Kangen sama orang yang udah meninggal tuh another level kind of pain. Dada lo kayak ditonjokin dari dalam, berulang kali, tapi lo nggak bisa ngelawan sama sekali. Nyesek aja. Udah.
Hiduplah dengan tenang. You don’t need to prove anything to anyone. As long as you’re happy, growing, and healing, that’s enough. Cari apa yang buat hati kita betul-betul rasa hidup. Appreciate the little joys. Moments yang orang lain anggap biasa, tapi bagi kita, means a lot.
Aku juga pernah mikir, mungkin aku harus "beres" dulu sebelum bisa serius sama siapa pun.
Harus stabil dulu, harus gk overthinking dulu, harus gk punya luka dulu. Tapi makin dewasa aku sadar, manusia mana sih yang bener bener tanpa luka...
Dulu kalau kecewa, aku masih mencari alasan.
Mungkin dia sibuk.
Mungkin dia tidak sadar.
Mungkin aku terlalu sensitif.
Sekarang?
Kalau polanya sudah berulang, aku tidak lagi mencari alasan. Aku mencari jarak.
Aku mulai menyukai hidup yang tidak lagi punya ruang untuk menunggumu.
Tidak menunggu kabar
Tidak menunggu pesan
Tidak menunggu perubahan
Tidak menunggu kamu kembali
Ternyata bebas dari penantian adalah bentuk kebahagiaan yang dulu tidak aku kenal.
Pada akhirnya, kita hanya ingin satu hal yang sederhana:
Mencintai seseorang yang tahu bahwa dia dicintai, dan tidak membuat kita menyesal karena memberinya hati.
Perasaan aman bukan ketika cinta kita dibalas dengan sempurna. Tapi ketika cinta kita diperlakukan dengan layak.
Jangan beri ruang untuk pihak yang ingin mengubah penyampaian aspirasi menjadi kericuhan. Tetap tenang, berpikir jernih, dan saling jaga. #DamaiSuarakanAspirasi