Resign itu wajar.
Switch career itu wajar.
Mulai dari nol juga wajar.
Yang nggak wajar itu bertahan di tempat yang tiap bangun tidur bikin lu cemas.
It’s okay to take a step back.
🚨 JAKARTA, WASPADA!
Abu vulkanik Anak Krakatau mulai menyebar. Bogor dan Bandung dilaporkan mengalami hujan abu yang dikaitkan dengan aktivitas erupsi Anak Krakatau.
Buat yang beraktivitas di luar, jangan lupa pakai masker dan tetap pantau informasi resmi. Stay safe semuanya. Jangan panik yaa🙏🏻
#AnakKrakatau #AbuVulkanik #Jakarta #Bogor #Bandung #StaySafe
Bisa jadi, Allah menahan buruknya takdir seseorang dalam beberapa bentuk berikut:
Kerusakan pada kendaraanmu
Keterlambatan bangun dari tidurmu
Sakit pada tubuhmu Tamu tak terduga yang menahanmu keluar Penolakan dalam pernikahan Lamaran kerja ditolak Keterlambatan memiliki anak Dan masih banyak lagi…
Namun, ingatlah… seandainya Allah membuka tabir-tabir gaib-Nya, niscaya kita akan bersujud penuh syukur atas hal-hal yang Allah palingkan dari kita.
Gw barusan baca tentang cerita-cerita Piyajatika Sutta (Kisah kedukaan) dari agama Buddha. menurut gw ceritanya sederhana, tapi dalem banget maknanya wehh..
Jadi, ceritanya ada seorang bapak2 gitu, dia punya satu anak. Si bapak-bapak ini benar-benar nganggep anaknya ini segalanya buat dia. Simplenya, seluruh kebahagiaan hidupnya ada di anaknya itu. Tapi ndelalahnya suatu hari, hal yang paling nggak diharapkan terjadi, anaknya tadi meninggal dunia.
Sejak saat itu, udah deh hidup si bapak langsung buyar dan hancur. Dia nangis terus, meratapi kematian anaknya, nggak bisa berhenti kepikiran, dan rasanya seperti kayak kehilangan arah hidup gitu. Sedihnya itu ga terkira banget, sampai-sampai dia beber - bener blank nggak tahu harus gimana lagi buat nenangin hatinya.
Akhirnya, dia datang menemui Gautama Buddha, berharap bisa dapat jawaban dan jalan keluar, atau seenggaknya sedikit ketenangan batinnya. Nah pas sudah ketemu dia langsung keluarin tuh unek -unek kesedihannya tadi.
Nah, respond Sang Buddha disini menurut gw sangat bisa dijadikan pelajaran banget. Ketika beliau selesai dengerin curhatan si bapak tadi, Sang Buddha nggak langsung menyuruh dia berhenti sedih. Beliau justru menjelaskan sesuatu yang simpel tapi kena banget:
"kesedihan, tangisan, dan penderitaan itu muncul dari orang-orang yang kita cintai."
Maksudnya gimana nih?
Ternyata maksudnya semakin kita melekat (nempel banget secara perasaan) sama seseorang, semakin sakit rasanya kalau kehilangan dia. Bukan karena mencintai itu salah, tapi karena kita sering “menggenggam” terlalu kenceng orang tadi, sehingga kita lupa suatu saat mereka akan pergi atau kita menganggap seolah-olah orang itu bakal selalu ada selamanya.
Padahal, dalam hidup ini, semua hal itu nggak kekal. Semua bisa berubah, dan suatu saat pasti pisah.
Dari situ, si bapak mulai paham. Ternyata yang bikin dia menderita banget bukan cuma karena anaknya meninggal, tapi karena dia terlalu melekat tanpa siap menghadapi kenyataan kalau suatu saat harus berpisah.
Pelan-pelan, si bapak tadi akhirnya belajar menerima. Bukan berarti dia jadi nggak sayang lagi sama si anaknya, tapi dia mulai belajar mencintai dengan lebih bijak, yaitu mencintai tanpa keterikatan yang berlebihan.
Intinya mah, cerita ini ngajarin kita:
boleh banget sayang sama orang lain, tapi jangan sampai kita “kehilangan diri sendiri” saat mereka pergi. Karena kalau kita terlalu melekat, rasa sakitnya juga bakal jauh lebih dalam.
kenapa ada orang yang gampang emosi kalau ngobrol sama orang tuanya?
padahal lagi gak dimarahin
lagi gak ada masalah besar juga
tapi bawaannya udah sesek duluan
pengen cepet kelar gan pindah dari tempat
secara psikologis, ini hal yang cukup umum, ayo kita bahas:
Anaknya diberi makan, orangtuanya hilang pekerjaan. Walhasil satu keluarga terjaga dalam kemiskinan dan ketergantungan.
Kelak begitu musim pemilu tiba, suara mereka bisa dibeli dengan mudah. Itu pun dengan harga murah.
Demikian si bengis melanggengkan kekuasaannya. Di Somalia.
#tahukahkamu
Siapa yang pertama kali sholat Subuh?
Nabi Adam as.
#ODOP#Faktaunik#ceritanabi
Saat dikeluarkan dari surga,
Nabi Adam menghadapi sesuatu yang belum pernah
ia rasakan sebelumnya:
Kegelapan.
Di surga tidak ada malam.
Tidak ada gelap.
Tiba-tiba dunia hitam total.
Nabi Adam as. sangat ketakutan.
Ia tidak tahu apakah terang akan kembali.
Ia tidak tahu apakah ini akhir dari segalanya.
Ia hanya menunggu dalam gelap,
sendirian, ketakutan.
Lalu fajar terbit.
Cahaya perlahan merayap dari ufuk timur.
Dunia kembali terang.
Nabi Adam as. sujud.
Ia sholat dua rakaat.
Rakaat pertama:
syukur karena selamat dari kegelapan.
Rakaat kedua:
syukur karena terang kembali datang.
Dan dari situlah Subuh dua rakaat bermula.
Subuh milik Adam as.
Nabi yang paling tahu rasanya
takut kehilangan cahaya.
Jadi besok saat alarm Subuh berbunyi
dan kita berat membuka mata,
ingat:
Adam as. sholat dua rakaat
bukan karena wajib.
Tapi karena ia begitu bersyukur
matahari mau terbit lagi.
Kita yang sudah tahu matahari pasti terbit,
masih saja susah bangun.
Repost 🔁 kalau ini mengingatkanmu.
Shalat apa yang paling berat buat kamu?
RAFAH UDAH LENYAP...
😭😭😭
Rafah, yang pembangunannya diawali sejak zaman Fir'aun, kini menjadi puing-puing, menghapus jejak ribuan tahun sejarah...
Rafah, kota yang rata dengan tanah di ujung selatan Gaza, udah dibersihkan secara etnis oleh Israhell di depan mata dunia...
Skala kehancuran di Rafah, terlepas dari setiap peringatan, memperjelas bahwa apa yang udah dilakukan Israhell di Gaza adalah sebuah genosida, sebuah upaya untuk membersihkan warga Palestina secara etnis dari tanah mereka, persis seperti yang mereka lakukan pada tahun 1948...
Penghancuran Rafah yang terus berlanjut harus segera dihentikan, karena hal itu gak hanya mengancam peluang warga Palestina untuk kembali, tetapi juga menyembunyikan kejahatan yang udah dilakukan Israhell laknatullah...
Kita gak tauk berapa banyak jenazah yang tertimbun di bawah reruntuhan, kita mungkin gak akan pernah tauk skala sebenarnya dari apa yang udah dilakukan Israhell di Rafah...
Source : FB Greta Thunberg
Pada tahun 2025 yang lalu, pelaporan SPT menggunakan DJP Online, sementara pelaporan lain menggunakan Coretax
Untuk 2026 ini, semuanya sudah Coretax
Berikut ini adalah step by step Pelaporan Harta Keuangan dan Investasi SPT 2026 via Coretax
Bagian 1. Passphrase dan Induk SPT
Kunci sukses investasi bukan jago baca grafik atau baca laporan keuangan.
Itu cuma bagian kecil (30%).
Sisanya (70%) adalah cara kamu mengelola emosi saat portofolio merah.
Salah kelola mindset, saham bagus pun bisa rugi.
Yuk, kita bahas cara atur pikiran biar cuan!