Under Armour mencuri perhatian dengan iklan cerdas setelah gol Torres di final.
542 pemain telah mengenakan sepatu Nike.
482 pemain telah mengenakan sepatu Adidas.
Hanya 9 pemain yang pernah mengenakan sepatu Under Armour.
Terkadang, bukan tentang berada di mana-mana, tetapi tentang berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat.
"Sepatu juara tidak berwarna merah muda."
— Under Armour
Tahun lalu Marc Cucurella dan istrinya Claudia Rodríguez secara terbuka menceritakan ke publik mengenai kehidupan keluarga mereka yg berat dan menantang krn memiliki seorang putra penyandang autisme.
Keterbukaan Cucurella dan Claudia ini dinilai sangat positif krn membantu meningkatkan awareness mengenai autisme. Keterbukaan mereka menormalisasi diskusi tentang kesehatan mental dan tumbuh kembang anak di kalangan atlet top profesional.
Di atas lapangan, Cucurella adalah bek kiri yang agresif, punya determinasi dan fighting spirit yg tinggi. Dia seolah tak mengenal takut dalam duel2 keras.
Mentalnya luar biasa. Performa Cucurella bisa tetap stabil meski ia sempat menjadi sasaran ejekan fans krn harganya yg dinilai kelewat mahal pd awal kariernya di Chelsea.
Namun, saat dia bercerita tentang putranya, ada sisi2 humanis sangat kontras yg diperlihatkan Cucurella. Dia bisa sangat sensitif, kerap menangis, terkadang rapuh.
Di lapangan, Cucurella adl pemain yg garang. Namun sebagai orang tua biasa, dia juga menghadapi tantangan domestik yg sama beratnya dgn orang tua2 lain.
Respek kepada Claudia yg memikul beban rumah tangga yg sangat besar. Saat Cucurella harus fokus 100% pada performanya di lapangan dalam turnamen2 level tertinggi, Claudia hadir dlm menjaga keseimbangan.
Claudia memastikan Cucurella tetap bisa menampilkan permainan terbaiknya dan menjamin kebutuhan terapi sang anak terpenuhi.
Respek juga kepada Cucurella. Meski mendapatkan tekanan dan tuntutan tinggi sbg pemain top, Cucurella hadir sbg sosok ayah yg suportif bagi Claudia. Terutama dlm menghadapi dinamika parenting anak berkebutuhan khusus yg membutuhkan tingkat kesabaran dan energi sangat tinggi.
❤️
Temen gw kerja di front office hotel bintang 4 di Bali.
Suatu malam gw tanya: "Kalau gw mau nginep di hotel lo, booking di mana yg paling murah?"
Dia bilang satu kalimat.
Satu kalimat yg bikin gw gak pernah lagi booking lewat Agoda atau Traveloka.
Dan setelah lo baca thread ini, lo juga gak akan.
Kalimatnya:
"Telepon langsung ke hotel. Bilang lo liat harga di Agoda Rp sekian. Minta harga lebih murah. Kita PASTI kasih."
Gw kaget.
"Serius?"
"Serius. Tiap tamu yg booking lewat app, hotel bayar komisi 15 sampai 25 persen ke app itu. Kamar Rp 1 juta? Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu masuk ke kantong Agoda. Bukan ke hotel."
"Jadi kalau gw telepon langsung?"
"Komisi itu gak ada. Hotel bisa kasih lo harga lebih murah DAN tetep untung lebih gede. Semua seneng. Kecuali Agoda."
Gw coba.
Hotel yg sama. Kamar yg sama. Tanggal yg sama.
Harga di Traveloka: Rp 1.250.000. Harga di Agoda: Rp 1.180.000.
Gw telepon hotel langsung. Bilang: "Saya liat di Agoda harga kamar deluxe tanggal segini Rp 1.180.000. Ada harga lebih baik kalau saya booking langsung?"
Jawaban resepsionis: "Bisa, Kak. Kami bisa kasih Rp 950.000. Sudah termasuk sarapan."
Selisih: Rp 300.000. Plus dapet sarapan yg di app BELUM termasuk.
Satu telepon. 2 menit. Hemat Rp 300 ribu.
"Kenapa hotel gak pasang harga murah itu di website sendiri aja?"
Nah. Ini bagian yg gelap.
Temen gw bilang: "Kita GAK BOLEH."
Hotel punya kontrak dg Agoda, Traveloka, Booking com. Di kontrak itu ada satu klausul yg namanya RATE PARITY.
Artinya: hotel DILARANG pasang harga lebih murah di channel lain, termasuk website sendiri, selama harga itu bisa diliat publik.
Kalau ketahuan, app bisa turunin ranking hotel di hasil pencarian. Hotel jadi gak keliatan. Booking anjlok. Revenue mati.
Jadi hotel terjebak. Mau kasih harga murah ke tamu, tapi gak boleh.
Kecuali lewat satu celah.
Celahnya: TELEPON.
Rate Parity berlaku buat harga yg DIPUBLIKASI. Website, app, iklan.
Tapi harga yg dikasih lewat telepon? Itu PRIVATE. Gak dipublikasi. Gak bisa ditrack sama Agoda.
Makanya temen gw bilang: "Telepon langsung."
Bukan lewat WhatsApp resmi hotel (bisa diaudit). Bukan lewat website (bisa ditrack).
TELEPON. Suara ke suara. Gak ada jejak digital buat Agoda trace
Ini bukan cheat. Ini cara hotel kasih harga yg SEHARUSNYA lo dapet dari awal. Sebelum 15-25% dipotong buat komisi app
Gw tanya lebih jauh: "Trs kenapa gak semua orang tau ini?"
Temen gw ketawa.
"Krn Agoda dan Traveloka spend MILIARAN buat iklan. Google Ads. Instagram Ads. Influencer. Cashback. Promo.
Semua itu biar lo TERBIASA booking lewat mereka.
Biar lo gak pernah kepikiran buat telepon langsung.
Biar lo gak pernah tau bahwa Rp 150 ribu dari setiap booking lo itu masuk ke kantong app, bukan ke hotel yg ngelayanin lo."
Dan satu lagi yg temen gw bilang.
"Kalau lo telepon dan bilang lo MEMBER loyalty program hotel, harga bisa turun lebih jauh lagi."
IHG Rewards. Marriott Bonvoy. Accor ALL. Daftar GRATIS.
Member rate kadang 10-20% lebih murah dari harga publik. Dan itu SAH. Krn member rate masuk kategori "private rate" yg gak kena aturan Rate Parity.
Jadi stacknya:
Harga Traveloka: Rp 1.250.000. Harga telepon langsung: Rp 950.000. Harga member rate: Rp 850.000.
Selisih total: Rp 400.000. Buat yg PERSIS SAMA
Senjata lo:
Satu. JANGAN langsung booking di app. Liat harga di sana, catat, tapi JANGAN klik bayar.
Dua. Telepon hotel langsung. Bilang: "Saya liat harga di Agoda Rp sekian. Ada harga lebih baik kalau booking langsung?" Kalimat itu aja. Gak perlu negosiasi keras.
Tiga. Daftar loyalty program hotel GRATIS. IHG, Marriott, Accor , semua bisa daftar di app tanpa bayar. Member rate bisa lebih murah lagi.
Empat. Kalau hotel chain besar: cek website resmi mereka. Banyak yg punya "Best Rate Guarantee" kalau lo nemu harga lebih murah di app lain, mereka MATCH dan kadang kasih diskon tambahan.
Lima. Kalau hotel independen atau boutique: WhatsApp atau DM Instagram mereka. Hotel kecil LEBIH fleksibel soal harga krn gak seketat chain besar soal Rate Parity.
Agoda dan Traveloka bukan musuh.
Mereka berguna buat CARI hotel. Bandingin fasilitas. Baca review. Liat foto.
Tapi begitu lo udah tau hotel mana yg lo mau?
Tutup app. Buka dial pad. Telepon.
2 menit. Satu kalimat. Rp 300-400 ribu lebih murah.
Temen gw bilang ini ke gw. Sekarang gw bilang ke lo.
Dan sekarang lo tau kenapa Agoda gak mau lo tau ini.
cc : emmawithai
Pemain yang kemarin mulangin Brazil dari Piala Dunia sarapannya susu sapi mentah dicampur ke kopi. Ga minum whey protein dan suplemen mahal.
Haaland baru nyumbang gol ke-6 dan ke-7nya di turnamen ini, sejajar sama Messi dan Mbappe di angka 7 gol yang sama, sekaligus mastiin Norwegia ke delapan besar Piala Dunia buat pertama kalinya dalam 28 tahun.
Gue baru baca artikel yang bahas diet dia karena penasaran kok ada pemain yang fisik-nya strong banget. Ternyata menu hariannya 6000 kalori. Isinya bikin ahli gizi nangis.
Kalian masih anak-anak atau belum lahir dan mungkin tidak ingat, tetapi orang tua Thorstvedt, Haaland, dan Sorloth bermain di Piala Dunia 1994 di AS. 🇺🇸
32 tahun kemudian, anak-anak mereka berada di perempat final..
Tetangga gue bangun rumah Rp 150 juta.
Tetangga sebelahnya bangun rumah Rp 400 juta.
5 tahun kemudian gue masuk ke dua rumah itu. Bedanya bikin gue mikir panjang. Bukan soal yang lo kira. 😭
Rumah Rp 150 juta. Tipe 36. Cat sederhana. Keramik polos. Tapi strukturnya kokoh. Dindingnya nggak retak. Atapnya nggak pernah bocor. Orangnya bilang ke gue: "Semua budget gue habisin buat yang nggak keliatan."
Rumah Rp 400 juta. Fasadnya bagus banget. Instagramable. Batu alam. Roster. Pintu kayu solid. Tapi 3 tahun pertama: Atap bocor 2x. Dinding retak di 4 titik. Lantai keramik kopong di beberapa area. Orangnya bilang ke gue: "Kontraktornya fokus yang keliatan. Yang nggak keliatan dikurangin."
Yang dimaksud "yang nggak keliatan." Pondasi: kedalaman dan lebarnya. Besi tulangan: diameter dan jaraknya. Campuran beton: rasio semen, pasir, kerikil. Waterproofing: jumlah lapis dan cara aplikasinya. Instalasi listrik: kualitas kabel dan sambungan. Semua ini nggak keliatan setelah rumah jadi. Tapi semua ini yang nentuin rumah lo tahan 30 tahun atau 5 tahun.
Cara kontraktor nakal kurangin biaya di bagian yang nggak keliatan. Besi tulangan diameter 10 diganti diameter 8. Hemat: Rp 8-12 juta. Risikonya: kekuatan struktur berkurang 35%. Campuran beton dikasih air lebih banyak biar gampang dikerjain. Hemat: waktu dan tenaga. Risikonya: kekuatan beton turun 30-40%. Waterproofing 2 lapis jadi 1 lapis. Hemat: Rp 3-5 juta. Risikonya: bocor dalam 2-3 tahun.
Cara deteksi ini sebelum ketauan terlambat. Besi tulangan: minta lihat faktur pembelian dari supplier. Cek diameter di batangnya langsung. Campuran beton: minta tukang lakuin slump test sederhana. Beton yang terlalu encer itu tanda air kebanyakan. Waterproofing: foto tiap tahap aplikasinya. Berapa lapis, berapa waktu antar lapis. Semua ini bisa lo lakuin sendiri. Nggak perlu jadi insinyur.
Yang tetangga Rp 150 juta lakuin beda. Dia habisin 60% budgetnya buat struktur. Pondasi yang dalam. Besi yang sesuai spek. Beton yang campurannya bener. Sisanya buat finishing sederhana. "Tampilan bisa diubah kapan aja, Mas. Struktur nggak bisa." Tahun ke-7 dia mulai renovasi tampilan. Sekarang rumahnya lebih bagus dari yang Rp 400 juta. Dan strukturnya masih sempurna.
Prioritas budget yang bener buat bangun rumah. Struktur (pondasi, kolom, balok, sloof): 35-40% dari total budget. Atap (rangka + penutup + waterproofing): 15-20%. Utilitas (listrik, air, sanitasi): 10-15%. Dinding + plester + acian: 15%. Finishing (keramik, cat, plafon): 10-15%. Estetika (fasad, taman, pagar): 5-10%. Kalau kontraktor lo propose sebaliknya, tanya kenapa.
ertanyaan yang wajib ditanyain ke kontraktor sebelum deal. "Berapa diameter besi tulangan yang dipake untuk kolom?" "Berapa rasio campuran betonnya?" "Waterproofing berapa lapis dan produk apa?" "Boleh gue foto tiap tahap pengerjaan strukturnya?" Kontraktor yang bagus: jawab semua dengan detail. Kontraktor yang markup struktur: mulai cari alasan.
5 tahun kemudian. Tetangga Rp 400 juta udah keluar Rp 65 juta tambahan buat perbaikan. Atap. Dinding. Keramik. Instalasi listrik yang bermasalah. Tetangga Rp 150 juta? Nol pengeluaran perbaikan dalam 5 tahun. Dan baru mulai renovasi tampilan tahun ini. Dengan budget yang tadi harusnya buat perbaikan tapi nggak kepake.
Rumah mahal bukan jaminan. Rumah murah bukan masalah. Yang nentuin bukan harganya. Tapi ke mana uang itu dihabisin. 60% ke struktur yang nggak keliatan = rumah tahan 30 tahun. 60% ke tampilan yang keliatan = rumah bagus 3 tahun pertama. Pilihan ada di tangan lo sebelum mulai. Bukan sesudah.
cc : material_daily
🚨ALASAN INVESTOR KABUR DARI INDONESIA.
Mindrasos baru saja nonton YT The Generalist yg berjudul, "Hard Truths from Indonesia's Startup Scene."
Beberapa alasan investor kabur dari Indonesia adl:
1. Korupsi di level operasional.
Martyn bercerita bahwa dia mendapat tagihan pajak senilai $100.000. Kemduian, pejabat Indonesia mengatakan bisa mengurangi tagihannya asalkan membayar $20.000 kepadanya (pejabat indo).
2. Indonesia krisis meritokrasi
Banyak pendiri startup bukan berasal dari kalangan inovator teknis yang membangun solusi dari nol, melainkan didominasi oleh kelompok elit atau jejaring keluarga kaya (privilege). Hal ini membuat akses modal lebih didasarkan pada nama besar atau koneksi, bukan performa bisnis yang sehat.
3. Birokrasi Indonesia bersifat memeras
Martyn menyoroti lingkungan yang proteksionis dan birokrasi yang terkadang bersifat memeras. Ia menceritakan pengalamannya menghadapi aturan konten lokal yang tidak masuk akal, serta kesulitan mendapatkan dukungan nyata.
4. Ilusi Demografi dan Pasar '270 Juta Penduduk'
Martyn menekankan bahwa narasi besar mengenai jumlah penduduk Indonesia sering kali menyesatkan karena tidak dibarengi dengan analisis daya beli. Dengan PDB per kapita di bawah $5.000, model bisnis B2C yang menargetkan massa sering kali gagal mencapai profitabilitas tanpa subsidi 'bakar uang' yang terus-menerus.
5. Akhirnya pilih kabur ke Singapura
Di Indonesia, kepastian hukum, transparansi, dan kepercayaan investor global sudah punya reputasi buruk — ditambah isu fraud yang berulang — membuat investor internasional enggan masuk. Singapura beri semua yang Indonesia belum mampu jamin.
Dhurandhar
Dhurandhar : The Revenge
Gw tau banyak orang yang ga suka film India, tapi ini 2 film ini menurut gw layak banget buat ditonton.
Bercerita tentang orang yang menjadi mata-mata untuk India di Pakistan.
Layaknya film MAHARAJA, film ini punya banyak kejutan dan twist.
yepp! besok senin tgl 1 dzulhijjah guyss!🚨
AYO PERBANYAK AMAL DI 10 HARI PERTAMA DZULHIJJAH!!!!
karena apa?
🔅karena ini hari hari terbaik sepanjang tahun guyss. selain 10 hari terakhir ramadhan, 10 hari pertama dzulhijjah juga punya keutamaan dan kemuliaan sendiri.
bulan dzulhijjah juga termasuk bulan haram, dimana amal kita bakal dilipatgandakan dan dosa kita jg bakal dilipatgandakan sama Allah di bulan ini🥲
jadi banyakin sedekah, baca quran, berbuat baik, berbakti sama ortu, puasa, dsb yaa! dan plis tahan maksiat kek kita tahan tahan pas bulan ramadhan karena dosanya bakal berkali kali lipatt😭💔
🔅“apa aja yg bisa kita lakuin miw?”
banyakkk! banyakin tilawah, menuntut ilmu, denger kajian, bantu org lain, berbakti ama ortu, sedekah, puasa, berdzikir dsb.
🔅bagi yg tdk berhaji, puasanya boleh bgt loh puasa full 9 hari dari tgl 1 dzulhijjah sampe tgl 9 pas puasa arafah tanpa putus alias non stop! tp boleh jg misal cuma sanggup beberapa hari 🫶
karena dulu para sahabat jg terbiasa utk puasa full 1-9 dzulhijjah mumpung pahalanya lg berlipat ganda!
🔅yg punya utang puasa, dibayar sekarang jauh lebih baikkk! niatkan utk bayar qodho yaa but tenang sja selain kita bayar hutang, in syaa Allah kita jg bakal dpet pahala puasa dzulhijjah🤍
dan usahakan kita punya target tilawah sbgmn kita punya target khatam kayak Ramadhan guys karena ini momen gabakal terulang lagi. hari hari TERBAIK loh sampe ada haditsnya :
🚨 𝗡𝗘𝗪: Best Manchester City player per year, according to Perplexity:
🔵 2000: S. Goater
🔵 2001: R. Dunne
🔵 2002: N. Anelka
🔵 2003: S. Goater
🔵 2004: S. Wright-Phillips
🔵 2005: S. Wright-Phillips
🔵 2006: R. Dunne
🔵 2007: M. Johnson
🔵 2008: S. Ireland
🔵 2009: C. Tévez
🔵 2010: C. Tévez
🔵 2011: V. Kompany
🔵 2012: S. Agüero
🔵 2013: Y. Touré
🔵 2014: Y. Touré
🔵 2015: S. Agüero
🔵 2016: S. Agüero
🔵 2017: K. De Bruyne
🔵 2018: K. De Bruyne
🔵 2019: R. Sterling
🔵 2020: K. De Bruyne
🔵 2021: R. Dias
🔵 2022: K. De Bruyne
🔵 2023: E. Haaland
🔵 2024: E. Haaland
🔵 2025: E. Haaland