Nikita Willy: "Sejauh mana batasan keterlibatan mertua dalam rumah tangga anaknya?"
Bu Rani: "Saya kalau mau ke rumah anak saya, saya WA mantu saya dulu."
Mungkin dia lagi capek. Mungkin kulkasnya kosong. Mungkin dia lagi ingin sendiri.
"Anak kita siap menerima kita kapan saja. Tapi menantu kita belum tentu."
Setuju ya bu ibu 🤔
Bu Rani bilang banyak orang tua sebenarnya tidak membenci menantunya.
Mereka hanya tidak siap menerima satu kenyataan:
"Anak kita sudah ada yang punya."
Karena sejak menikah, anak yang selama ini hanya menjadi bagian dari keluarga kita, kini juga menjadi bagian dari keluarga orang lain.
Dan tidak semua orang tua siap dengan perubahan itu.
Menurut Bu Rani, banyak konflik mertua dan menantu bukan karena ada yang jahat.
Tapi karena ekspektasi.
Mertua berharap menantunya punya pandangan hidup, kebiasaan, bahkan nilai yang sama dengan keluarganya.
Padahal menantu dibesarkan oleh orang tua yang berbeda.
"Kalau kita sebagai orang tua sudah memberikan restu kepada anak kita untuk menikah, biarkan mereka menjalani hidup dengan nilai-nilainya sendiri." — Bu Rani
Menurutnya, nilai yang diajarkan orang tua kepada anak belum tentu cocok untuk pasangan hidup anaknya. Karena itu, orang tua perlu siap menerima bahwa anaknya mungkin akan memiliki cara hidup yang berbeda setelah menikah.
cc:threadhallolalalah
Tweet ku semoga lewat ke orang-orang yang nonton konser F4. Aku mau ngabarin kalo di konser F4 kemarin ada orang yang H-3 sebelum konser kena campak, tapi tetep maksa pergi nonton konser. Siapapun yang nonton konser segera melakukan pemeriksaan atau karantina mandiri ya, apalagi—
2022 WA grup kostku ada anak baru yang ngetik panjang lebar karena dia 'nemu' daging kurban di depan pintu kamarnya. "Takutnya salah kirim ini, namanya memang betul nama saya tapi saya bukan muslim. Saya minta maaf ini saya sentuh plastiknya tadi-
Nah sepakat. Gue tau busuknya bisnis ini dari yang pura- pura buka jastip tapi gak di war-in buat cari untung dari booking fee doang yang cuma 25rb/50rb per orang, customer emang gak berasa, tapi yang buka jastip kl 100 orang aja yang ikut, mereka untung banyak bgt.
Sampai yang kalau dapat QN bagus, mereka keep sendiri buat mereka nonton atau nanti di jual mahal banget.
Gue gak generalisir semuanya ya, tapi ada memang yang jastip sprt itu.
makanya pilihan gue kalau gak war sendiri, di bantu war sm orang yang gak punya kepentingan atau beli OTS.
Gue gak percaya lg sama jaswar jaswar mohon maaf.