Bayangin: udah dandan lengkap pake jersey No. 2 Barcelona, nama & nomor punggung udah tercetak, siap jalan ke lapangan Camp Nou pas Gamper Trophy.
Eh, di menit terakhir dikasih tau: nggak jadi diperkenalkan.
Itu yang dialami Joao Cancelo.
Alasannya bukan drama, murni administratif,dokumen transfer dari Al-Hilal belum kelar diproses pas acara mulai.
Rodri (rekrutan baru lain) tetap dapet sambutan meriah penuh, sementara Cancelo cuma bisa balik badan ke ruang ganti sambil bikin bingung rekan setimnya kayak Lamine Yamal.
Ini kejadian kedua tahun ini juga,Januari lalu, presentasinya sempat ketunda 4 jam gara-gara dokumen pajak dari Al-Hilal belum lengkap.
Pola berulang kayak gini nunjukkin bureaucratic risk dalam transfer internasional: sekalipun kesepakatan personal & klub udah 99% clear, satu dokumen ketinggalan bisa bikin momen emosional berubah anticlimax.
Kabar baiknya: klub pastiin nggak ada masalah sporting, cuma soal kertas.
Cancelo tetap on track buat debut lawan Elche 23 Agustus.
BREAKING NEWS
Menaker mengeluarkan surat perintah, tidak boleh ada batasan umur dan kriteria good looking dalam proses pencarian kerja
Lah BUMN sama CPNS masih ada batasan usia ni pak
@LambeSahamjja ntah sering find 2 motor itu boncengan 3 or lebih dengan bayi. jajan di kaki lima kalo lagi order ribet sendiri and kenceng biar semua denger. outfit semua baru dari merk oren or tiktokshop. apakah merk motor bisa menentukan entitas? disclaimer tidak semua
Jakarta is not for everybody, begitu juga di kampung. Aku sering dibilang sombong karna aku gamau balik jogja, untuk menua di jogja aja aku bergidik.
Buat orang non-privilege kek aku, hidup di tempat dimana everybody knows everybody's business, tinggal di kampung itu horor.
Orang2 di kampung too noisy for me.
Tapi beda sama kakakku, dia gak suka jakarta karna orang2nya terlalu "lari"
Jalan cepet, jam 6 pagi dah macet, everybody look polish.
Dan anehnya, aku merasa di kampung orang2nya fake, dan kakakku juga merasa orang jakarta juga fake 😂😂😂
Jadi keknya emang preferensi pribadi aja.