Dari obrolan ringan aja udah kelihatan…
yang satu mulai serius,
yang satu masih santai kayak lagi nunggu waktu buka puasa.
Jadi aku ini apa? Menu utama atau sekadar takjil?
Aku jadi puitis bukan mau terlihat dalam…
aku cuma lagi nyari cara halus buat nanya,
“kita ini sebenarnya apa?”
Soalnya kalau nanya langsung, jawabannya suka ketawa doang!
Dulu aku simple, ngomong seperlunya.
Sekarang jadi puitis, penuh kiasan…
bukan karena aku mendalami sastra,
tapi karena hubungan ini terlalu banyak tanda tanya.