๐ง๐ฟ๐๐ธ ๐ ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐๐ ๐ข๐น๐ฒ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ป๐๐ฎ๐บ ๐ฐ ๐๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ ๐๐ฎ๐น๐๐ฟ ๐๐ฒ๐ฟ๐๐ฒ๐ธ ๐ช๐ผ๐ป๐ผ๐๐ผ๐ฏ๐ผ, ๐ฎ ๐ข๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ง๐ฒ*๐ฎ๐
Tabr*kan beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Raya KertekโParakan, Wonosobo, pada Rabu (8/4) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Kecelakaan ini menyebabkan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Pihak berwenang saat ini masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan di jalur yang dikenal rawan tersebut, sementara masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan tersebut.
Naskah | Admin: IA
Video | Editor: guyon.maton dan om_agus2024 (Tiktok) | GF
๐Saksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:
https://t.co/fCjNXZQuGE | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45
#Garudatv #Laporan8 #Kecelakaan #Wonosobo #KeselamatanJalan
Yes bener, jaringannya lebih kecil.
Setelah 6 tahun membangun jaringan sensor kualitas udara Nafas, kami harus mengambil keputusan yang sangat berat.
Kami harus mengecilkan jaringan kami.
Bukan karena datanya tidak penting. Tapi karena pendanaan untuk jaringan ini tidak cukup. Kami sudah berusaha keras. Cari funding, cari sponsor, cari cara supaya jaringan ini bisa terus jalan. Tapi kenyataannya, membangun infrastruktur publik seperti ini butuh dukungan yang jauh lebih besar dari yang bisa kami tanggung sendiri.
Karena itu, kami mengubah jaringan sensor Nafas menjadi sebuah Yayasan - @yayasannafas . Artinya jaringan ini sekarang milik publik. Dan kalian bisa ikut menjaganya.
Ada 3 cara kalian bisa bantu:
1. Donasi langsung lewat Kitabisa (link di tweet berikutnya)
2. Sponsori satu sensor. Bisa patungan bareng komunitas kalian.
3. Ajak perusahaan kalian untuk sponsori kampanye kualitas udara.
Kalau kalian tertarik sponsori sensor atau kampanye, DM saya langsung - bisa disetup untuk sensor2 tertentu.
Kami sudah kasih yang terbaik selama 6 tahun ini. Sekarang kami butuh bantuan keluarga digital kami.
Kalau kalian nggak bisa donasi, bantu share ke orang yang mungkin bisa.
Itu sudah sangat berarti. ๐
Tontonlah film 12th Fail. Di endingnya jelas diungkapkan, kalau rakyat pintar akan jadi masalah bagi rezim penguasa. Maka, kebodohan rakyat akan dipelihara, sejalan dg kemiskinan rakyat juga akan dipelihara. Untuk kemudian dimanfaatkan saat Pemilu dan momen-momen seperti ini. Dilukai penguasa, lalu rakyat dikasih obat sementara.
Netanyahu posted a proof-of-life video. People said it was AI because he had 6 fingers. He posted another one ordering coffee and showing 5 fingers. People said that was AI too because the coffee didn't spill.
We've crossed a line we can't uncross. The same AI tools that can generate a convincing fake of anyone on Earth have made it impossible to prove anything is real.
The technology that was supposed to give us more information has made all information less trustworthy.
This isn't about Netanyahu. Every world leader, every CEO, every public figure now lives in a world where "that's AI" is an unfalsifiable response to any evidence.
Proof of life now requires multiple videos, press witnesses, and cafe Instagram posts. People still don't believe it.
We built tools so powerful that seeing is no longer believing. Nobody has figured out what replaces it.
Dulu ada laki2 bercerita soal gaji 3 juta, lalu direndahkan sampai serendah2nya kalau uang sgtu cma untuk perawatan hewan-nya.
Hari ini ada suami bercerita kalau istrinya menggunakan pinjol 300 juta, tapi tetap mendapatkan reaksi jelek krna mau berpisah.
Laki2 katanya jangan suka menyimpan dan menahan emosi dalam dirinya. Harus berani bercerita apa yang dia rasakan.
Tapi ketika laki2 berceritaโฆdia tetap disalahkan walaupun dia benar.
Sudah benar laki2 jangan bercerita apapun di sosmed.