Kalau misal kamu tiba-tiba dapet uang 200.000.000 sekarang, bakal kamu pakai buat apa Sahabat LPS?? 💸💸
Jangan lupa sisihkan untuk ditabung dan investasi yaaa. Sedekah juga bolehh. Tapi siapa ya yang mau kasih uang 200jt cuma-cuma. Plis info 😭
#LPSIndonesia#AyoNabungdiBank #KuAmanAdaLPS #SahabatNasabahIndonesia
Steven Spielberg praises Taylor Swift:
"Her place in our culture rivals that of the composers of the American Songbook, Lennon McCartney of the ’60s and the singer-songwriters of the 1970s like Carole King and Stevie ‘Let’s Go Knicks,’ and your namesake, James Taylor... Through her songs, she has taken billions of people by the hand and by the heart, and lights them with a message that is rooted in community and infused with hope and relatability. Through her songs, she makes us believe that we are in this together and together we can grow up, live, love, make mistakes, succeed, fail, and yet continue to believe in our own self-worth. Somehow, Taylor knows us all too well."
https://t.co/Sa2cSpKEow
It’s a *Toy* Story 🤠
You knew it! My new original song “I Knew It, I Knew You” for Disney and @Pixar’s @toystory 5 will be yours on June 5th. I’ve always dreamed of getting to write for these characters who I’ve adored since I was a 5 year old kid watching the first Toy Story movie. I fell instantly in love with Toy Story 5 when I was lucky enough to see it in its early stages, and I wrote this song as soon as I got home from the screening. Sometimes you just know, right?
You can pre-order now exclusively at https://t.co/NoneI6kxdH and catch Toy Story 5 in theaters June 19th ☁️☁️☁️☁️☁️
It was a Monday in early August 2023. The exhausted truck drivers of Taylor Swift's Eras Tour thought they were heading to a routine production meeting before the Los Angeles shows.
They had no idea what was coming.
Scott Swift walked in. Taylor's father didn't say much—he just began handing out envelopes. When the drivers finally peeked inside, some thought the check said $1,000. Others read $10,000. The third driver stared at his and said out loud: "This has to be a joke."
It wasn't.
$100,000.
Each driver. Nearly 50 of them. The industry standard bonus from the biggest stars? $5,000 to $10,000. Taylor had given them more than ten times that.
But here's what made it matter most: these drivers weren't wealthy. They lived in truck cabs. They hadn't seen their families in 24 weeks. They were people who would never own homes—until now. Until that envelope.
That moment of shock and tears? It was just the beginning.
Across the entire Eras Tour, Taylor quietly handed out $197 million in bonuses. The dancers. The band. The riggers. The lighting and sound technicians. The caterers. Every single person who built the show—they got bonuses, handwritten notes, and wax-sealed letters. When dancers opened theirs on camera in her docuseries, they broke down crying. Some couldn't believe she was real.
"If the tour grosses more, they get more," she explained simply. These people work hard. They deserve it.
But the crew bonuses weren't the only quiet revolution happening.
Starting in March 2023, in every city where the tour touched down, a call came to local food banks. Taylor wanted to donate. No press conference. No announcement. No photo op. One donation fed 75,000 meals. Another provided hundreds of thousands of pounds of fresh produce. Across the tour, the total reached millions of meals—possibly more—all delivered in silence.
She never posted about a single one.
And it wasn't new for her.
In March 2020, when the pandemic locked down the world, Taylor scrolled through social media posts from fans who were breaking. A photographer about to lose everything. A person staring down eviction. She sent direct messages with rent money—$3,000 here, $13,000 there. Some fans got enough for months of bills. She read the Washington Post. She noticed the names. She helped.
She never announced it.
Years later, in October 2025, a two-year-old named Lilah—fighting a cancer so rare that only 58 families in America had ever known it—was filmed by her mother dancing to a Taylor Swift song. Lilah called Taylor her friend. A few days later, the GoFundMe received a $100,000 donation.
The note said: "Sending the biggest hug to my friend, Lilah! Love, Taylor."
Mike Scherkenbach has worked with the wealthiest people in music. He's seen the bonuses. He's seen the behavior. He's watched billionaires guard their money jealously.
What he saw with Taylor was different.
The biggest tour in history grossed $2 billion. The artist behind it became a billionaire from her own songwriting. And then she signed her name onto hundreds of envelopes by hand and sent enough money back to the people who built her dream that they cried opening their letters.
That isn't strategy. That isn't a publicity stunt.
That's what happens when someone, somewhere along the way, remembered what matters.
Tap out--$9.9M
Paramount has had enough. BILLIE EILISH: HIT ME HARD AND SOFT concert film is final as of today. No more theaters. No more box office reporting.
Two weeks and done.
The fact that Vogue magazine captioned their post on the video of Blake Lively, Anna Wintour, Donatella Versace and Madonna as “Our Mount Rushmore” on instagram should already tell you everything .That they’re on Blake Lively’s and have always been on her side which is why Blake was invited to the Met Gala as a guest of THE Anna Wintour. I just love that for her.
Guys, Rossa baru ngomong sesuatu di podcast Butik Haji Igun yang menurut gua jauh lebih dalam dari sekadar klarifikasi soal hoaks yang menyerang wajahnya.
Dan gua mau mulai dari yang paling mengejutkan dulu.
Di tengah obrolan yang awalnya soal somasi dan buzer tiba-tiba Rossa bercerita tentang kehilangan. Tentang Vidi Aldiano yang pergi.
Dan dalam momen kehilangan itu dia bilang satu kalimat yang menurut gua adalah kalimat paling nyesek dan paling manusiawi yang keluar dari mulut seorang public figure dalam waktu lama.
Dia bilang kalau aku meninggal,
siapa yang beresin mayatku di Jakarta?
Siapa yang ngurusin tahlilan aku?
Bukan soal warisan.
Bukan soal legacy.
Tapi soal hal yang paling sederhana dan paling manusiawi siapa yang akan hadir ketika kamu pergi?
Dan itu adalah pertanyaan yang menurut gua harus kita semua tanyakan ke diri sendiri.
SOAL HOAKS DAN BUZER DULU
Tapi sebelum ke sana, gua mau luruskan apa yang sebenarnya terjadi karena banyak yang salah paham soal kasus ini.
Yang viral di media sosial adalah konten-konten yang mengklaim wajah Rossa berubah drastis dikaitkan dengan operasi gagal, malpraktik, dan berbagai narasi yang mengerikan.
Dan itu semua disebarkan secara masif dengan pola yang sangat sistematis.
Rossa sendiri bilang dia awalnya santai.
Orang ngomong apa ya sudah, biarin saja.
Tapi ketika manajemennya menganalisis lebih dalam ternyata komentar-komentarnya mirip semua. Template.
Dan akun-akun yang menyebarkan mayoritas adalah akun bodong bukan akun nyata.
Artinya ini bukan reaksi organik dari netizen yang genuinely khawatir.
Ini adalah operasi buzer yang terorganisir untuk menghancurkan reputasi seseorang demi kepentingan engagement dan monetisasi konten.
Dan cara kerjanya sangat sederhana dan sangat efektif.
Buat konten clickbait tentang seseorang yang sedang naik daun, dorong banyak akun untuk menyebarkan, engagement naik, akun jadi besar, bisa dimonetisasi. Korbannya? Tidak ada yang peduli.
APA YANG SEBENARNYA TERJADI DENGAN WAJAH ROSSA
Penjelasan Rossa sangat konkret dan sangat masuk akal.
Video yang viral adalah rekaman konsernya yang diambil dari berbagai sudut oleh berbagai penonton dengan berbagai kualitas kamera.
Ada yang iPhone 17, ada yang iPhone 9, ada yang resolusinya jauh di bawah itu.
Ditambah lighting panggung dari atas yang membuat kontur wajah siapapun bisa terlihat sangat berbeda dari sudut yang salah.
Di hari yang sama dengan konser itu Rossa ada press conference dengan make up berbeda dan pencahayaan normal.
Wajahnya biasa saja.
Besok harinya dia tampil lagi.
Tidak ada down time. Tidak ada tanda-tanda pasca operasi.
Dan yang paling logis kalau Rossa benar-benar habis operasi, dia tidak akan tampil di Indonesian Idol setiap minggu.
Karena operasi apapun butuh down time, butuh masa pemulihan, butuh waktu di mana wajah masih bengkak dan tidak layak kamera.
Tapi Rossa hadir setiap minggu Senin di TV nasional. Baik-baik saja.
Setelah Vidi Aldiano meninggal, Rossa merenung tentang hal-hal yang sangat mendasar tentang kehidupan.
Dia bilang setiap hari sejak dua bulan sebelum Vidi pergi dia rajin baca Yasin, Al Waqiah, dan Al Mulk.
Dan ketika Vidi meninggal dia sadar bahwa keistikamahan itu ternyata bukan kebetulan itu adalah cara Allah mempersiapkan dia agar punya bekal untuk dikirimkan kepada sahabatnya yang pergi.
Dan yang paling mengharukan adalah satu kalimat dari Neva yang setelah Vidi meninggal mengirim chat ke Rossa bilang bahwa kalau Rossa suatu saat tidak ada, dia yang akan mengurus semuanya karena pasti akan beres.
Kalimat itu yang membuat Rossa menangis. Bukan karena takut mati.
Tapi karena tahu bahwa ada orang yang genuinely peduli.
Dan dia pun berharap hal yang sama bisa dia berikan kepada semua orang di sekelilingnya.
Dia bilang satu kalimat yang menurut gua adalah pesan terpenting dari seluruh episode ini.
Kita tidak pernah tahu siapa yang duluan pergi. Jadi selama kita masih hidup jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk membahagiakan orang di sekitar kita.
SOAL BUZER DAN MEDSOS
Rossa bilang satu hal yang sangat tepat tentang budaya komentar di media sosial sekarang.
Kalau bukan kamu yang bilang langsung, kalau bukan kamu yang tahu faktanya dari orang pertama jangan mudah menyimpulkan.
Karena yang kamu anggap hiburan sebentar adalah reputasi dan perasaan seseorang yang dibangun selama puluhan tahun.
Rossa sudah 30 tahun di industri ini. Dia pernah gosong karena laser. Pernah kena bully di era sebelum medsos ada. Tapi dia bertahan bukan karena kulitnya tebal tapi karena fondasinya kuat. Salat lima waktu tidak tinggal, sedekah tidak berhenti, dan teman-teman yang genuine ada di sekelilingnya.
Akhirnya sampe juga ke era sinepil marah2 karena film hollywood yang pengen ditonton gak bisa tayang karena ada film lebaran...
Waktu taun 2011 mereka kejang2 kali ya pas film impor gak bisa masuk indo sama sekali dalam waktu beberapa bulan.
I was on the toilet when my friend sent me an XXX video. I played it, but there was no sound. I turned the volume all the way up, still nothing. So I kept watching. Eight minutes later I remembered my phone was connected to the Bluetooth speaker in the living room. My family and our guests are still waiting for me to come out. I’ve been in the toilet for eight hours now. 😣