nadin, naykilla, hindia, no na, and others being allies, noh artis artis lu pada aja stand with humanity and against violence, lu yang jadi daily listeners nya kagak seprinsip sama artistnya aja udh aneh.
In retrospect i think the "indonesians deserve the horrible govt/dont deserve to be saved" is not a progressive nor compassionate take (albeit i get where it's coming from)
tapi in reality gw juga ngurangin make up gw to accept myself better, so when i feel ugly atleast its not because im comparing myself to another version of me whos putting on pounds of make up
Mayoritas budaya yang ada dan dijalankan di dunia ini ya memang produk patriarki wong yang bikin juga laki, cewenya disuruh nurut aja.
Ya secara radikal mungkin tidak bisa diubah, tapi bisa dibuat lebih imbang supaya menikah tuh bukan lagi karena paksaan tapi memang keinginan.
Katanya di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung..
Tapi postingan Antifa New York kok dikomen juga sama “homopobik-indon-supremasi-kulit-coklat-antipa-pripalestin-heil-hitler-memusnahkan-yahudi-kami-menerima-perbedaan-bukan penyimpangan” sih ☹️
padahal udah ditegor langsung sama bu sumarsih malah makin bego nih liat. segala ngomong “nanti kalo koruptor ikut kamisan, kalian kasih ruang juga?”
???? bloon, ndableg, bego, bodoh anjing
The way abang abangan kiri cuman galak soal isu kelas tapi engga tentang patriarki tells me a lot about them because if they were slightly fortunate they wouldn't be a leftist at all #lol
pernah baca tweet yg bilang "klo motong jari termasuk standar kecantikan, banyak perempuan akan motong jarinya sendiri dan bilang hal itu dilakukan untuk diri sendiri" 😊
gapapa kok tetep make up, tpi harus jujur klo itu semua memang produk patriarki.
Im doing it in the same way that i crochet, that i sew, that i play games. The difference is that i can stop doing my other hobbies whenever it stops giving me enjoyment, but can i do the same with makeup without getting as much judgement?