Just destroyed my @bankmandiri card, emptied my balance, and deleted my Livin' by Mandiri. Maybe, you guys should do too. This country can block our Mandiri's bank account based on its political liking.
And that's fucked up, y'all.
Negeri yang aneh. Ada Presiden, tetapi serasa sedang memimpin kompi. Ada gubernur yang sibuk cosplay jadi presiden. Ada mantan presiden yang ingin menjadi raja.
"Jika zina mempersulit pintu rezeki, lantas kenapa yang open BO selalu lancar?"
Pertanyaan di tembok ini sering banget mampir di pikiran kita. Kok bisa sih, yang nyari duit lewat jalan maksiat malah kelihatan mulus-mulus aja rezekinya?
Kalau direnungkan, fenomena ini mirip banget sama cara kerja jebakan mematikan milik tanaman Kantong Semar (Nepenthes).
Buat narik mangsa, Kantong Semar punya trik licik. Di bagian pinggir bibir kantongnya, dia memproduksi cairan nektar yang super manis. Buat semut atau lalat, ini jelas rezeki nomplok. “Wah, gampang banget nih dapet makan enak, lancar jaya”
Mereka pun hinggap, menjilat nektar itu, rakus, dan merasa semuanya aman-aman aja.
Padahal, mereka nggak sadar kalau pinggiran kantong itu dilapisi lilin mikroskopis yang licinnya minta ampun. Pas lagi asyik-asyiknya mabuk kenikmatan instan... wussh. Pijakan mereka terpeleset.
Mereka jatuh ke dasar kantong. Dan di sinilah horor aslinya dimulai.
Kematian di dalam Kantong Semar itu nggak datang instan. Si serangga jatuh ke dalam kubangan cairan asam yang kental mirip lumpur hisap. Semakin mereka meronta, semakin mereka tenggelam. Mereka kehabisan napas perlahan-lahan, sementara enzim pencerna mulai melumerkan tubuh mereka hidup-hidup dari luar ke dalam.
Nggak ada yang dengar teriakannya. Nggak ada jalan keluar. Cuma ada siksaan pelan-pelan sampai mereka hancur tak bersisa.
Dalam agama, fenomena "lancar dari hasil maksiat" ini namanya Istidraj.
Mekanismenya 100% persis kayak Kantong Semar. Tuhan membiarkan orang yang bermaksiat ngerasain "nektar" kenikmatan dunia. Uangnya dibikin ngalir deras, pelanggannya banyak, gaya hidupnya mewah.
Dikasih terus biar apa? Biar makin terlena. Biar mereka sombong dan mikir, "Ah, gue maksiat juga rezeki tetep lancar-lancar aja."
Mereka nggak sadar, mereka cuma lagi asyik ngejilat manisnya dunia di bibir jurang. Begitu waktunya tiba, mereka bakal kepeleset dan "dicerna" hidup-hidup oleh dosa mereka sendiri.
Hancurnya nggak cuma soal tiba-tiba jatuh miskin. Mereka dilumerkan pelan-pelan. Entah lewat penyakit mematikan yang menggerogoti tubuh tanpa ampun, kewarasan yang pelan-pelan hilang karena hidup penuh paranoia, aib yang terbongkar dan menghancurkan seluruh sisa hidupnya, atau yang paling mengerikan, maut yang tiba-tiba menjemput saat mereka masih telanjang di kamar hotel.
Nggak ada ampun. Nggak ada waktu buat tobat.
Uang haram yang kelihatan lancar itu bukan rezeki. Itu adalah biaya booking tiket VIP menuju kehancuran yang paling sunyi dan menyiksa.
Jadi, masih mau iri lihat mereka yang lagi asyik "pesta" di bibir Kantong Semar? Kelihatannya aja enak dan lancar, padahal aslinya... mereka cuma lagi antre nunggu giliran untuk dihancurkan pelan-pelan.
Gw waktu SD mikir: "oh di Kalimantan ga ada kereta api karena tanah gambut, tanahnya ga kuat🥺🥺"
Gw setelah kuliah teksip: "OALAH EMG DASARNYA KURANG AJAR AJA YA ORG2 PUSAT PEMANGKU MANDAT PEMERINTAHAN, APANYA TANAH GAMBUT GA BISA DIBANGUN REL KERETA API DI ATASNYA?!?!!?!? TEKNIK PILE BORING NOH ADA NOH, TINGGAL ATUR SPESIFIKASI NYA BABIII CINA AJA BISA BIKIN JEMBATAN DARI GUNUNG SATU KE GUNUNG LAINNYA MELAWAN KETINGGIAN RATUSAN METER & BEBAN ANGIN, APALAGI INDO YG LITERELI MASIH NAPAK DI ATAS TANAH CONGGG🤬🤬🤬🤬🤬"
ada video baru Chanee~
- puncak kebakaran akan di September
- tidak bisa terbang lagi karena jarak pandang pendek
- ada kemungkinan hujan di Oktober
- hutan kalimantan dibakar sendiri untuk sawit
- tanda tanya besar penegakan hukum
Bukti bobroknya tata kelola kelembagaan di rezim ini.
Punya K/L seabrek, tapi malah nunjuk "outsider" buat jadi koordinator penanganan Karhutla.
Ironisnya, orang yg ditunjuk adalah pengusaha yg kerjaannya membuka lahan.
Haji Isam ditunjuk langsung sama Prabowo untuk menangani penanggulan hutan yang terbakar di Kalimantan. Wallahi, we are finished. Nunjuk juragan sawit dan tambang buat ngurusin Karhutla. Ini mah bukan nyari solusi, tapi nyerahin kunci gudang ke malingnya langsung. Lord, save our lungs.
Nggak ditabrak salah karena mereka bisa tawuran2 lagi, ditabrak jg salah karena massanya ntar ngamuk merusak keretanya.
Isilop gampang amat ngehadang demo di HI tapi ginian aja nggak becus. 😐
buset dah perasaan kemaren polisi ribuan ngehadang mahasiswa bisa-bisa aje. bagi dikit nape ini warga tawuran masa gabisa dibenahin ya salam bener-bener dah juara 2 lari dari tanggung jawab (juara 1-nya prabowo)
Wow! Copernicus ECMWF, lembaga kredibel yang data-data model iklimnya digunakan secara luas oleh ilmuwan di seluruh dunia telah merilis edisi spesial pemantauan emisi aerosol dan smoke yang dihasilkan oleh Karhutla di Kalimantan. Pergerakannya pun sangat jelas; dari tenggara menuju ke barat laut, sesuai arah angin monsun tenggara. Jadi nggak bolak-balik, ya.
Barusan scrolling reels, muncul orang US yang emang pake USD terus shock banget liat harga-harga di Indo murah semua buat mereka, jadi ke-trigger buat yapping ini lagi wkwkw:
Ayo lah guys, makin banyakin orang Indo yang kerja remote gaji USD. Atau yang emang mau relocate ke LN, gasss mulai ngulik dari sekarang.
Liat India, Malaysia, Philippines. Di India tuh dikit-dikit apply kerja ke company US atau Europe. Yang gabisa keluar negaranya ya nyari remote working.
Apalagi sekarang IDR lagi lemah, pemerintah juga gabisa diandelin, lowker di Indo juga "katanya" ga banyak. Yaudah marketnya buat kerja aja yang kita luasinn sekaliann.
Bahasa Inggris mah gitu-gitu aja. Mulai aja dulu dari bikin script interview pake bahasa Inggris, terus paksain ngomong. Lama-lama kebiasaan asli wkwkwk.
Temen Europe gue juga banyak yang ga terlalu lancar, especially Eastern Europe, tapi mereka berani aja ngomong inggris paksain, dan ttp apply.
Yang pengen pindah ke LN juga bisa mulai dari kerja remote full time btw. Lumayan buat mulai punya international experience.
Gasss ramaikan remote worker Indonesia 🇮🇩
Menteri lingkungan hidup pas ditanya : Asap Karhutla Indonesia sudah sampai Malaysia?
Jawabnya : ya kebetulan anginnya memang agak mengarah ke sana waktu itu, tapi suka bolak-balik gitu
Gue bilang pemerintah malaysia mending nuntut ganti rugi dah. Udah gak bertanggung jawab miskin empati.