๐ aneh banget anjir namanya juga kampus berbasis keagamaan, apalagi islam masa kampusnya friendly sama lgbtq ๐ญ sesuatu yang berlawanan dengan keyakinan. pengen diterima tapi maksa semua orang harus sesuai dengan keinginan lo๐ฅฑ
Kak...? Ini MUHAMMADIYAH ๐๐ญ menurutku sangat wajar mereka menentang hal ini loh?????? ๐๐ญ Universitas berbasis agama islam, di dalam islam kan menentang... jd sangat wajar. ๐ฅฒ๐ ga semua hal yg kamu inginkan bisa diterima kak apalagi kalau udh agama.
Menurut gue, attachment style itu spektrum, luas, dan jarang banget ada orang yang 100% secure (at least yang pernah gue temui yah). Kebanyakan dari kita adalah mix of these styles.
Makanya agak gak adil kalau ada narasi yang bilang "avoidant gak pantes dicintai". Mereka gak "sengaja" milih buat jadi kayak gitu; itu mekanisme pertahanan diri dari masa lalu.
Good news-nya: Semuanya bisa diubah dan berubah, asaskan orangnya mau berproses dan sadar penuh.
Jadiii pentingnya untuk kenali diri sendiri dan pasanganmu attatchment stylenya seperti apa.
Guys.. no.. โน๏ธ
Sebagai org yg pernah sampe bolak balik psikolog & psikiater minum obat gara2 seorang avoidant.. I now feel pity for them..
Mereka tuh sebenernya juga butuh dan mau mencintai.. but it scares them so much (bisa krn banyak faktor) and most of the time they already hates themselves.. itโs actually pretty sad..
Instead of blaming them (the avoidants) aku skrg lebih berusaha memahami kalo mereka cm berusaha melindungi diri mereka sendiri due to their traumas..
The best way to face avoidants is.. just let them be. Gaperlu coba untuk โmemperbaikiโ mereka dgn cara kasih cinta yg lebih banyak, it only scares them. Instead, set your own boundaries, self respect and expectations. Pahami bahwa bukan salah dan tanggung jawab kita bahwa mereka blm mampu buat meregulasi emosi dan komunikasi mereka scr baik. And find peace with the situation.
I hope both avoidants and their โvictimsโ are healed and can develop secure attachment. May we find love that is gentle and soft. Sending hugs for everyone ๐ซ