkan:
Luhut bilang: "Ekonomi kita seharusnya masih sangat kuat dibanding beberapa negara lain."
Tapi di kalimat yang sama dia mengakui ada defisit potensial Rp200 triliun dari harga minyak. Mengakui kondisi fiskal perlu diperbaiki. Mengakui ada masalah di sini dan di sana.
Kalimat "masih kuat" dan kalimat "ada masalah serius" tidak bisa diucapkan bersamaan tanpa salah satu menjadi tidak jujur.
Dan rakyat yang sudah terlalu lama mendengar "masih kuat" sementara merasakan "makin berat" setiap hari sudah sangat lelah dengan kontradiksi itu.
Luhut melakukan sesuatu yang benar hari ini.
Dia mengakui ada masalah.
Dia minta maaf kepada yang terdampak.
Dia berbicara dengan jujur tentang risiko yang ada.
Itu langkah yang tepat.
Dan layak diapresiasi.
Tapi satu pertanyaan yang tersisa dan tidak bisa diabaikan:
Kapan rakyat Indonesia mendapat kejujuran yang sama?
Kapan yang berdiri di podium Jakarta dan berkata: "Ada masalah serius yang sedang kita hadapi.
Ini kondisinya yang sebenarnya.
Ini yang sedang kita lakukan.
Dan kami minta maaf atas dampak yang sudah kalian rasakan."
Karena investor Singapura sudah mendapatkan kejujuran itu.
Mereka yang membuat keputusan berdasarkan data mendapat data yang jujur.
Sementara rakyat Indonesia yang hidupnya paling langsung terdampak masih mendapat narasi bahwa orang desa tidak perlu khawatir soal dolar.
bukti nyata 1 langkah kecil bisa berarti besar..
meet Arief Kamaruddin
pemuda 34 tahun dari Ciliwung yang bikin gubernur Jakarta gelar rapat khusus soal ikan sapu-sapu
kenapa dia mulai gerak
> dari kecil hobi jala ikan
> dulu dapetnya udang atau lele liar
> sekarang isinya sapu-sapu semua
> spesies asli ciliwung hancur sisa 20 spesies
> sapu-sapu ini invasif dan nggak ada predator
cara kerjanya hardcore
> turun ke sungai 1-3 jam tiap hari
> kadang nyari sampe jam 2 pagi
> nyemplung ke air keruh beracun
> ngeraba akar pohon pake tangan kosong
> resiko: beling, paku, ulerdapet ikan, patahin lehernya, lalu kubur
impactnya nggak main-main
> viral sampe masuk podcast close the door
> gubernur dki langsung instruksi walikota
> dinas gelar operasi massal tiap jumat
> di jaksel kemaren tembus hampir 7 ton
> rilis warning bahaya makan sapu-sapu ciliwung
strateginya pinter
dia pake sapu-sapu cuma buat pintu masuk
tujuan utamanya nyentil isu sampah dan limbah
karena kalo bahas sampah doang publik gampang abai
dari jaring seadanya, dia sukses maksa birokrasi buat turun tangan.
di tempat kalian ada sosok
seniat ini nggak?
@txtdrimedia Maksudnya Prof. Quraish: Hati-hati, kelak Anda akan mempertanggungjawabkan kekuasaan yang dititipkan Allah.
Mungkin (?) pikir Prabowo: Oh berarti saya presiden pilihan Allah.
Jadi ingat ada sekelompok manusia yg menjuluki dirinya sendiri "God chosen people"
MUI sudah meminta RI untuk mundur dari Board of Peace.
Bayangin harus ngeluarin uang buat dikelola Trump + sebarisan dengan Israel. Semakin hari, kebijakan negeri ini soal Palestina semakin mengecewakan!
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis meminta agar pemerintah Indonesia menarik diri dari forum internasional Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
>> https://t.co/CM5MBA7vSn
kayaknya saya bisa mengerti perasaan warga amerika yang gak milih donald trump dan melihat kelakuan presidennya yang mendukung zionis, gak mengindahkan konstitusi, mengisi kabinetnya dgn orang yg gak kompeten, dan make kekuatan militer buat mempertahankan kekuasaan.
ketika ngelawan penjahat ada kemungkinan ujungnya malah jadi tersangka, lama-lama warga jadi gak mau menolong atau berbuat sesuatu kalo melihat tindak kejahatan, ya?
Drama antiklimaks. Mayoritas pengurus tetap loyal pada dawuh kiai sepuh.
Rapat pleno jumlah peserta jauh dari kuorum. 216 yg diundang, cuma 58 orang hadir.
https://t.co/JWMe6nmRxc
@Mathew_bangkit @rickyadptr @tirta_cipeng Mereka prajurit terlatih, bahkan SOP nya keluar saat kondisi genting. Polisi pasukannya berlapis, brimob diperintahkan u/menghalau, MENGHALAU. BUKAN BERTUBRUKAN DG MASSA (ini masuk SOP nya Dalmas)
@FazarWilsean@tirta_cipeng Periksa langsung ke dokter mas. Biar diobservasi secara visual jg. Kecuali kirim foto anusnya biar bs dilihat. Selain penyakit beneran, warga +62 masih segan buat periksa atau abai sama kesehatannya sendiri, keluhan kesehatan masih sering dianggap tabu krn dianggap "sambat"
@easynuansaben28 @gpp_hehe@KangManto123 Lha ini kan air, tanpa campuran larutan lain. Ini minyak, beda konversi. Kami barista biasa menggunakan satuan 1 gr = 1 ml air
@reza_63@henrysubiakto Hehehe tp banyak daerah moratorium rekrutmen ASN. Sementara layanan teknis bs dipenuhi dr honorer. Akhirnya yg disalahkan kami? Yg jd honorer? Gaji kami brp sih? Cuma cukup u/bertahan hidup. Gak sesimpel itu bro