@kapalapilsener@zanatul_91 APALAGI amit2 sampe MENDUKUNG AGENDA REZIM di saat ada pakar2 lain yg teriak. inget. RAKYAT BANTU RAKYAT, bukan RAKYAT BANTU REZIM
gw bisa kasih bukti kalo gw speak up soal Amsal, Tom Lembong, Ira Puspadewi, dll. bahkan soal gaji guru honorer, MBG, ekonomi, hukum, tata kota, dll
@kapalapilsener@zanatul_91 kata siapa? gw mah (berusaha) selalu kritik negara ttg "semua hal" kalo salah
knp "semua hal"? krn negara udah terlalu kuat TANPA OPOSISI. emg udh seharusnya RAKYAT BANTU RAKYAT. kalo pakar2 hukum udh teriak, ya dibantu. kalo pakar2 x, y, z teriak, ya dibantu. JGN SALING SIKAT.
gw cuma mau bilang :
PP 20/2026 ini bagus karena nutup celah pihak2 yg ga layak dapet fasilitas tarif umkm untuk manfaatin fasilitas tsb melalui skema bunching dan firm splitting (mecah usaha dan omset)
yg aneh itu ya orang2 ga ngerti yg bikin berita bombastis.
my take:
banyak kebijakan plenger rezim. yg ini bukan salah satunya.
bagus sih gak berburu di kebun binatang lagi..
inget guys. kalo orang lain tax avoidance, kroco2 yang ga bisa tax avoidance yang kena kalo negara lagi BU hehe
Yang marah dengan kebijakan ini:
1. Gak ngerti perpajakan.
2. Pelaku tax avoidance.
3. Sentimen personal.
4. Gak punya bisnis
5. Mudah ketrigger headline.
Objektif. Ini sebenernya bagus, cuma konsekuensinya ada resistensi dari pelaku bisnis. Lama-lama mereka juga akan adapt.
@akhifatoni@zanatul_91 udh tau kok. pernah gw sebut "lebih kalem"
knp lebih kalem?
krn yg lebih sering digoreng di sosmed yg chromebook
krn yg dituntut ke penjara yg chromebook
ada si @zanatul_91 bilang kalo pencetus2 & pelaksana MBG itu "white-collar crime"?
pdhl destructive-nya lbh gede yg skrg
@zanatul_91 so, hati2 dalam membaca guys. jangan sampai alih2 niatnya membela mati2an satu pihak, malah merusak bidang lainnya yg sama2 penting.
amit2 jgn sampai nama kita masuk sejarah jd enabler runtuhnya Indonesia gara2 hukum yg acak acak2an, ya guys ๐๐
https://t.co/xbGaO7VyEJ
Output dari kebijakan Nadiem jelek? Kiranya kita bisa setuju.
Kebijakan dengan output jelek itu diframing sebagai kejahatan kerah putih? Ini namanya framing untuk kriminalisasi kebijakan.
Kalau semua output kebijakan yang dianggap jelek ini diframing sebagai kejahatan dan dikriminalisasi, ini ngasih disinsentif ke decision makers untuk buat keputusan dan jadi preseden buruk buat semua.
Gak semua kebijakan yang disusun dengan baik outputnya akan baik. Gak jarang juga kebijakan yang disusun jelek malah berujung baik dalam jangka pendek karena faktor keberuntungan.
White collar crime itu harus dibuktikan melalui niat jahat dan bukti adanya hubungan antara quid pro quo dengan illicit enrichment. Dalam konteks korupsi harus ada fraudulent intent dari pelaku untuk memperkaya diri.
Sejauh ini jelas gak ada bukti dua hal ini baik di Nadiem maupun Ibam.
Di negara lain, konsep illicit enrichment gak kaya di Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Tipikor yang karet. Cuman di Indonesia kayanya unsur melawan hukum dan memperkaya diri atau orang lain/suatu korporasinya gak nyambung.
Pelanggaran hukum administrasi dianggap bukti dari illiit enrichment?
Lihat aja di UNCAC mana ada konsep korupsi kaya pasal jelek begini.
Kurang-kurangi lah berbicara sesuatu yang anda gak mengerti bung Zanatul. Salam buat pakarnya pakar si Fajar Trio sahabat Jaksapedia ya.
@zanatul_91 contoh lokasi & timing yg benar KALAU MEMANG intensinya memang memperbaiki pendidikan & kesejahteraan guru:
1. protes saat kebijakan sedang berlangsung agar di-stop. saat sudah lewat, FOKUS pada kebijakan ngawur yg terjadi saat ini
2. tdk berkomplot dgn pihak yg lg "bermasalah"
Output dari kebijakan Nadiem jelek? Kiranya kita bisa setuju.
Kebijakan dengan output jelek itu diframing sebagai kejahatan kerah putih? Ini namanya framing untuk kriminalisasi kebijakan.
Kalau semua output kebijakan yang dianggap jelek ini diframing sebagai kejahatan dan dikriminalisasi, ini ngasih disinsentif ke decision makers untuk buat keputusan dan jadi preseden buruk buat semua.
Gak semua kebijakan yang disusun dengan baik outputnya akan baik. Gak jarang juga kebijakan yang disusun jelek malah berujung baik dalam jangka pendek karena faktor keberuntungan.
White collar crime itu harus dibuktikan melalui niat jahat dan bukti adanya hubungan antara quid pro quo dengan illicit enrichment. Dalam konteks korupsi harus ada fraudulent intent dari pelaku untuk memperkaya diri.
Sejauh ini jelas gak ada bukti dua hal ini baik di Nadiem maupun Ibam.
Di negara lain, konsep illicit enrichment gak kaya di Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Tipikor yang karet. Cuman di Indonesia kayanya unsur melawan hukum dan memperkaya diri atau orang lain/suatu korporasinya gak nyambung.
Pelanggaran hukum administrasi dianggap bukti dari illiit enrichment?
Lihat aja di UNCAC mana ada konsep korupsi kaya pasal jelek begini.
Kurang-kurangi lah berbicara sesuatu yang anda gak mengerti bung Zanatul. Salam buat pakarnya pakar si Fajar Trio sahabat Jaksapedia ya.
@angenat55@sihir_sains lebih dangerous mana sama yang tanpa macroeconomic analysis? bangun hei. negara ini kalo bikin policy ga pake kajian tp dr titah presiden lol..
kalo "expert"-nya pd ga mau bikin kajian gratis, ya bersyukur aja masih ada org2 kyk Ferry yg at least ngasih kajian drpd ga ada samsek
@gidry3@arsenoir@sihir_sains pada lupa kali ya di negeri ini policy itu datengnya bukan dari kajian tp isi kepala presiden & viral-based wkwkw
noh danantara sumberdaya aja dibentuk tiba2. mana sempet bikin kajian? rapat sama ahli aja engga
yg viral-based contohnya KDM or waktu itu pas basmi ikan sapu2
@BetaEpsilonPhi kayaknya yg mesti diubah sistem verifikasi bank-nya. bukan wisudanya..
aneh juga kalo nama ibu harus dirahasiain. kalo sodara, ART, dukcapil, dll mau ga mau pasti ketauan hehe
@sihir_sains bayarannya itu portof saham Ferry jd ga merah. portof gw jg. portof lu jg
idk if we're heading for a slowdown? hyperinflation? market crash? u tell me. but if we are, maybe stop mocking each other & start working together for your own good, man. it'll be worth it even it's free
@sihir_sains with all due respect, knowing we're in this shitty economy, and knowing the gov doesn't give a fuck about academic research before launching anythingn, Ferry's efforts (even with some mistakes) are still way better than those 'experts' who just watch the country collapse.
#intinyadeh Nadila Wantari ex member JKT48, alami pelecehan seksual di FTL:
> Desember 2025, lg gym di FTL Pondok Indah, trus direkam diam2 bagian tubuhnya oleh salah satu member, kegep
> Org tsb dibawa ke staff FTL, ternyata ada puluhan korban lain yg direkam diem2 jg
(1/4)