"STOP, NJING." Seketika suaranya Edgar meninggi, Satria pun mau tak mau mematikan lagu-lagunya, karena ia takut membuat Edgar semakin marah dan akhirnya emosinya meluap.
Dari lagu tersebut Satria sering bertanya, 'bagaimana kalau hari itu tak pernah tiba? Jakarta mungkin akan ada di genggaman kita.' Tapi itu semua hanyalah khayalan belaka, semu dan fana, tidak perlu dipikirkan, tapi kepala menolak.