“Maling teriak maling, maling sudah berpaling, suaranya tak dianggap penting, berpendapat malah salah, yang didapat perhatian Semakin menjadi cacian, benar dan salah sudah tak jadi masalah, yang terpenting ada yang mengalah biar tak berulah”
“Aku menunggumu dalam sepi mengingat janjimu yang akan datang menghampiri. Aku akan di sini sampai kau benar-benar kembali, karena aku percaya kau tak akan mematahkan hatiku untuk kedua kali”
“Kau adalah sesuatu yang sulit kujamah harap demi harap selalu aku semogakan dalam untaian doa. Namun semua hanyalah angan semata yang tak akan pernah menjadi kita dalam kisah yang nyata”
“Rindu ini harusnya tidak pernah kesakitan, Bila saja yang memiliki kejelasan tujuan tapi aku sendiri masih kebingungan pada siapa rindu ini diantar kan”