@aesculapiusw Gereja ngajarin aku bahwasannya akan muncul nabi2 palsu dan pengikut2 nabi palsu ini akan menyerang iman kami, merasa lebih Kristen drpd Kristen sendiriπ€§
@aesculapiusw π₯±π€§
Masuk kategori domba sesat, masuk kategori mesias, masuk apalagi lap??
Kau meludahi agamamu sendiri, Allah SWT jelas2 cuma ngasih Isa gelar Al Masih bukan untuk yg lain.
Entah dapat comotan SS darimanalah kau, Muhammad Al Masih?π
@aesculapiusw Jelaskan dulu "misi"nya itu apa aja?π
Kalo Mesias setara nabi yg lain dan hanya sekedar "utusan Tuhan pembawa pesan" kenapa dlm Islam hanya Isa yg punya gelar Al Masih?
@ZaviKhaerul@_Vic_Zhou_@aesculapiusw Intinya aja deh, biar ga salah memahami Trinitas, kami Kristen tidak mengakui tiga Tuhan tetapi hny ada satu Tuhan, yaitu Allah yg menyatakan diri dalam tiga pribadi, Bapa, Putra dan Roh Kudus, Trinitas yang sehakikat.
Murni Monotheisme, tdk ada rule yg ditabrak.π
@gajahkomik@aesculapiusw Karena bagi Iman Kristen, Allah menyatakan Diri dalam 3 Pribadi.
Allah/Bapa yg berkehendak yg mendiami tempat yg Maha Kudus.
Firman/Anak yg diutus ke dunia dan melakukan kehendak Allah/Bapa.
Roh Kudus yg menaungi hati setiap orang yang percaya.
@ZaviKhaerul@_Vic_Zhou_@aesculapiusw Bagi Kristen, TuhanNya cuma ada 1 bang, yaitu Allah/YHWH.
Tuhan yg "namanya" Allah/YHVH ini yg punya 3 Pribadi.
atau,
3 Pribadi itu berasal dari 1 Tuhan yg sama, yaitu Allah/YHVH.
Beda sama Hindu atau agama Politeis lainnya yg dari awal memang punya banyak Tuhan yg berbeda.
@aesculapiusw Dari awal sudah kujelaskan, anggap air itu menjadi esensinya, yaitu Tuhan.
Jadi walaupun berbeda Pribadi (cair, es, uap) tapi ketiganya terikat dalam 1 esensi, yaitu air.
Anggap air itu sebagai esensi bukan benda bukan wujud bukan Personnya, biar ga kecampur2.
Paham lap?
@aesculapiusw Penulis ingin menegaskan bahwasannya Trinitas itu tdk perlu dianalogikan, krn kita sama sekali tidak mampu memahami keberadaan Tuhan.
Jadi, analogi bisa salah bisa benar justru krn kemisteriusan Tuhan itu sendiri, tergantung analogi itu digunakan utk menjelaskan apa.
Gitu ya.
@aesculapiusw Tidak bisa dianalogikan dgn cairan, es dan uap, karena air tidak bisa dalam bentuk ketiganya dalam waktu yg bersamaan. Ini menurut hukum fisika/manusiawi.
Tapi kalo untuk menjelaskan 1 esensi dalam 3 Pribadi secara sederhana, analogi itu masuk culap.
Baca penjelasannya baik2.
@aesculapiusw@lakitop Pribadi Tuhan disebut Person utk menjelaskan ketiga Pribadi milik Tuhan itu masing2 berdiri sendiri.
Pribadi Bapa, yg berkehendak dan diam di tempat Yang Maha Kudus.
Pribadi Anak, yg diutus ke bumi dan mengerjakan kehendak Bapa.
Pribadi Roh, yg menaungi hati setiap org percaya.
@aesculapiusw@lakitop Masih aja bebal!!π
Pribadi dlm Kristen itu person, punya kesadaran dan PUNYA sifat.
Atau menurutmu kalo aku menyembah Yang Maha Kudus dan menyembah Yang Maha Tau, berarti aku menyembah 2 Tuhan, gitu??
Kacau kali kauπ
@aesculapiusw Beda donk culap, kau terlalu memaksakan analogimu dgn Tono, Tini, Tinoπ
Bapa, Putra dan Roh Kudus itu satu bagian yg tidak terpisahkan, mereka 1 dalam 3 Pribadi yg berbeda, sementara Tono Tini Tino itu bukan 1 bagian.
Suka kali kau membodohi diri sendiri lapπ€§
@RizkymandallaMP@Alan123wkwkwkw@aesculapiusw Nah, inilah mksdku, gimana aku mau menjelaskan dari isi kitab suciku, sementara yg udah jelas tertulis di kitab sucimu aja kau udah ngga ngerti, ngga percaya..
@aesculapiusw@lakitop Anggaplah analogi air itu adalah Tuhan, jadi Tuhannya tetap 1 tapi ada dalam 3 Pribadi.
3 Pribadi dalam 1 Hakikat, Trinitas!
Atau anggap aja Pribadi itu kayak Sifat (Maha Kasih, Maha Tau).
Maha Kasih dan Maha Tau jelas berbeda, tapi tetap merujuk kepada 1 Tuhan.
Betul?
@aesculapiusw@lakitop Logika tolol itu culap.
Gak usah ngomongin Ilahi deh yg serba Maha.
Kemaren kau udah kuajari ibaratkan dengan air.
Embun, es dan uap itu satu hakikat, yaitu air. Tapi ketiganya ada dalam wujud yg berbeda.
Kl esensi air aja bisa dalam 3 wujud, kenapa Tuhan tdk bisa?
@RizkymandallaMP@Alan123wkwkwkw@aesculapiusw Intinya, Tuhan itu membingungkan, penuh misteri..
Kalo kau merasa paham, brrti itu bukan Tuhan. Karena ayat Thaha itu menjelaskan ketidakmampuan akal manusia utk memahami Tuhan.
Narasiku sejalan dgn ayat itu, semakin tdk dapat dipahami, semakin dekat dgn Tuhan yg benar. Cocok?
@RizkymandallaMP@Alan123wkwkwkw@aesculapiusw Lawan debat ku seorang Muslim, kl dikasih bukti dari sumber sendiri ttg ketidakmampuan manusia memahami Tuhan, mungkin blio bisa lebih mengerti lbh percaya, gitu loh.. Kayak ngasih cermin, biar bisa ngaca.
Kl dr kitab sendiri aja ga paham, gmn mau jelasin dari kitab org lain?