Negeri Jogjakarta terbentuk sejak 1755, jauh sebelum nama Indonesia ada, jauh sebelum partai-partai di negeri ini ada.
Seiring berjalannya waktu, saat Soekarno-Hatta memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia, Negeri Jogjakarta adalah pihak yang pertama kali bersepakat dengan pemerintah Republik Indonesia waktu itu, karena apa, karena Jogjakarta sudah punya batas wilayah yang jelas, sudah punya pemerintah yang jelas, sudah punya aturan/undang-undang/paugeran tersendiri, sehingga Belanda yang waktu itu belum mengakui kemerdekaan/kedaulatan Indonesia tidak berani macam-macam.
Selain Jogja juga Negeri Surakarta yang menyatakan dukungan kepada pemerintah Indonesia, tetapi seiring berjalannya waktu keistimewaan Surakarta/ Daerah Istimewa Surakarta dicabut oleh pemerintah Indonesia karena adanya gerakan anti-swapraja/membangkang pada pemerintah.
Terkait aturan yang berlaku di Jogjakarta, adalah hasil kesepakatan yang juga dicantumkan dalam undang-undang.
Kenapa ada kesepakatan? Karena sebelumnya Jogjakarta sudah merdeka' terlebih dahulu sebelum Jogjakarta, bahkan Belanda yang waktu itu dipimpin oleh Ratu Juliana (yang jadi teman kuliah HB IX).
Belanda sebagai pihak asing yang paling lama berada di bumi Nusantara baru mengakui kemerdekaan/ kedaulatan Indonesia saat Konferensi Meja bundar 1949.
Bila ada pertanyaan kenapa di D.I Jogjakarta ada salah satu pihak yang dilarang memiliki tanah, hal itu dikarenakan pihak tersebut dianggap sebagai pihak yang berkhianat kepada Negeri Jogjakarta, mereka tidak diusir, hanya salah satu hak-nya dicabut. Yaitu hak memiliki tanah.
Banyak hal yang berjalan dengan baik, sempat pemerintah waktu itu yang dipimpin oleh SBY mengusik keistimewaan Jogjakarta, sehingga menimbulkan perlawanan masive dari warga Jogjakarta.
Masih ingat kan lagu Jogja Istimewa dari @killthedj yang turut menjadi pemersatu pergerakan tersebut.
Jadi, bila sekarang ada pihak-pihak yang ingin mengusik / mengganggu keistimewaan Jogjakarta, saya yakin pihak tersebut akan rontok sendiri.
Republik Indonesia terbagun dari kesepakatan beberapa pihak, kesepakatan para pendiri, menghargai kesepakatan tersebut adalah salah satu cara kita menjadi warga negara yang baik.
Kami akan diam bila kalian paham!
Kami akan berisik bila kalian usik.
LYN | Desember 2023
Indonesia Builds Superpower Dreams. Begitu judul besar artikel sehalaman penuh Financial Times edisi Kamis 16 Novermber 2023 yang saya baca ini.
Surat kabar harian bisnis ini menuliskan mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, ibu kota negara Nusantara, posisi Indonesia dalam rivalitas antara negara besar saat ini, hingga situasi politik dalam negeri.
HTI itu cuma bubar secara administratif saja tapi bendera mrk masih berkibar dan kegiatannya terus eksis.
Perang palestina israel dijadikan ajang untuk unjuk gigi.
Artinya, Negara belum mengisi ruang2 kosong ke kelompok ini. Jadinya ya gini deh, RI rasa ISIS!
Komisi perlindungan monster, udah berkali2 KPAI ini kakinya selalu di pelaku. Mereka tidak pernah ada disisi korban, komisi2 ini dibiayai uang rakyat tapi mewakili perbuatan iblis. Bubarkan
Pas Seleksi dan pendidikan dibiayai oleh UANGrakyat!
dikasih MAKAN, BERAK KENCING di Toilet yg dibangun OLEH Pajak rakyat
Tidur di Asrama beralaskan Kasur empuk hasil tetesan keringat para wajib pajak
UDAH JADI MALAH memilih jadi OKNUM perusak GENERASI!!
SAMPAH!
Sering diPalak Oknum Polisi saat mencari Sesuap Nasi demi anak Istri, Seorang Supir video call larang anaknya masuk Polisi Langsung di depan Polisi
"Anak saya ingin masuk polisi tapi saya larang, karena bapaknya sering jadi korban palak Polisi
📍Jambi
Kalau setuju Anies dipanggil "bapak politik identitas," silahkan retweet & like.😅
Banyak Kadrun Panik karena Anies Disebut 'Bapak Politik Identitas', Yusuf Dumdum: Gelar yang Cocok! https://t.co/TVidN7raDS