4. This might be controversial, but i don’t really like glorifying LGBT community. After all, I’m still a man with my religion and beliefs and i am fully aware the religion i follow forbid this. So let me be the man with the sin without having glorify them and ask people to understand
@atokdalangs4@LambeSahamjja heran gua sama tingkah manusia gini, hiduplu penuh illfeel karena apa sih? kehidupan lu diatur org atau gimana sehingga lu ga bisa jadi diri sendiri dan disaat org lain jdi dirinya lu sewot dan upload di sosmed. Justru yg illfeel harusnya si cowok dgn sikap lo
Jadi menurut kalian transgender, crossgender, genderfluid, non binar, dll apakah mereka harus ke toilet sesuai biological sex mereka? Atau ada opini lain, terkait konstruksi sosial ini?
Okee ini valid counter-nya
I'm not a woman itself, tapi masuk space ke ranah privat perempuan itu sendiri, salah dan TIDAK AKAN PERNAH DIBENARKAN.
Jadi IMHO masih abu-abu ya social construct terkait akan hal ini, kecuali kalau kita memang mau membuat satu WC all gender
aahh khas banget nih counter dari mereka.
tiap kita gamau menormalisasi trans people, pasti begini ini bantahannya “trus perempuan yang mandul, yang pcos, yang childfree, yang blablabla bukan perempuan?”
masa iya kek gitu aja gapaham. jelas jelas perempuan ya perempuan, yg diciptakan dgn karakteristik perempuan. terlepas dia punya anak atau engga, bisa hamil atau engga.
bukan laki laki yg ngaku ngaku perempuan. laki laki ya laki laki dari lahir sampe mati. kalo mau mendukung, merangkul, arahkan mereka utk kembali ke fitrahnya. kuatkan mereka dalam ujiannya. bukannya makin mendorong utk melawan fitrahnya.
bela laki laki yg ngaku jd perempuan kok sampe menginvalidasi keresahan perempuan tulen dari lahir. kita kita jg yg jd korban hey
Cuma pasti BUANYAK yang bantah karna secara tidak langsung, pemerintah memfasilitasi adanya perkembangan transgender di negara heteronormatif ini. Oh atau pemerintahnya sendiri yang kontra. Hmmmm
Jadi menurut kalian transgender, crossgender, genderfluid, non binar, dll apakah—
Cowok mencium tangan cewek, dianggap sangat romantis. Kalau ditarik sama status "consent" cowok mencium tangan cewek dan sebaliknya, then OKAY. Kecuali harus dipaksa, ditempeleng, KDRT, apapun itu yang melanggengkan degradasi fisik/ verbal maka itu yang harus dikritisi
Cium tangan dalam pasangan masih dilihat sebagai ‘love expression’ yang manis dan hangat. Padahal, di baliknya ada simbol relasi kuasa yang terus melanggengkan ketimpangan gender.
Menurut salah satu kontributor kami, alih-alih cium tangan, bercumbu justru lebih menghadirkan kesalingan dalam relasi. Kenapa?
Berikut kami rangkumkan penjelasannya.
Gue cowok ya, dan pas gue SD/SMP gitu gue sering disuruh beli pembalut, jadi sampe sekarang "kalo" misalnya orang tua atau adek gue nyuruh beli pembalut gue biasa aja. CUMA papa gue yang larang gue buat beli, padahal mah santai aja
WHAT'S WRONG WITH BELI PEMBALUT DAN DITENTENG KEMANA-MANA SIHHHH KENAPA HARUS MALU??? literally baru banget beli dan ada congor laki kurang ajar komen "kok beli gituan gak ditutupin neng malu atuh udah gede" OTAK LU DI DENGKUL.
@rizalandreaso bisa cari univ di kota yg sama jadi engga ngekos, dari zamanku itu uda banyak orang yg g tau diri sama kekuatan ortunya, terus playing victim dunia tidak adil, negara bersalah. dll
padahal kalau mau ngaca, dia juga harus bisa ngeker kemampuan ortu, kuatnya dimana daftar situ