Jaejoong dan Inkode lu dapat anak2 ini di mana ? selama ini ternyata emang berlian yg disembunyikan di gedung Inkode, gue suka banget ma mereka, dan yg gue bilang semua lagu cocok sama mereka karena suara mereka bagus banget, hasilnya amazing
BANTU SEBARKAN!!!!
pagi ini aku dapat pelecehan, aku baru mandi di kamar mandi umum orang ini ngerekam aku lagi mandi bukti udah di tangan aku dia terus ngelak kalau dia gak melakukan nya sampai aku rebut hp nya dia masih mengelak kalau dia gak melakukan hal tersebut –
Guys, ada berita hari ini yang menurut gua adalah salah satu hal paling mengejutkan yang bisa terjadi dalam tata kelola keuangan negara.
Pemerintah sudah membuka 35.476 lowongan kerja untuk manajer Koperasi Desa Merah Putih. Pendaftaran sudah dibuka sejak 15 April dan ditutup 24 April 2026 besok.
Tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa orang yang bertanggung jawab atas kas negara mengaku tidak tahu dari mana uang untuk menggaji puluhan ribu pegawai itu akan datang.
Kata-katanya sangat eksplisit.
Koperasi saya enggak tahu.
Yang lain saya enggak paham.
Berhenti sebentar dan pahami itu.
35.000 orang lebih akan direkrut sebagai pegawai BUMN. Gajinya belum ditentukan secara detail Zulhas hanya bilang menyesuaikan tingkat kelulusan.
Sumber anggarannya tidak jelas Menkeu hanya tahu cicilan Rp40 triliun per tahun untuk koperasi tapi tidak tahu apakah itu sudah termasuk gaji pegawai atau belum.
Dan proses rekrutmen sudah berjalan penuh tanpa ada kejelasan fiskal yang konkret.
Ini bukan pertama kali pola seperti ini terjadi.
MBG diluncurkan 6 Januari 2025 sementara anggarannya masih diblokir dan belum bisa dicairkan. Mitra direkrut, dapur dibangun, makanan dikirim semua pakai uang sendiri dulu sambil menunggu reimbers yang entah kapan.
Baru belakangan sistem dibenahi.
Motor listrik Rp1,2 triliun untuk BGN muncul di anggaran tanpa penjelasan yang memadai tentang relevansinya dengan program makan bergizi.
Proyek IT Rp1,2 triliun yang klarifikasinya hanya narasi tanpa data yang bisa diverifikasi publik.
Dan sekarang 35.000 pegawai BUMN direkrut dengan sumber gaji yang bahkan Menkeu sendiri tidak tahu.
Polanya sangat konsisten dan sangat mengkhawatirkan.
Program diluncurkan dulu, rekrutmen dibuka dulu, pengumuman dibuat dulu sementara pertanyaan paling fundamental tentang dari mana uangnya dijawab dengan nanti saya pastikan.
Yang membuat ini lebih serius adalah konteksnya sekarang.
Tiga Dirjen di Kemenkeu baru saja dicopot bersamaan kemarin. Ada isu APBN yang hanya mampu bertahan tiga bulan ke depan yang belum dikonfirmasi atau dibantah dengan data konkret.
Ruang fiskal sudah sangat tertekan dengan MBG yang menyedot hampir Rp1 triliun per hari, perang Iran yang membuat harga energi melonjak, dan penerimaan pajak yang tertekan.
Di tengah semua tekanan fiskal itu pemerintah membuka 35.000 lowongan baru tanpa kejelasan anggarannya.
Ada juga pertanyaan teknis yang sangat serius soal rekrutmen ini yang perlu dijawab.
Pertama — status pegawainya adalah karyawan BUMN.
Koperasi Desa adalah entitas yang secara hukum berbeda dari BUMN. Lalu mengapa rekrutmennya melalui Panselnas dan statusnya BUMN?
Ini adalah pertanyaan legal yang sangat mendasar.
Kedua — 30.000 dari 35.476 posisi berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.
Ini adalah perusahaan yang baru dibentuk.
Apakah PT ini sudah memiliki struktur corporate governance yang memadai untuk mengelola 30.000 pegawai sekaligus?
Ketiga — rekrutmen menutup usia maksimal 25 tahun. Artinya ini menyasar fresh graduate dan diploma baru lulus.
Dengan gaji yang belum jelas, ditempatkan di koperasi desa yang baru dibentuk, dengan status yang tidak jelas antara BUMN atau bukan ini adalah kondisi kerja yang sangat tidak ideal dan berpotensi mengorbankan puluhan ribu anak muda.
ketika Menteri Keuangan sendiri bilang tidak tahu sumber anggaran untuk program yang sudah berjalan dan sedang direkrut puluhan ribu pegawainya, itu bukan sekadar masalah komunikasi antar kementerian.
Itu adalah bukti bahwa program-program besar ini diluncurkan tanpa perencanaan fiskal yang matang dan terkoordinasi.
Dan yang paling menggelisahkan adalah ini sudah terjadi berulang kali dengan pola yang sama.
Luncurkan dulu, urus anggarannya belakangan.
Dan yang selalu menanggung konsekuensinya adalah uang pajak rakyat yang terus mengalir tanpa kepastian akan ke mana dan untuk apa tepatnya.
Di suatu negara yang aneh
Negara tropis = buah mahal
Negara maritim = ikan mahal
Negara CPO = migor mahal
Negara SDA = listrik dan BBM mahal
Negara hukum = tunggu viral
Swasembada pangan = beras mahal
Bebas aktif = ikut BOP
Negara religius = korupsi nya banyak, sampai kitab Tuhannya dikorupsi
Semuanya karena sistem yang buruk dan political will yang tidak berpihak rakyat tapi berpihak cepat balik modal dan nambah kekayaan pribadi hehe
Kedutaan Besar Iran di Indonesia mengunggah pesan dalam bentuk kode morse melalui akun resminya di platform X pada Selasa (7/4/2026).
Selain itu, unggahan tersebut juga disertai rekaman suara dari pesan kode morse yang sama.
Sebelumnya, akun resmi Kedutaan Besar Iran di Pakistan juga mengunggah pesan serupa pada Senin (6/4/2026), namun dengan isi berbeda.
Pesan tersebut berbunyi, “The time is passing and something is about to happen,” atau “Waktu terus berjalan dan sesuatu akan segera terjadi.”
Makanya woyy jangan pada sibuk ngurusin embegeh, noh laut nya kecolongan ‼️
Temuan sampah diduga dari luar negeri di perairan Indonesia memicu kekhawatiran publik. Asal sampah tersebut masih dalam penyelidikan, sementara desakan muncul agar pemerintah segera mengusut tuntas dan memperketat pengawasan laut demi melindungi lingkungan dan kedaulatan negara.
yang tau info lengkapnya komen ya gaess 🙏
dari apa yang gue baca, army yang diinvite buat nonton performance bangtan di jimmy fallon ada yang sengaja dipisah sama staffnya, dikunci berjam-jam di ruangan lain dan cuma kedapetan nonton via screen sementara bangtannya perform di ruangan lain—
Di kota-kota besar, banjir seharian aja, udah pada stress…
Apalagi yang 3 bulan…???
Apalagi pake lumpur, gelondongan kayu dan longsor…
——
Bencana yang terjadi di Aceh benar adanya, ya guys. Keadaan di sana bahkan jauh lebih mencekam daripada yang kita lihat di media sosial.
Begitu parahnya hingga hari ini pun belum banyak perubahan yang terjadi. Ancaman bencana berikutnya pun masih membayangi.
Jadi, jangan heran jika orang-orang di sana kalut dan merasa tidak ada harapan. Mereka pun tidak tahu bagaimana memperbaiki keadaan yang sekarang.
Jadi guys, mari lebih berempati dan sebisa mungkin membantu mereka.
Mari kuatkan dan beri mereka dukungan yang dibutuhkan agar harapan itu hidup lagi dan keadaan bisa perlahan berubah menjadi lebih baik.
Sc: bwaidofficial