Saran gratis dari psikolog mahal:
Kalau kamu orang yang cemas, lakukan semuanya untuk bersenang-senang.
Melamar kerja? Anggap lagi iseng.
Ngumpulin dokumen? Anggap lagi main puzzle.
Buka blog? Anggap lagi iseng nulis jurnal.
Anxiety itu hidup dari rasa โini penting bangetโ. Semakin kamu anggap satu hal sebagai soal hidup-mati, semakin keras dia mencengkeram.
Jadi turunin levelnya.
Jangan kasih dia bahan bakar.
Coba mulai dari hal kecil hari ini:
lakukan satu hal yang biasanya bikin deg-deganโฆ
tapi kali ini dengan niat โcuman buat fun ajaโ.
Radit: Pernikahan berapa lama?
Paul: Berarti 8 tahun.
Radit: Waw masih ke cultivate dengan sangat baik ya.
Gitasav: Iya sih..
Radit: Kalau menurut lu rahasianya apa?
Gitasav: Mungkin karena gua nikah sama orang yang gua mau kali ya.
Radit: Ohhhโฆ
Paul: Iya sih
Radit: Maksudnya emang inilah yang ada dibenak lo pada saat itu
Gitasav: Sama tuh dulu tuh gini....kan pas gua pacaran sama dia terus akhirnya gua nikah sama dia yang satu hal sering gue pikirin tuh gini, gue tuh mesti ngasih berapa persen sih gitu..
Radit: Maksudnya gimana tuh?
Gitasav: Kayak gua ngelihat hati gue itu seratus persen, nah kalau gue ngasih semuanya kira-kira bahaya ngga ya,
karena gue tipe orangnya kaya gitu sama kayak Paul juga hati-hati, terus gue kayak selalu building kaya 'walls' gitulah disekitaran diri gua gitu, nah makanya ada banyak banget pikiran kayak kalau gue kasih sepuluh persen, kasihan banget, kayanya gua ngeliat Paul tuh engga, bahkan tuh ngga ada definisi 'gue tuh harus ngasih berapa' dan 'dapet berapa' gitu karena buat dia karena buat dia cinta itu bukan masalah transaksi give and take.
Jadi gua ada banyak pikiran itu sebelum akhirnya gua kaya, oke nih gue serius sama dia atau kayak oke gue ngasih seratus persen dari gua ke dia gitu,
jadi kayaknya mungkin karena gua udah melewati fase-fase itu jadinya gue bisa kaya loving him deeply as deep as i can gitu sih.
Radit: Karena udah all in kan, dulunya belom tuh masih ngeraba soalnya.
Gitasav: Karena gue punya pengalaman ngga enak kan.
Radit: Iya iya iya, pernah putus.
Gitasav: Iya diselingkuhin gitu gitu.
Radit: Pernah ngerasa dulu kok cinta banget, tapi kok orangnya berubah gitu ya perasaan itu.
Gitasav: Dikhianati itu kan ga enak banget gitu apalagi lo tuh bukan orang yang gampang untuk ngasih trust ke orang lain gitu sihh.
Radit: Jadi lo bisa read Paul as an open book aja kan, lo tahu emang bigini orang nya
Gitasav: Betul ternyata.
Paul: Tapi gua emang mudah banget dibaca lagi, gua menyadari itu.
Gitasav: Tapi enak jadinya, jadi diotak gua tuh gua engga usah capek gitu.
BENER BENER TEACH YOU A LESSON JADI NYATA
Kepala Dinas Pendidikan Gyeonggi resmi membentuk Tim Perlindungan Hak Guru sekaligus memperkenalkan sistem Petugas Perlindungan Hak Guru pertama di Korea Selatan.
Lewat sistem ini, guru yang menjadi korban pelanggaran hak atau diteror aduan yang mengganggu bakal didampingi 1 petugas khusus sejak laporan masuk hingga kasus benar benar selesai. Mulai dari penanganan di sekolah, pemeriksaan fakta, bantuan hukum, konseling psikologis, sampai proses pemulihan.
Kalau kasusnya tergolong berat, tim yang terdiri dari pengacara, pengawas pendidikan, dan ahli konseling juga akan langsung turun ke sekolah agar guru tidak lagi menghadapi masalah sendirian.
Sebanyak 50 petugas khusus nantinya akan direkrut dari berbagai bidang, mulai dari guru, pakar hukum, konselor, ahli kesehatan mental, hingga mediator konflik.
Kebijakan ini pun langsung jadi sorotan karena konsepnya dianggap mirip dengan Biro Perlindungan Hak Pendidikan di drama Teach You a Lesson yang sama sama bertujuan melindungi guru dan memperbaiki kondisi dunia pendidikan.
https://t.co/JtUJRLGOH3
https://t.co/B1ElTR7USn
Jiho is confirmed to star in the upcoming tvN drama "My Bias My Boss" (์ต์ ์ ์ฌ์), which is coming in less than two months, on Monday 260803.
She will play the role of Park Mimi (๋ฐ๋ฏธ๋ฏธ).
#GongJiho#๊ณต์งํธ#MyBiasMyBoss#์ต์ ์์ฌ์
๐https://t.co/jJvIgf8nUf
Him braiding her hair ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
Tinker Bell movies gave us a female-led world where romance was never the point. You slowly sink into this magical, colorful universe where women outnumber men. Terenceโs film was cute but just the cherry on top.
Sumpah, aku suka banget sama kata-kata Shin Min-ah tentang hubungan dan pernikahan. Banyak yang bikin mikir dan ngena banget๐๐
Ini dia beberapa kata-katanya yang paling aku suka:
"Menurutku semakin telat menikah, semakin bagus"
"Kenapa?"
"Bukannya lebih baik, kalau mengenal banyak orang (pacaran) dulu? perbanyak waktu untuk melihat dirimu sendiri, waktu untuk bisa introspeksi diri sebelum kamu menikah. Sambil pacaran, saat bersama orang ini, kamu punya cukup waktu untuk memikirkan dirimu."
"Tapi sebenarnya... diri kita sendiri tahu, Iho?"
"Tahu soal apa?"
"Tahu kalau dia bukan orang yang akan menikah denganku tapi kita cuma menyangkalnya saja karena sudah terlalu suka"
"Nggak harus soal pernikahan. Di hubungan pertemanan biasa pun ada teman yang asyik banget, tapi entah kenapa perasaannya seperti... seperti nggak nyaman. Diri kita sendiri sebenarnya tahu, kalau itu hubungan yang nggak sehat. Jadi harus berhati-hati dengan rasa asyiknya tentang hubungan antar manusia"