@sweetygurlxx@tanyarlfes Aku waktu itu via WA PPATK doang terus karena gajelas ku tinggal dulu nunggu ada keputusan baru oleh pemerintah mungkin jd lbh mudah setelah banyak protes masyarakat π
Anak menjadi alasan untuk hidup panjang. Bukan untuk diri gue bisa hidup bahagia. Tapi justru gue yg pengen selalu ada buat mereka. "Siapa yg ngurusin anak gue kalo gue mati?" Itu yg ada dipikiran gue saat menggigil hampir hilang kesadaran kemaren.
Gue berharga. Sangat berharga bagi keluarga gue. Kemaren mati pun keknya ga ada bedanya gue. Kemaren gue kesakitan sambil doa "jangan dulu mati, anak masih kecil2, gue pengen membersamai hidup mereka dengan keluarga kandung yg utuh.
Tiap inget itu gue nangis cuy. Otomatis. Kaya ada trauma gitu dgn ingetan itu. Gue yg disayang mati2an oleh ortu gue, yg dipenuhi semua needs and wants gue walaupun secara materi mereka ga bisa berbuat banyak. Njirrrrr gue hrs meringkuk kesakitan sendiri. Waw
Nyokap gue sampe belain libur kaga kerja yg mana sehari cuma dapet 80-100k, demi bisa ngurusin gue yg malemnya ga bisa bangun. Dan tentu, ngurusin anak gue.
@tanyarlfes POV dr keluarga cowo yg ga setuju versi alasan lain. Percayalah nder, kami g mau kamu dimanfaatin doang (in our case she looks so materialistic), g imbang gaya hidup dgn kluarga kami. Sekufu itu penting, & yg penting lagi, cari pasangan yg ortunya ga "malakin" hasil krja anaknya
@anotherseshh@marklovers99@exchwnge@pagicerahceria@ummabibi@sofiesyarief Masalahnya ini disuruh setengah butir kak. Dan, dr pemerintah jg menggalakkan "tambahkan 1butir telur per hari" itu maksudnya "tambahkan selain dr menu utama 3x makan". Jd "instruksi" MBG ini klo porsi perkali makan setengah butir jelas jauh dr kebutuhannya..
@marklovers99@exchwnge@pagicerahceria@ummabibi@sofiesyarief Sedihnya, kebutuhan bayi MPASI aja sekali makan 1 butir. Ini anak sekolah yg butuh energi lebih malah setengah butir. "1 butir sekali makan melebihi kebutuhan". Kebutuhan siapa ya? Kebutuhan nyukupi dana mungkin ya