Doa paling sedih yang pernah aku dengar:
اللهم أغفر لكل ميت لا يجد من يدعو له
"Ya Allah, ampunilah setiap orang mati yang tidak ada seorangpun yang mendoakannya." 🥹
Ada satu kalimat yang membuatku takut pada keadaan hati sendiri.
"Ketika kamu tidak lagi tersentuh oleh Al-Qur’an, tidak gentar oleh dosa, dan tidak rindu untuk sujud, maka itu bukan hidup, itu kematian yang belum dikuburkan."🥀
Ya Allah, jagalah hati kami agar tidak menjadi keras seperti batu, dan berikanlah kami kerinduan yang terus menyala untuk kembali kepada-Mu, walau langkah kami pernah sangat jauh menyimpang.
WA dari temen kantor lama. Malem. Jam 11.
"Bro, istri gue masuk IGD."
"HAH? KENAPA?"
"Pingsan di kamar mandi. Jam 9 malem."
"Gue pikir stroke. Atau jantung. Atau apa."
"Dokter bilang: kelelahan kronis. Kurang tidur akumulatif. Dehidrasi."
"Gue bingung. Kok bisa? Dia kan di rumah aja."
Dan kalimat terakhir itu, "di rumah aja" , keluar dari temenku yang istrinya BARU PINGSAN.
Bahkan di depan IGD pun, dia masih bilang "di rumah aja."
كنت أقوم من النوم عشان صلاة الفجر وأدعي كل يوم.
بالبداية كنت أحسب إني أسوي كل شيء صح:
• أقوم أصلي الفجر
• أدعي
• وأجتهد بشغلي
لكن مع كذا كنت للحين أعاني من ناحية وضعي المادي.
لين جلست مع شيخ وقال لي:
Dari qabliyah Subuh, ada satu pelajaran yang sering luput disadari: silent wins are often the loudest.
Tidak ada penonton, tidak ada tepuk tangan, tidak ada pengakuan dari manusia. Hanya ada keheningan, ketulusan, dan hubungan yang dijaga antara seorang hamba dengan Tuhannya.
Di situlah letak keistimewaannya. Sebab kedisiplinan yang paling murni bukanlah ketika semua orang melihat, melainkan ketika kebaikan tetap dilakukan meski tidak ada yang memperhatikannya.
Success is not always about being seen; it’s about being present when it matters most.
Mungkin karena itulah Rasulullah ﷺ menyebut dua rakaat qabliyah Subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.
Khairum minad-dunya wa ma fiha.
Falling in love with this quote:
"Diamnya seseorang ketika disakiti bukan berarti dia lemah, tapi dia sedang memberi ruang untuk Allah selesaikan segalanya."
My ultimate protector is Allah
Pernah nemu quote cantik banget, tapi dimana ya aku lupa, katanya gini :
"Allah never asked you to be flawless, he only asked you to return."
Jadi kalau hari ini kamu masih berusaha balik, masih nyoba sholat lagi, masih nyoba ninggalin yang buruk, itu aja udah langkah yang besar di mata Allah.
Bukan tentang siapa yang paling suci, tapi siapa yang tetap mau kembali meski berkali-kali merasa gagal.
Orang yang sistem sarafnya sudah sembuh tidak butuh pengakuan dari orang yang belum matang.
Dia menarik diri, menghemat energi, dan lanjut hidup.
Hanya ego yang masih terluka yang selalu butuh memenangkan perdebatan agar merasa aman.
“Memang begitu seharusnya, jika mulai cinta terhadap makanan, berpuasalah. Jika mulai cinta harta, bersedekahlah. Jika sudah mulai cinta tidur, solat tahajudlah. karena cintamu pada dunia tidak boleh lebih”
berulang kali bilang “kepala mau pecah”, ratusan kali bilang “aku stress bangett”, dan ribuan kali bilang “ga kuat mau nangis”, tapi nyatanya selalu berhasil menyelesaikan dengan baik meski kadang ga sepenuhnya puas. intinya, you are more than what you think