Cicilan rumah gue Rp 3,1 juta sebulan. Gaji suami gue Rp 8,4 juta. Gue tanya ke temen gue yang 11 tahun jadi agen properti, ini aman apa enggak. Dia gak jawab aman atau enggak. Dia malah balik nanya 4 hal ke gue. Pertanyaan ketiga bikin gue nyesel kenapa gak nanya ini sebelum akad.
"Pertanyaan pertama. Cicilan lo berapa persen dari gaji?" "Hah? Ya Rp 3,1 juta dari Rp 8,4 juta." "Itungin, jangan disebutin." Gue buka kalkulator HP. 37 persen. "Nah. Bank ngasih lo lolos di angka berapa?" "Katanya sih maksimal 35 persen." "Berarti lo lolos karena gaji suami lo dihitung sama bonus tahunannya. Betul?"
"Iya, sama bonus." "Bonus itu turun tiap tahun?" "Gak pasti sih. Tahun kemarin turun, tahun sebelumnya enggak." "Cicilan lo turun tiap bulan?" "Ya enggak lah." "Nah itu masalahnya. Lo bayar pake angka yang pasti, dari pemasukan yang gak pasti."
"Pertanyaan kedua. Di luar cicilan, sebulan rumah ini makan berapa?" "Maksudnya?" "IPL, sampah, air, keamanan. Terus listrik lo sekarang dibanding waktu masih ngontrak." Gue itung di kertas malem itu juga. IPL Rp 150 ribu. Sampah sama keamanan Rp 90 ribu. Air Rp 120 ribu. Listrik naik Rp 180 ribu dari kontrakan lama, karena rumahnya lebih gede dan ACnya nambah satu. Totalnya Rp 540 ribu.
Gue kirim angkanya ke dia. "Berarti rumah lo sebenernya Rp 3,64 juta sebulan, bukan Rp 3,1 juta." "Ulang itungan yang tadi." 43 persen. "Yang orang lupa itu selalu ini. Mereka nyiapin duit buat cicilan, bukan buat rumahnya."
"Pertanyaan ketiga, dan ini yang paling penting." "Kalau bulan depan suami lo berhenti kerja, cicilan ini kebayar sampai bulan ke berapa?" Gue buka tabungan kami. Rp 9,2 juta. Gue bagi Rp 3,64 juta. Dua bulan setengah. Gue balesnya lama, karena gue baru nyadar segitu doang.
"Dua setengah bulan," gue bales akhirnya. "Cari kerja rata-rata butuh berapa lama menurut lo?" "Tiga bulan?" "Empat sampai enam, itu yang gue liat dari klien-klien gue yang rumahnya kejual karena kepepet." "Jadi jarak antara suami lo kehilangan kerja sama rumah lo kena lelang itu cuma soal berapa bulan dia nganggur."
"Pertanyaan keempat. Kalau lo jual rumah ini bulan depan, laku berapa?" "Ya minimal balik modal lah, kan baru setahun." "Di cluster lo masih ada berapa unit kosong yang belum kejual?" Gue itung dari yang gue liat tiap pagi. Sekitar 40-an. "Berarti calon pembeli lo punya 40 pilihan yang lebih baru dari rumah lo, dan semuanya dijual sama developer yang bisa kasih promo." "Rumah lo bukan gak laku. Cuma antre di belakang 40 rumah lain."
"Terus gue harus gimana? Rumahnya udah kebeli." "Gue gak nyuruh lo jual. Rumah lo gak salah apa-apa." "Yang salah itu lo ngerasa selesai pas akad, padahal itu baru mulai." "Orang nabung mati-matian buat DP, terus abis akad langsung merasa aman." "Padahal DP itu bagian yang paling gampang, karena ada tanggal selesainya. Cicilan enggak."
Gue tanya satu hal terakhir. "Klien lo yang rumahnya sampe kejual paksa itu, salahnya di mana?" "Rata-rata sama. Gajinya gak turun, kok." "Yang kejadian cuma satu hal kecil yang gak direncanain." "Motor kecelakaan. Orang tua masuk rumah sakit. Anak pindah sekolah." "Angkanya gak sampe Rp 10 juta, tapi mereka gak punya, jadi ngutang. Cicilannya nambah, terus tumpuk-tumpukan."
Setelah obrolan itu kami gak jual rumah, dan gak nambah cicilan apa pun. Yang kami lakuin cuma satu, bikin jatah khusus yang isinya cuma buat cicilan. Sebulan Rp 900 ribu, dari motong langganan streaming, jajan di luar, sama arisan yang sebenernya gue ikut cuma karena gak enak. Targetnya 6 bulan cicilan, artinya Rp 21,8 juta. Sekarang jalan bulan kesembilan, kekumpul buat 4 bulan. Belum aman. Tapi jarak antara kami sama kata "kepepet" udah nambah 4 bulan.
Coba lo itung punya lo sekarang, gak sampe semenit. Cicilan lo dibagi gaji sebulan, dikali 100. Ketemu berapa persen? Terus tambahin biaya rumahan yang di luar cicilan, itung ulang. Angka kedua itu yang beneran lo bayar, dan biasanya jauh lebih gede dari yang lo kira. Punya lo berapa persen? Jujur aja di komen, punya gue 43. Follow buat itung-itungan rumah tangga lainnya.
cc canitarisoraya
Allah is:
Ghafir - who immediately forgives.
Ghaffar- who abundantly forgives.
Ghafur - who constantly forgives.
Go back to Allah, even if you have sinned a thousand times
@bottleThread1@MentalHealerid Samsung Galaxy A24 8/128 harga di 3 jutaan
https://t.co/DOEq3rJx1x
Samsung Galaxy A54 5G 8/527 harga di 5 juta an
https://t.co/MxZfkyj8ig
@bottleThread1@MentalHealerid HARGA SAMSUNG GALAXY A SERIES
LANGSUNG CEK LINK YANG ADA
Samsung Galaxy A04 4/64 harga di 1 jutaan
https://t.co/cQ3S6s0aj1
Samsung Galaxy A14 4/64 harga di 2 jutaan
https://t.co/vmboSLmrlM
Samsung Galaxy A14 6/126 harga di 2 jutaan
https://t.co/zHTFZ4fhlM
@mainqtain HARGA SAMSUNG GALAXY A SERIES
LANGSUNG CEK LINK YANG ADA
Samsung Galaxy A04 4/64 harga di 1 jutaan
https://t.co/cQ3S6s0aj1
Samsung Galaxy A14 4/64 harga di 2 jutaan
https://t.co/vmboSLmrlM
Samsung Galaxy A14 6/126 harga di 2 jutaan
https://t.co/zHTFZ4fhlM
@anakmamake02 Samsung Galaxy A24 8/128 harga di 3 jutaan
https://t.co/DOEq3rJx1x
Samsung Galaxy A54 5G 8/527 harga di 5 juta an
https://t.co/MxZfkyj8ig
@anakmamake02 HARGA SAMSUNG GALAXY A SERIES
LANGSUNG CEK LINK YANG ADA
Samsung Galaxy A04 4/64 harga di 1 jutaan
https://t.co/cQ3S6s0aj1
Samsung Galaxy A14 4/64 harga di 2 jutaan
https://t.co/vmboSLmrlM
Samsung Galaxy A14 6/126 harga di 2 jutaan
https://t.co/zHTFZ4fhlM
@brand_thread @anakmamake02 Samsung Galaxy A24 8/128 harga di 3 jutaan
https://t.co/DOEq3rJx1x
Samsung Galaxy A54 5G 8/527 harga di 5 juta an
https://t.co/MxZfkyj8ig
@brand_thread @anakmamake02 HARGA SAMSUNG GALAXY A SERIES
LANGSUNG CEK LINK YANG ADA
Samsung Galaxy A04 4/64 harga di 1 jutaan
https://t.co/cQ3S6s0aj1
Samsung Galaxy A14 4/64 harga di 2 jutaan
https://t.co/vmboSLmrlM
Samsung Galaxy A14 6/126 harga di 2 jutaan
https://t.co/zHTFZ4fhlM