Setelah Corona, mustinya;
- Makin sadar kesehatan & kebersihan.
- Mulai upayakan kemandirian pangan & energi.
- Tambah peka sosial & kemanusiaan.
- Inget mati & tobat.
Konsep tentang kaya dan miskin dimonopoli oleh kapitalisme. Kaya = hidup modern, punya banyak uang. Kalau nggak begitu, dianggap miskin.
Di Jawa ada konsep urip sakmadyo, hidup secukupnya tidak berlebihan. Kapitalisme menerjemahkannya dg hidup kekurangan.
Maka, orang yg kaya raya itu mobil dan rumahnya, seluruh harta bendanya, tidak cukup 1.
"Kalau kamu memilih wakil rakyat karena alasan dia ngasih kamu uang, jangan kaget kalau setelah terpilih dia hanya akan berjuang untuk mencari uang. You will get what you choose".
—Sabrang MDP
#KCSept
PR kita sekarang, memperkuat Sipil. Peristiwa beberapa hari ini bisa jadi momentum untuk memperkuat Sipil. Kita perlu jadi 1 barisan, untuk melanglah bersama.
Entah siapa yg akan nge-lead, harus ada beberapa tokoh muda atau senior yg mau tampil di depan, yg bisa merangkul semua kalangan.
Kalian semua bisa kok menyebutkan nama-nama itu. Ada dari ahli hukum, ahli ekonomi, ahli komunikasi dll.
Intinya, Sipil juga harus punya 1 kekuatan yg sepadan dg penguasa. Selama Sipil masih bisa dipecah-belah fokusnya, maka Penguasa akan selalu bisa bertindak semaunya mereka.
Dulu, 1998, CN sudah mengusulkan dibentuk Dewan Negara, isinya full sipil yg punya pengaruh, untuk menjadi jembatan transformasi politik dari Orde Baru ke Reformasi. Tapi ya akhirnya digagalkan oleh Tokoh Reformasi itu sendiri.
Sekarang, kita mau bikin Dewan Negara ya susah. Sipil-nya lemah. Kalah sama Oligarki yg sudah berkolaborasi dg Militer.
Ngelihat kekuatan militer Iran yg sekuat itu kita bisa membayangkan jika uang Negara dan sumber daya alam dan manusia dikelola dg baik untuk kepentingan bersama ternyata dampaknya nyata.
Menyerang Negara lain—karena Israel yg mulai duluan—lalu dibelain bahkan didukung rakyat, adalah bukti bahwa Pemerintahan yg baik akan disupport oleh rakyat.
Gunung berapi dengan letusan terlama yang tercatat adalah Stromboli [1] di Italia, yang telah meletus hampir terus-menerus selama lebih dari 2.400 tahun dan hanya berhenti sebentar saja. Gunung ini dikenal sebagai "Mercusuar Mediterania"
Sementara gunung berapi dengan letusan terlama, terus-menerus tidak pernah berhenti adalah Santiaguito [2] di Guatemala, yang - walaupun kecil - letusannya tidak pernah berhenti sejak 1920.
Credit:
[1] https://t.co/2dENbZWl5B
[2] https://t.co/7syCRbSlCR
The Amish have just a 4% obesity rate—9x lower than most Americans.
They're less anxious and live longer than most of us.
Their secret? Not restrictive diets, gyms, or fitness trackers.
But 10 simple habits that let them age without decline:🧵
Funfact:
Peristiwa idul adha itu bukan Tuhan nyuruh Nabi Ibrahim sembelih anaknya.
Menurut Ibn Arabi, peristiwa tersebut bukan untuk ngetes kesalehan.
Tapi adalah cara Tuhan memberi divine revelation.
Bahwa Ismail ini adalah calon nabi berikutnya, berada pada jalur nubuwah.
Negara sama sekali tidak berpihak kepada rakyat. Negara semakin rakus, karena dikuasai bandit-bandit oligarki yg hanya memikirkan urusan perutnya sendiri dan teman-temannya saja. Bajingan kalian yg sudah merusak anugerah Tuhan kepada negeri ini. Bajingan kalian!!!!! BAJINGAN!!!!
Ketika ruang politik tidak lagi bicara gagasan:
Peta ideologi politik Indonesia sering disalahartikan seperti model Barat: kiri vs kanan, konservatif vs progresif. Padahal, spektrum politik itu terbentuk oleh sejarah; di Eropa, konflik antara proletariat dan borjuis (lihat historical materialism à la Hegel & Marx) kemudian melahirkan sosialisme.
Indonesia tak pernah mengalami revolusi industri. Maka, konflik kelas bukan pangkal politik kita. Seperti apa yang Tan Malaka katakan: konflik utama Indonesia adalah kolonialisme. Karena itu, yang lahir bukan sosialisme, tapi nasionalisme — dengan cita-cita negara kuat dan ekonomi mandiri, melawan liberalisme yang dianggap sebagai wajah penjajahan.
Sukarno bisa dilihat sebagai personifikasi nasionalisme: proteksionisme, sentralisasi, dan kesatuan sebagai harga mati. Hatta mewakili kutub liberal: demokrasi parlementer, desentralisasi, dan ekonomi terbuka. Hatta mendukung federalisme — bukan untuk memecah, tapi untuk memberi keadilan antar daerah.
Konflik antara Omnibus Law Cipta Kerja—yang mempermudah eksploitasi sumber daya seperti penambangan pasir Gunung Merapi—dengan regulasi lokal DIY yang melindungi kawasan berdasarkan nilai-nilai Sumbu Filosofis, adalah contoh klasik dari pertarungan ideologi dimana partai harusnya berdebat.
Hari ini perbincangan politik tidak mengindahkan gagasan namun personalitas. Partai jadi kendaraan elektoral semata. Akuntabilitas bergeser — bukan ke rakyat, tapi ke ketua partai.
Dalam konteks perdagangan internasional misalnya, seorang politisi bisa menganut proteksionisme di pagi hari, lalu memuji free trade di sore hari. Padahal, proteksionisme jargon nasionalisme. Free trade adalah karikatur dari liberalisme. Tanpa peta ideologi, yang tersisa hanyalah oportunisme.
Indonesia butuh kerangka yang lahir dari sejarahnya sendiri: liberal-nasionalisme. Agar politik punya arah, dan kekuasaan punya batas.
Further: https://t.co/C15W4nxejS
@FahmiAgustian Sebagian orang memang kurang bisa menerima perbedaan Mas, itu dia sebab nya KC semoga bisa terus berlangsung, biar bisa jadi tempat belajar siapa saja. Sehat selalu Mas.
Ada pengutuk perilaku korupsi, tapi sebenarnya dia juga melakukan korupsi.
Ada pengutuk perilaku pembullyan, tapi sebenarnya dia juga melakukan pembullyan.
Ada pengutuk pelaku tindak kekerasan seksual, tapi sebenarnya dia juga melakukan tindak perilaku kekerasan seksual.
Begitulah manusia berlaku. Bisa tampak seperti malaikat, di lain waktu menjadi iblis.