@anggarasamvdr righttt
kalo disakitin cuma bilang dlm hati “semoga rasa sakitku diganti dengan berjuta-juga kebahagiaan yang lain”
no dendam no drama..
just chill
meskipun tetep ada rasa kesel, tp yaudah time will heal it🥲
coba bayangin deh, kamu nyakitin hati seseorang yg telah Tuhan kirim untuk bahagiain kamu, ga lucu kan?
so please be nice to people, we’re all just trying our best.
be the reason why people belive in beautiful soul, kind heart & good energy.
never stop being a good person, okay?
Otak itu seperti otot, makin sering kita pakai, akan makin kuat. Makin jarang dipakai, makin lemah. Belajarlah hal baru, terus menerus, itu jadi investasi kita nantinya. Saya sudah merasakannya.
Tambahan dariku,
1. Beli kelas itu dibayar pakai uang tp klo belajar sendiri itu dibayar pakai waktu. Kelas biasanya udah sistematis dgn kurikulum tp klo belajar sendiri itu ya perlu nyari di yt, website & perlu nge-filter jg + ga ada yg ngarahin langsung.
2. Kelas yang didapatkan dr pengalaman seseorang itu sangat berharga krn kita memangkas waktu dgn belajar darinya. Kita bs meminimalisir kesalahan & punya relasi dgn mentor tsb.
3. Beli kelas itu ga masalah asalkan kita tau apa alasan kita membeli & jangan lupa selalu selektif dalam membeli kelas. Minimal perhatikan konten-kontennya apakah se-value dgn diri kita atau tidak.
4. Jangan mudah tergoda dgn kelas yg menjual mimpi atau iming-iming dapetin sesuatu dgn cara yg cepat/instan.
Work!
Saya pantas mendapatkan:
• Pekerjaan yang selaras dengan diri saya.
• Lingkungan kerja yang sehat, penuh respect, komunikasi jelas.
• Pekerjaan yang menghargai kemampuan saya, memberi ruang berkembang, serta membawa ketenangan.
belajarlah mengundurkan diri dari : pertemanan yang tidak sehat, obrolan yang merendahkan kita, hubungan yang tidak seimbang, lingkungan yang mengecilkan kita
Mengundurkan diri bukan berarti memutus silaturahmi. Itu bentuk ikhtiar untuk menjaga hati, menjaga pikiran, menjaga kewarasan, dan menghormati diri sendiri. Karena mencintai diri bukan egois, itu kewajiban pertama sebelum mencintai siapapun!
🌱
Ke depan, harapanku sebenarnya sederhana.
Aku ingin dicintai oleh seseorang yang sadar penuh dengan pilihannya.
Tidak ada “tapi”.
Tidak ada alasan yang membuat semuanya terasa setengah-setengah.
Aku juga belajar satu hal: kata-kata dan tindakan harus selaras.
Kadang seseorang bisa bilang dia tidak menjanjikan hubungan seperti yang kamu harapkan. Tapi sikap, perhatian, dan kedekatannya terasa seperti itu.
Di situlah sering muncul kebingungan.
ternyata bener ya, hidup ini jauh lebih tenang ketika kita tau batasan, ga semua hal perlu kita perhatikan, not everything deserve our energy. ada hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa perlu didengar, dilihat, dibalas, ataupun dibahas.
Kalau ada orang yang ngediemin lu tanpa tau salah lu dimana bahkan lu ga salah sama sekali, berarti itu pilihan dia, Hargai, dan mirroring, gausah dipikirin karena dunia terlalu ribet buat selalu ngertiin mood orang lain.
stop being childish untuk orang-orang yang suka ngediemin orang tanpa sebab! Ga semua harus ngertiin mood lu, simpan badmood itu sendiri, gausah ngerusak suasana
doa afirmasi sebelum tidur!
terima kasih ya Allah, aku bisa melewati hari ini dengan baik, mulai malam ini dan seterusnya aku akan mengizinkan semua hal-hal baik menghampiriku, pintu rezeki terbuka lebar dan datang dari segala arah, aku maafkan diriku atas kesalahan yang sudah ku lakukan hari ini, besok adalah hari keberuntunganku dan akan menjadi hari yang lebih baik.
Gw punya antithesis tentang ini.
Gw mau jadi orang yang serba bisa, gw set standard setinggi2nya.
Dimanfaatin? Gapapa. 6 bulan - 1 tahun dimanfaatin ga ada masalah.
Next-nya? Ya kasih tau impact yg lo kasih ke kantor, nego kenaikan gaji.
Kalo kantor gamau atau ga bisa, ya cabut.
Skill udah punya, pengalaman ada, bisa buat cari kerja baru atau project lain.
Kapan lagi dikasih ruang "gratis" untuk explore dan belajar sesuatu.
Ini mungkin bukan untuk semua orang, tapi ini yg gw lakuin.
Biasakan bersyukur atas:
- Tubuh yang berfungsi
- Rutinitas yang berulang
- Pagi yang tidak dramatis
- Orang yang tidak menghilang
Stabilitas adalah privilese yang menyamar sebagai kebosanan.
Gua Rutin Membaca Buku Supaya Gak Stress!
Tau gak lo bahwa hanya dengan membaca 4 buku rekreasional per tahun saja, risikomu mengalami stres psikologis, kecemasan, dan gejala depresi bisa turun secara signifikan?
Penelitian yang dipublikasikan di Journal of American College Health (Levine et al., 2022) terhadap 231 mahasiswa di Kanada menunjukkan bahwa membaca buku untuk kesenangan (recreational reading) berasosiasi dengan penurunan psychological distress melalui mekanisme mengurangi need frustration (frustrasi kebutuhan psikologis dasar). Efeknya juga didapatkan dari penurunan risiko depresi dan ansietas.
Konsisten membaca berasosiasi dengan pikiran lebih tenang, kecemasan berkurang, dan keluhan depresi menurun, tanpa biaya mahal atau terapi intensif. Di tengah hiruk-pikuk kota besar, deadline kerja, dan tekanan sehari-hari, membaca buku bisa jadi "reset" sederhana yang sangat powerful untuk kesehatan mentalmu.
Coba deh ambil satu buku yang benar-benar bikin lo penasaran, terus baca 15–20 menit sehari, rasakan efeknya!
Hidup perlu baik
Baik tidak semestinya perlu buat semua orang happy
Baik tidak semestinya tak boleh membuat orang kecewa
Kita perlu juga baik untuk diri sendiri
Perlu pandai untuk kata NO, serta menjaga batas & prinsip diri
Be kind
But that does not mean you have to be nice
Aku pikir begini: Kalau kita bergaul dengan banyak2 orang pintar, maka semakin mudah pula kita mendapat informasi yang bagus; Orang pintar umumnya rajin membaca, mencari info2 berkualitas, dll. Mereka juga cenderung lebih sering berpikir kritis, jadi info2 yang "jelek" kualitasnya udah terfilter dari merekanya sendiri
Ini penting, mengingat kita sendiri tak mungkin punya waktu + tenaga buat mengecek semua hal yang kita dengar; Semakin banyak info berkualitas yang masuk, resiko salah mengecil
Kalau kita sering bergaul dengan orang2 yang nonton konten hoax, atau menkonsumsi segala macam misinformasi di sosmed tanpa mikir, yang kita dengar dari mereka pun ya yang cenderung kayak gitu; Kita harus lebih sering mikir ekstra & ngecek: "Ini benar atau ga ya?"; Di masa2 tertentu, saat kita lengah, misinformasi jadi menyelip masuk ke otak tanpa sadar
Orang dengan level energi yg lebih rendah dari kita, cenderung menyangkal dan merendahkan kita.
Orang dengan level energi yg setara dengan kita, akan mencintai dan menghargai kita.
Orang dengan level energi yg lebih tinggi dari kita, akan memahami, mensupport, dan dengan mudah dia akan mengapresiasi kita. Dia punya kemampuan untuk membuat kita naik ke level yg lebih tinggi. Satu kata saja dari orang itu bisa tiba² membuat kita menjadi penuh energi dan kembali semangat menjalani kehidupan.
Level energi ini tidak ada kaitannya dengan status sosial ekonomi. Seorang miskinpun bisa punya level energi yg tinggi dan memberi energi yg berlimpah kepada kita. Sebaliknya, seorang yg berkelimpahan mungkin ada di level energi yg rendah, yg bisa membuat kita masuk ke dalam perangkap energi rendahnya
Bijaklah dalam menentukan siapa saja orang² yg bisa masuk ke dalam kehidupan kita, karena orang² tersebut akan punya peran besar dalam perjalanan hidup kita.