i loove uuu, in the kind of way that’s calm but runs deep. this love isn’t loud or complicated, it’s just real and gentle. u feel like home — the kind of place i can always come back to, cimol ❤️🫶🏻
Cerita boleh usai, tapi aku masih belum ingin mengakhiri celotehan tentang LUAT.
Pertama, aku mau kasih tepuk tangan buat LUAT yang berhasil menutup series dengan trending 1 di beberapa negara (termasuk Indonesia) dan masuk jajaran topik terpanas di dunia. Sejak awal penayangan, aku selalu meyakini bahwa
LOVE UPON A TIME SERIES bukan sekadar tontonan yang selesai lalu usai. Tidak! LUAT akan tetap jadi perbincangan dalam waktu lama bahkan LUAT akan jadi project percontohan untuk standar baru di genre BL, karena tanpa scene NC berlebihan tetap mampu menarik minat.
Kedua. LUAT benar - benar fokus pada cerita, Phop Nakhun terlalu manis untuk dilupakan. Thi Pun pelit interaksi kecupan (ini masih menyisakan imajinasi moment kemesraan). Chuay dengan segenap kesetiaan dan nasehat-nasehat bijaknya akan selalu ditonton ulang. Sai yang endel masih menghadirkan rindu. Dan, Cherd serupa PR besar tentang kegagalan sebuah parenting (rasanya ingin memberi pelukan pada jiwa mungilnya dan mengatakan, "lahirlah kembali di keluarga yang menyayangimu."
Hard masih menyisakan kemarahan dan dendam di hati. Bagaimana bisa dia menghilangkan nyawa Clao dan membuangnya ke dasar danau. Aku masih belum bisa menerima, karena dia penyebab tangisan Phop. Tubuh Clao yang membusuk melekat dalam ingatan.
Sial! Aku benci Hard.
Ketiga! Sejak episode 1 LUAT konsisten berada dalam posisi bintang 9.9 di Iqiyi. Ini fakta tak terbantahkan bahwa LUAT menjadi series yang disukai banyak orang. Berada di jajaran TOP 3 trend Iqiyi dengan pesaing non BL tentu bukan hal sederhana. Dan, berturut-turut berada dalam posisi TOP 2 sebagai series yang paling banyak ditonton dan lagi-lagi pesaingnya dari genre non BL
Aku cuma mau bilang, belum mau berhenti berbicara tentang LUAT, bolehkan?
LOVE UPON A TIME FINAL EP
#ภพเธอตอนจบ