โAh, tentu setelah kamu menghabiskan jamuan dari saya tentunya.โ Aku kembali menambahkan, sebab rasanya kurang menyenangkan bila teh dan manisan ini tidak tersentuh sama sekali.
Kepalaku dimiringkan. Aku hanya butuh bentuk jawaban seperti apa yang hendak dilontarkan di mulut anak ini. Entah rencana apa yang sedang disusun, ku simpulkan bahwa dia begitu pemberani. Mungkin saja jua membutuhkan bayaran yang mahal.
Sumber terbaik untuk bertanya tidak lain kepada mastermind-nya secara langsung. Toh, sang kepala sekolah sendiri yang berkata demikian. Aku hanya perlu mendengarkan dan memahami apa maksudnya. Sebagai figur profesor yang baik dan mengayomi.
โJadi.โ Aku menggeser cangkir teh itu padamu. โSaya melihat kamu keluar dari ruang kepala sekolah tempo lalu.โ
Aku menatap pada anak itu tepat pada kedua matanya.