Hmm mungkin Allah tidak pernah menaruh tanggung jawab dipundak yang salah. Kamu yang terpilih? Itu berarti kamu yang mampu, orang lain belum tentu sekuat dan setegar kamu. Bertahan, bersabar, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
Sudah aku usahakan untuk tidak berisik ya Allah. Kali ini akan ku jalani dengan ikhlas, aku sudah kehabisan energi, dan aku menerima semua hal yang memang ga bisa aku ubah
Tuhan jika aku tidak beruntung dalam hal apapun, tolong beri aku arah, buat aku mengerti kehidupan, cukup sudah aku tidak mau lagi cuma jadi beban bagi siapapun, terkadang setiap hari aku hanya berfikir semoga hari ini cepat selesai
yang lain sakit satu rumah panik, bahkan kluarga yang lain pasti ikut panik, kalo aku yang sakit cuma diri sendiri, bantal, kasur, dan selimut yang tau, sambil ngomong dalam hati "paling nanti juga sembuh"
Jangan bawa masalah sampai ketempat tidur, ntar kebawa mimpi, bangun-bangun masih capek, hati makin sesak, kalu bisa beresin, beresin. Maafin yang bisa dimaafin, hidup udah berat ga usah ditambah drama yang harusnya kelar dari kemarin
laki-laki mana yang tidak menangis, menghadapi masalahnya sendiri, masalah keluarga, ekonomi, percintaan, diri sendiri batin memendam semunya, laki-laki tidak bercerita dan dituntut harus kuat
pengen benget rasanya meluk orang, yang kenceng sambil bilang "aku aslinya ga seceria itu, aku aslinya ga seberani itu, aku ga sekuat yang oarang orang pikirin"