Cowo: (dorong masuk, kunci pintu, langsung tekan ke dinding)
Buka kaki. Sekarang. Aku nggak sabar lagi.
Cewe: (napas tersengal)
Pelan… tetangga…
Cowo: (robek celana dalamnya, masukkan dua jari kasar)
Diam. Kamu udah basah banget dari tadi. Aku masukin jari dulu biar longgar dikit. Nanti kontolku yang masuk.
Cewe: (gigit bibir, tubuh menegang)
Ahh—! Jangan keras…
Cowo: (keluarin jari, balikkan badannya, tekuk di kasur)
Nunduk. Pantat ke atas. Aku mau ngentot kamu dari belakang. Kalau kamu berisik, aku tutup mulutmu.
Cewe: (bisik gemetar)
Masuk… pelan dulu…
Cowo: (masuk sekaligus, dalam, kasar)
Pelan? Nggak. Kamu minta brutal. Rasain. Kontol aku penuh di memek sempit kamu.
Cewe: (desah tertahan, tangan mencengkeram seprei)
Hng—! Dalam banget… ah…
Cowo: (hentak keras, pelan-pelan tapi dalam dan kasar, satu tangan nutup mulutnya)
Diam. Gigit tangan aku kalau mau teriak. Aku ngentot kamu keras di kamar kost ini. Kasur boleh bunyi dikit, tapi kamu jangan.
Cewe: (tubuh digoyang-goyang, mata merem melek)
Ahh… terus… lebih keras…
Cowo: (hentak lebih cepat, lebih dalam, bisik di telinga)
Keras? Gini? Memek kamu jepit kontol aku kayak jalang. Aku suka. Keluar di dalam? Atau aku tarik keluar terus aku crot di muka kamu?
Cewe: (napas putus-putus)
Di dalam… crot di dalam… aku mau penuh…
Cowo: (hentak brutal beberapa kali, dalam)
Minta yang bener. Bilang “ngentot aku lebih keras, bang”.
Cewe: (suara tertahan)
Ngentot aku… lebih keras… bang… ah!
Cowo: (hentak kasar, satu tangan tarik rambutnya pelan)
Bagus. Keluar. Aku rasain memek kamu kejang. Aku ikut. Crot dalam. Semua.
Cewe: (tubuh menegang kuat, desah tertahan panjang)
Ahhh—! Keluar… penuh banget…
Cowo: (masih di dalam, hentakan terakhir, napas berat)
Diam. Jangan gerak. Aku masih keras di dalam kamu. Biar sperma aku nggak tumpah. Kamu milik aku malam ini.
Cewe: (lemas, bisik)
Penuh… hangat… masih bergetar…
Cowo: (pelan-pelan keluar, balikin badannya, cium kasar)
Bagus. Besok aku datang lagi. Kali ini lebih brutal. Kamu siap?
Cewe: (napas masih berat, angguk)
Siap… tapi tutup mulut aku kalau aku mau teriak.