@BosPurwa Momen paling gue inget, adalah mencabut spanduk “Selamat datang Wiranto” di JPO dpn BIP (dulu masi ada) tengah malam trus kabur krn deket situ ada tentara 🤣🤣
Thank you, @dev1ce ❤️🐐
Today, we bid farewell to a true legend, both in-game and in our organization. We're forever grateful for everything we've achieved together.
We wish you the best of luck on your new adventures.
#AstralisFamily
Sebel banget nonton video ini.
Jadi yang arogan siapa? DPR atau Ahli Gizi?
Dari cara bicaranya kita tahu kok siapa yang arogan.
Makanya dari awal lahir juga MBG ini memang belum beres. Kesini-sini malah makin error.
i’ve never quite understood this specific form of racism. America and Western countries have all sorts of food we eat with our hands! hamburgers, hot dogs, sandwiches, chicken wings, PIZZA, ribs, muffins, burritos, French fries, doughnuts, popcorn, etc. like, are you dumb?
Whoever drafted this statement certainly not an international lawyer. You cannot stack conditional recognition on top the duty of non-recognition. Per doctrine of non-recognition, states are barred from grating recognition of statehood IF there's a violation of int'l law (...)
Artikel di @TheAtlantic berjudul The Job Market Is Hell bisa jadi bacaan hari soal mencari kerja.
Pencari kerja, terutama fresh graduates harus dihadapkan dengan problem pencarian kerja yang makin melelahkan. Mengikuti berbagai tips, tetap saja offering letter tidak kunjung datang.
Mencari kerja masa kini ditulis sebagai mimpi buruk kapitalisme. Adanya portal seperti Linkedin memang memudahkan kita mencari kerja. Mencari kerja seperti mencari pasangan di Bumble. Mudah untuk swipe kanan, tapi sulit mendapatkan yang cocok. Apalagi dengan adanya AI, pencari kerja bisa dengan mudah bikin lamaran dan kirim sebanyak-banyaknya.
Sayangnya proses ini tidak banyak membantu. Pencari kerja pakai AI, perusahaan juga pakai AI untuk mengatasi membludaknya lamaran masuk. Semakin banyak proses yang tidak melibatkan manusia, membuat perusahaan hanya mengenal kandidat sebatas CV.
Data-datanya memang untuk kejadian di USA, tapi tren ini sepertinya terjadi di berbagai belahan bumi, termasuk Indonesia.
Permintaan maaf saja ga cukup. Jujur aja.
Karena mengendarai mobil baja gitu, dengan kecapatan tinggi ke arah kerumunan itu sudah sangat2 ga masuk "akal sehat"
Bukti videonya jelas.
Ga mngkin itu masuk blindspot.