Bicara tanpa referensi itu sotoy.
"Tapi od, lu sendiri sering ngetweet tanpa referensi. Berarti lu sotoy dong?"
Betul. Makanya terserah anda boleh menyanggah.
"Jangan masuk UGM"
"Jangan masuk UI"
Do you even have the capability?
🤣 Pakai sok2an ga mau😂😂
Mereka pikir masuk UI dan UGM itu gampang?
Blm pernah disiksa SIMAK UI dn UTUL UGM 😌
cc:threadwdkharisma
Menurut gw pribadi, mending keberadaan IPDN itu ditinjau ulang deh…
Asal kelen tahu..
Ilmu-ilmu yang ada di IPDN itu udah diajarin di FISIP dan FIA di seluruh Indonesia.
Perbedaannya, IPDN itu ikatan dinas, biaya minim, dan juga semi-militer.
Lantas buat apa ada IPDN? Wong lulusannya juga jadi ASN. Anak FISIP dan FIA mah disuruh jadi ASN juga bisa.
Dan yang gw juga heran kenapa IPDN semi-militer?Padahal lulusannya itu ya jadi sipil semua…
Terus yang lebih ga nyaman lagi:
Tiap tahun, IPDN butuh ratusan miliar.
Kalian tahu ga? Berapa anggaran IPDN di 2026?
814 MILIAR!
Padahal tahun lalu hanya 517 miliar.
Mana masuk pos anggaran pendidikan lagi.
Dan ini diperuntukkan untuk 5-6 ribu orang praja..
Sayang banget menurut gw.
Duit 817 M itu bisa dipakai buat subsidi PTN-PTN di seluruh Indonesia.
Foto: Rakyat Merdeka dan Pos Jateng
sumpah miris bgt? sekolah menurutku bisa dibilang sebuah privilege yg ga semua org dapet, tpi ada aja yg masih menyia-nyiakan kesempatan untuk menempuh pendidikan :(
@xabikali Gini kan, makanya jangan suka bilang orang kuliahan "classist". Mereka yg ga kuliah aja tu terlalu banyak berasumsi dan ngomong di luar wawasannya.
Saking jauh jarak "budaya"-nya antara orang ga pernah kuliah dengan orang kuliah, secara alamiah orang yg kuliah jadi kelihatan "classist" tanpa berniat.
SMS indonesia mahal
Akhir-akhir ini beberapa aplikasi seperti LINE, Telegram, bahkan Google mulai menonaktifkan verifikasi OTP via SMS. Setelah ditelusuri, ternyata sejak 2023–2024 operator seluler di Indonesia kompak menaikkan tarif SMS A2P International secara signifikan. Dari yang sebelumnya sekitar Rp300–Rp400 per SMS, kini melonjak 2–3x jadi Rp1.000–Rp1.400. Bandingkan dengan Uni Eropa dan Amerika yang hanya Rp45–Rp150 per SMS. Dengan trafik besar dari aplikasi seperti WhatsApp, TikTok, Shopee, hingga mobile banking, biaya OTP di Indonesia bisa bikin perusahaan boncos miliaran rupiah per hari. Jadi ini bukan aplikasinya yang pelit, tapi memang biaya di Indonesia yang terlalu mahal. Akibatnya, perusahaan memilih efisiensi dan pengguna yang kena dampaknya. Ada yang ngerasain juga di aplikasi lain?
FB - Fauzan Hujatan Teknologi Indonesia (HTI)
Buat para "Salafi" anti demo, penyampaian pendapat langsung yg beradab ke pemerintah tuh syaratnya begini: Ulil Amri-nya mau ketemu, kasih akses.
Kalau budeg, disuratin doang mah ga bakal bergeming.
Kayaknya beneran duit pemerintah absolutely habis, sampe ni program bisa dipretelin. Plus mati listrik bergilir di Jawa juga itu dampak ekonominya besar sekali (matiin industri)
there's a sex therapist who has a ritual of making out with her husband every night before bed, and so many of the comments on her posts are some version of "but what if he gets turned on and I don't want to have sex" and i need men to understand and prioritize non sexual touch.
Beberapa kekuatan besar di Indonesia kalo bersatu demo semua,
- Mahasiswa
- Ojol
- Supporter Bola
- Kelompok Silat, Sound Horeg dan Komunitas motor CB
- Ibu-ibu Muslimat
Cici-cici sama Koko-koko Citraland, PIK, Pondok Indah dan daerah lainnya nggak usah ikut turun gpp
Kalian bagian logistik
UNTUK APARAT, ATAS DASAR APA KALIAN MENAHAN & MEM-BLOKADE TEMAN-TEMAN MAHASISWA KAMI??? KARENA MACET? INI ADALAH FOTO TANGGAL 1 MEI 2026 KEMARIN, KEADAAN LALU LINTAS STUCK, SAAT DEMO BURUH MENUJU MONAS HANYA UNTUK MELIHAT KEPALA KALIAN JOGET-JOGET & LEPAS BAJU!
cc:threadritsuraiv
pantes banyak gen z yang ga mau naik jabatan
grafik ini nunjukin kalau gen z masih merasa kurang pede dalam skill ngatur tim, ngasih feedback, dan ngelola perubahan dibanding generasi yang lebih senior. penyebabnya bukan karena mereka kurang mampu, tapi karena jam terbang dan pengalaman kerjanya masih lebih sedikit.
sebenarnya ini cukup wajar. Kebanyakan gwn z masih berada di awal karier, sehingga belum banyak mendapat kesempatan memimpin tim, menghadapi konflik kerja yang kompleks, atau mengambil keputusan yang berdampak besar. mereka merasa belum terlalu percaya diri dalam mengelola orang lain dibanding gen y, gwn x, atau baby boomers yang sudah lebih lama bekerja.
Saya hanya ingin menjelaskan, keputusan ibu korban untuk tidak damai dan melanjutkan proses hukum, itu bukan soal demi anaknya semata. Tapi ini demi anak-anak lainnya. Kedua anak tersebut berbahaya jika terus dibiarkan bebas.