[Imbauan untuk Komunitas Bareng Warga]
Berdasarkan informasi yang kami peroleh, yang kemudian terkonfirmasi dengan data yang ada, bahwa tengah berlangsung upaya sistematis peretasan akun-akun komunitas K-pop dan wibu secara massal. Akun-akun ini kemudian digunakan untuk menyerang suara-suara kritis terhadap kebijakan pemerintah.
Berbeda dari pola lama yang mengandalkan akun palsu, kali ini mereka menyasar akun nyata milik komunitas agar tampak lebih alami dan membingungkan publik. Tujuannya jelas: menciptakan konflik horizontal, membenturkan komunitas, dan membelokkan perhatian publik dari isu-isu penting yang sedang diperjuangkan bersama.
Kami mengimbau kepada seluruh warga Bareng Warga untuk:
1. Aktifkan proteksi akun, terutama two-factor authentication (2FA), agar akun kalian tidak mudah disusupi.
2. Jangan ladeni akun provokatif. Gunakan fitur mute atau blok. Jangan beri ruang untuk provokasi yang merusak energi kolektif kita.
3. Jaga solidaritas dan fokus bersama. Jangan terjebak dalam narasi pecah belah. Kita tetap pada nilai-nilai keadilan, transparansi, dan perlindungan warga.
Ini bukan sekadar peretasan akun. Ini serangan terhadap kesadaran kolektif. Kita lawan dengan akal sehat, empati, dan kekompakan.
Kita satu barisan, dan tidak akan terpancing untuk saling curiga—karena yang ingin mereka rusak bukan hanya akun, tapi solidaritas kita.
[UPDATE]
Informasi yang kami dapatkan di dalam ambulance tersebut terdapat 7 mahasiswi, 5 orang korban yang membutuhkan pertolongan dan 2 orang lagi petugas medis mahasiswa.
Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan update lebih lanjut.
Sudah terlanjut invest triliunan Won ke Indonesia, kekhawatiran akan kembalinya kekuatan militer di Indonesia membuat investor asal Korea resah.
Seorang insider Industri berkata:
"Ada kekhawatiran bahwa perusahaan Korea yang sudah berinvestasi senilai triliunan Won akan tersandera oleh rezim militer Indonesia. Berbagai perusahaan seperti EcoPro, yang investasinya belum secara tuntas selesai di Indonesia, perlu waspada"
Berikut adalah daftar korban meninggal dunia Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Mereka ini bukan statistik, bukan hanya sekadar angka yang muncul di layar televisi, setiap nama yang kawan-kawan baca ini merupakan seorang manusia yang seharusnya memiliki mimpi, harapan, dan masa depan. Namun, semuanya pupus dan hilang di Stadion Kanjuruhan, akibat gas air mata yang ditembakkan oleh polisi.
Muchamad Arifin, 45 tahun
Moch Hashfi Al Wafi, 16 tahun
Roni Setiawan, 23 tahun
Anggraeni Dwi Kruniasari, 20 tahun
Fiki Rochi Bala, 27 tahun
Iwan Junaedi, 43 tahun
Faiqotul Hikmah, 22 tahun
Fillah Aziz Firmansyah, 21 tahun
Elisabeth Agustin, 16 tahun
Moh Rizki Darmawan, 16 tahun
Gilang Surya Ramadani, 20 tahun
Anik Hariani, 40 tahun
Hadi Kurniawan, 22 tahun
Hutri Adi Hermanto, 37 tahun
Ahmad Wahyudi, 27 tahun
Jefri Iklastul Amal, 27 tahun
Ahmad Dani Safarudin, 15 tahun
Moch. Tegar Ardian, 17 tahun
Arnold, 22 tahun
Moch. Abid Husni, 18 tahun
Muhammad Noval Putra Aulia, 21 tahun
Eko Viki Sulistiyono, 26 tahun
Hadiyatus Tsaniyah, 24 tahun
Muhammad Ubaidillah, 15 tahun
Alfinia Maharani Putri, 20 tahun
Wahyudi, 22 tahun
Moh Bintang Pratama, 27 tahun
Gaby Asta Putri, 37 tahun
Tasya, 16 tahun
Evi Nur Rosidah, 22 tahun
Lala, 14 tahun
Hendrik Gunawan, 21 tahun
Radina Astrid Yufitasari, 20 tahun
Muhammad Hafizh Aprilianto, 19 tahun
Audi Nesia Alfiari, 12 tahun
Shifwa Dinar, 17 tahun
Bragi Kusuma, 20 tahun
Agus Riansyah Pratama Putra, 20 tahun
Gabriel, 16 tahun
Ratna Indriyani, 26 tahun
Firman Nur Abidin, 32 tahun
M. Rizal Ilhamin, 18 tahun
Geby Setyawardani, 16 tahun
Moh. Irsyad Al Juned, 20 tahun
Citra Ayu Amelia, 15 tahun
Salsa Yonas Octavia, 39 tahun
Revano Prasetyo, 15 tahun
Munifa Latiful Iksan, 20 tahun
Wildan Ramadani, 19 tahun
Abian Hasyi Rifki, 18 tahun
Andika Bayu Pradana, 20 tahun
Afrililla Tri Putra, 18 tahun
Revanya Salwa Syahrani, 18 tahun
Fajar Yoyok
Andik Purwanto
Syahrullah, 18 tahun
Indhi Rahma Putri, 19 tahun
Muh. Virdi Prayoga, 3 tahun
Klarista Disca Saputri, 18 tahun
Herlangga Aditama, 18 tahun
Lutvia Damayanti, 20 tahun
Mochamad Ali Muhtar
Nafisatul Mukhoyaroh, 24 tahun
El Vidually, 23 tahun
Sandi Sanjaya, 21 tahun
Mustofa, 15 tahun
M. Rian Fauzi, 15 tahun
Kaka Widad, 17 tahun
Hadinata, 21 tahun
Angger A. P., 19 tahun
Linda Setya Restu Ningrat, 18 tahun
Lamhadi Irawan, 20 tahun
Wahyu Nur Utomo, 18 tahun
Ach Nur Cahyo, 14 tahun
Achmad Husen Rahmadani, 16 tahun
Riyo Edit Setyawan, 21 tahun
M. Ari Maulana, 18 tahun
Rudi Hariyanto, 24 tahun
Pratiwi, 25 tahun
Septian Ragil Syahputra, 21 tahun
Akhmad Khoirul Huda, 28 tahun
Yunar, 19 tahun
Dafa Yunanto, 18 tahun
Putri Lestari, 21 tahun
Hindun Diana, 19 tahun
Muhammad Nizamudin, 15 tahun
Yanuar Dwi Bramantyo, 13 tahun
Muhammad Hendra Wahyu Zaenal Arifin
Faizal Al Fikri, 18 tahun
Muh. Akbar Raihan Firdaus, 14 tahun
Moch. Rikky Aditya, 13 tahun
Handika Rizky Triono, 15 tahun
Ria Amalia Putri, 19 tahun
Abdan Ageng Fauzan, 18 tahun
M. Farel Aljanadi, 14 tahun
Moh. Kindi Arrumi, 16 tahun
Devi Ratnasari
Much. Yulianto, 40 tahun
Najwa, 15 tahun
Angga Frasdiyansyah, 34 tahun
Muh. Febriansyah
Noval Budiono
Herlangga Aditama, 18 tahun
Aditya Dimas Pratama
Daffa Fakhrudin Wijaya, 15 tahun
Riyan
Muh. Mungizul Hidayatullah
Aura Maulida Fitria Aisya, 20 tahun
Mayang Agustin
Eka Priyati Mei Wulandari, 18 tahun
Rizky Dwi
Rizky Wahyudi, 20 tahun
Fajar Khoirun Ahmad, 14 tahun
Ibnu Muhammad Rafi, 15 tahun
Yulio Dini Prastiawan, 14 tahun
Hildan Adista, 17 tahun
Bahrul Ulum, 22 tahun
Muhammad Haikal, 15 tahun
M. Nailul Author, 15 tahun
Kusnaeni, 27 tahun
Jovan Farellino Yuseifa Pratama Putra, 15 tahun
Riyang Ambarwati, 20 tahun
Hafiska Dwi Aninditya, 13 tahun
Iwan, 45 tahun
Muhammad Ilham Sabilillah, 18 tahun
Vera Puspita Ayu, 22 tahun
Mokhamad Abdurrohman, 29 tahun
Nova Setyarahayu, 24 tahun
Muhammad Haikal Maulana, 17 tahun
M. Andre Ramadhan, 25 tahun
Mita Maulidya, 27 tahun
Jangan perlu lupa. Mari kenang nama mereka dalam Sejarah.
Tolong spill buat yang tahu sekolah SD tempat Novi vokalis Sukatani Band mengajar. Biar kita rujak seklian yang berani mecat gara2 polemik lagu ‘bayar bayar bayar’ viral.
Sukatani Band yang selama ini memakai penutup wajah sebagai cirikhas/identitas di panggung, tiba-tiba mereka klarifikasi meminta maaf tanpa penutup wajah. Akhirnya banyak yang tahu wajahnya dan diduga berujung pemecatan dari tempatnya mengajar.
Siapa yang nyuruh ? Adakah paksaan, intimidasi, atau ancaman kpd mereka? Dari situ saja sudah ada yang tidak wajar.
Memakai penutup wajah/topeng saat manggung merupakan privasi dan cirikhas bagi musisi. Hal ini tak jauh beda dengan band Metal asal Amerika seperti Slipknot, di mana semua personilnya jg memakai topeng.
Siapapun yang maksa personil Sukatani Band untuk klarifikasi buka topeng harus ditindak! Jika memang ada oknum dari kepolisian, tolong atensinya. Cc pak kapolri @ListyoSigitP
#KamiBersamaSukatani